TRUNOJOYO-KP-24050-190341100030-SOFYANA ASHARI#190341100030#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Oseanografi fisik mempunyai parameter dengan ruang lingkup yang
terbilang cukup banyak, namun dalam hal ini hanya beberapa parameter
terkait yang akan dibahas, seperti batimetri dan pasang surut yang terjadi di
perairan Teluk Balikpapan, Kalimantan Timur. Parameter-parameter
tersebut nantinya akan berguna dalam berbagai aktivitas atau kegiatan di
perairan Teluk Balikpapan. Menurut Tanto et al., (2016) juga
mengungkapkan bahwa data batimetri atau kedalaman dasar laut, serta
pasang surut akan sangat berguna dalam alur perlayaran kapal dan
keperluan navigasi lainnya, yang mana terdapat beberapa lokasi (topografi)
dasar laut dengan kedalaman yang cukup rendah, apalagi terjadi pada saat
kondisi air laut surut sehingga kapal atau karam yang melintas di wilayah
tersebut akan berakibat fatal.
Pasang surut adalah sebuah fenomena yang terjadi akibat adanya
kombinasi antara gaya gravitasi dengan gaya tarik menarik benda-benda
astronomi khususnya matahari, bulan, dan bumi, sehingga menyebabkan
terjadinya pergerakan naik turunnya permukaan air laut. Indonesia diapit
oleh samudera Pasifik dan samudera Hindia, hal tersebut menyebabkan
pasang surut air laut terjadi secara periodik dan berkala (Fadilah et al.,
2014). Informasi mengenai pasang surut sangat dibutuhkan dalam
kehidupan manusia, mengingat ilmu tersebut merupakan salah satu dasar,
khususnya pada bidang kelautan, seperti menangkap ikan, proses
keberangkatan dan masuknya kapal ke pelabuhan, pembangunan
dermaga, pelabuhan, tol laut dan infrastruktur lepas pantai, selain itu juga
digunakan untuk eksplorasi mineral, minyak bumi, dan penanaman pipa
atau kabel bawah laut yang didalam proses pengerjaannya sangat
membutuhkan informasi pasang surut (Missa et al., 2018).
Batimetri merupakan ukuran dari tinggi rendahnya dasar laut atau
kedalaman dari suatu perairan. Menurut Maulana Oktiyas, (2018)
menjelaskan bahwa parameter batimetri merupakan parameter yang sangat
penting dalam kegiatan perencanaan struktur dekat pantai seperti pekerjaan
engineering, penentuan jalur pipa, manajemen pelabuhan, operasi
pengerukan, pengeboran minyak, pendeteksi topografi, dan lain-lain. Peta
batimetri menunjukkan relief dasar laut dari sebuah perairan yang disajikan dalam bentuk garis kontur kedalaman. Peta batimetri pada implementasinya
digunakan untuk mengetahui relief dasar bawah air, penentuan jalur
pelayaran, perencanaan pembangunan pinggir pantai, pendeteksi bencana
bawah air, mengetahui karakteristik morfologi suatu perairan, dan lain-lain
(Sayyid et al., 2020). Kedalaman perairan akan selalu berkaitan dengan
faktor-faktor hidro oseanografi, seperti pasang surut, arus, dan gelombang
lokal (internal waves) serta dipengaruhi oleh morfologi dari suatu perairan
(Maulana Oktiyas, 2018).
Pembangunan sarana dan prasarana dalam keselamatan navigasi perlu
dilakukan perkembangan dan kemajuan, salah satunya alur pelayaran
kapal. Menurut Syaputri et al., (2016) menjelaskan bahwa penentuan alur
pelayaran membutuhkan data-data pendukung seperti data batimetri,
pasang surut, serta ukuran kapal yang akan masuk ke dalam wilayah
tersebut. Alur pelayaran yang ditentukan diawali dengan tahapan survei
batimetri terlebih dahulu. Hal ini diperlukan karena pergerakan pasang surut
air laut bersifat periodik, sehingga pada saat melakukan survei batimetri
terjadi perubahan ketinggian permukaan laut. Survei batimetri adalah
pengumpulan data dengan metode penginderaan atau rekaman permukaan
dasar laut yang dibuat berdasarkan hasil sounding (pengukuran kedalaman)
dan dihubungkan dengan nilai elevasi muka air laut, orientasi medan, dan
hasil pengukuran geodetik (Irawan et al., 2018).
Lokasi penelitian yang terletak di perairan Teluk Balikpapan dipilih
karena menjadi jalur pelayaran kapal, sehingga membutuhkan informasi
mengenai keadaan pasang surut air laut dan batimetri perairan dengan
tujuan keamanan navigasi. Data pasang surut dan kedalaman dasar laut
(batimetri) yang digunakan sebagai penentuan alur pelayaran ditujukan agar
kapal-kapal yang melintasi tidak mengalami kecelakaan, serta tidak
merusak ekosistem lingkungan sekitar. Informasi pasang surut air laut juga
berguna bagi penduduk setempat dalam melangsungkan kebutuhan
hidupnya, serta bermanfaat untuk analisa perencanaan fasilitas laut,
mengetahui tipe pasang surut, meramalkan fluktuasi muka air, dan lain-lain
(Nurqolis Vitta, 2020).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SOFYANA ASHARI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PASANG SURUT AIR LAUT; BATIMETRI; PELAYARAN; TELUK BALIKPAPAN, KALIMANTAN TIMUR |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:51 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5964 |
