INVENTARISASI TUMBUHAN GULMA DI PERKEBUNAN BUAH NAGA PUTIH SABILA FARM 1 DESA PAKEM SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

DIMAS HADI PUTRA (2021) INVENTARISASI TUMBUHAN GULMA DI PERKEBUNAN BUAH NAGA PUTIH SABILA FARM 1 DESA PAKEM SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-24036-180311100165-SABILA FARM.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-24036-180311100165-SABILA FARM.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Sabila Farm merupakan perkebunan hortikultura yang terletak di Pakem,
Sleman, Yogyakarta, di lereng Gunung Merapi. Sabila Farm memiliki 2 kebun yaitu
SF1 dan SF4. Perkebunan SF 1 buah naga putih tersebut diambil sampelnya
dengan penentuan titik sampel menggunakan metode acak. Sampel keberadaan
gulma yang telah didapatkan dari perkebunan SF 1 buah naga putih dianalisis
menggunakan metode observasi dan pencatatan perhitungan. Dari hasil analisis
didapatkan bahwa kebun SF1 buah naga putih memiliki 3 macam atau kelompok
gulma, yaitu gulma teki-tekian (5,1%), gulma rumput-ruputan (44,4%), gulma daun
lebar (50,5%), dapat disimpulkan bahwa perkebunan buah naga putih SF1 di
dominasi oleh gulma daun lebar, sehingga terdapat kompetisi terhadap tanaman
utama berupa cahaya dan unsur hara yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman
utama terganggu.
Sabila Farm merupakan perkebunan buah-buahan yang terletak di Jalan
Kaliurang KM 18,5 Dusun Kertodadi Pakem, Sleman, Yogyakarta. Berdasarkan
topografinya, Desa Pakembinangun berada pada ketinggian 398-976 km dari
permukaan laut dengan curah hujan 200 mm/tahun, serta suhu rata-rata per tahun
23-30oC. Letak Desa Pakembinangun berada di lereng Gunung Merapi dan sering
terkena dampak erupsi membuat tanah di desa ini berasal dari batuan vulkanik.
Lahan yang digunakan Sabila Farm untuk menanami buah-buahan.
Gulma adalah sebagai tumbuhan yang tidak dikehendaki tumbuh pada
areal pertanaman. Gulma secara langsung maupun tidak langsung merugikan
tanaman budidaya. Pengenalan suatu jenis gulma dapat dilakukan dengan
melihat keadaan morfologinya, habitatnya, dan bentuk pertumbuhanya.

Berdasarkan keadaan morfologinya, dikenal gulma rerumputan (Grasses), teki-
tekian (Sedges), dan berdaun lebar (Tjitrosoepomo, G. 2004).

Gulma atau tumbuhan pengganggu berpengaruh negatif terhadap
pertumbuhan dan produksi tanaman sehingga segala cara diupayakan untuk
mengendalikannya. Pengaruh gulma sangat terlihat pada tanaman yang masih
muda. Gulma dapat berkompetisi terhadap tanaman berupa cahaya dan unsur hara yang mengakibatkan pertumbuhan tanaman utama terganggu. (Barus,
2003).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
DIMAS HADI PUTRA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords ULMA; PERKEBUNAN; BUAH NAGA PUTIH; SABILA FARM 1 DESA PAKEM SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:50
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5923

Actions (login required)

View Item
View Item