TRUNOJOYO-KP-24008-180311100149-Muchammad Haidar Rozik_180311100149_Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Sabila Farm merupakan perkebunan yang terletak di Jalan Kaliurang KM
18.5 dan berada di Dusun Kertodadi Pakem Kabupaten Sleman, Yogyakarta.
Berada dilereng Gunung Merapi membuat tanah pada lahan kebun Sabila Farm ini
menjadi subur karena dampak erupsi gunung yang membawa bahan – bahan
organik sebagai penyubur tanah. Desa Pakembinangun ini memiliki ketinggian
sekitar 398-976 mdpl. Dengan suhu 23 hingga 30 oC rata – ratanya. UD. Sabila
Farm memiliki banyak sekali komoditas buah yang dibudidayakan yaitu pepaya,
srikaya jumbo, lemon tanpa biji, sirsak, alpukat dan beberapa jenis buah naga
antara lain buah naga merah, buah naga putih, buah naga kuning, buah naga super
merah dan buah naga hitam. Lahannya dibagi menjadi dua tempat, yaitu di Dusun
Pakembinangun dan di Dusun Cilikan.
Di Indonesia banyak sekali tanaman buah yang tumbuh. Di daerah dataran
tinggi maupun daerah dataran rendah. Tanaman semusim atau pun tanaman
tahunan banyak sekali yang tumbuh di Negara kita ini. Salah satu buah tahunan
yaitu buah naga atau yang disebut sebagai “Dragon Fruit” yang mana buah ini
mempunyai nilai jual yang sangat tinggi karena banyak masyarakat yang belum
mengetahui tentang buah naga dan bagai mana cara budidaya buah naga itu
sendiri. Buah naga tergolong dalam tanaman kaktus yang hidup di daerah kering
dan agak berpasir. Menurut Syukur dan Widya (2015), Tanaman ini mempunyai
tulang daun yang banyak terkandung air sehingga tahan terhadap panas. Selain itu
tanaman buah naga ini perlu sinar matahari penuh atau tidak ada naungan karena
jika ada naungan akan mempengaruhi produksi buah dan pertumbuhan tanaman
buah naga itu sendiri.
Tanaman buah naga (Hylocereus costaricensis) merupakan salah satu
tanaman dari family Cactaceae atau kaktus. Tanaman buah naga ada empat jenis
yaitu buah naga daging merah, buah naga daging putih, buah naga daging super
red dan buah naga daging kuning (Rukmana,1997). Menurut Vani R et all.,
(2016), Kebutuhan buah naga di Indonesia cukup besar. Namun kebutuhan
tersebut belum mampu terpenuhi. Widiastuty dan Hutamardi (1985) menyatakan
bahwa kebutuhan buah naga di Indonesia masih mencapai 200-400 ton per tahun, namun kebutuhan buah naga yang dapat di penuhi masih kurang dari 50%.
Perbanyakan tanaman buah naga menjadi upaya yang perlu dilakukan dalam
usaha pembudidayaan. Hal ini disebabkan karena penyediaan bibit yang baik
masih kurang optimal dan sebagai komoditas yang tergolong baru penyediaan
bibit menjadi sangat penting. Buah naga dapat diperbanyak secara generatif
maupun secara vegetatif. Perbanyakan secara generatif menggunakan biji jarang
dilakukan karena memerlukan waktu yang relatif lama untuk berbuah, yaitu
membutuhkan waktu 1-2 tahun.
Menurut Ken Suratiyah (2006), Usahatani adalah ilmu yang mempelajari
bagaimana seseorang mengkoordinir dan mengusahakan fakor-faktor produksi
berupa lahan dan alam sekitarnya sebagai modal sehingga dapat dimanfaatkan
dengan sebaik-baiknya. Menurut Soekartawi (1987) menjelaskan bahwa usahatani
adalah tersedianya sarana atau faktor produksi (input) belum berarti dan tingginya
produktivitas yang dihasilkan oleh petani. Faktor produksi dalam usahatani
memiliki kemampuan terbatas untuk berproduksi secara berkelanjutan, tetapi
dapat ditingkatkan nilai produktivitasnya melalui pengelolaan yang tepat,
misalnya faktor produksi lahan. Menurut Mubyarto (1980) usahatani terdiri dari
beberapa faktor produksi antara lain : Lahan atau tanah, modal, tenaga kerja,dan
manajemen.
Ilmu Usahatani juga pastinya memiliki tujuan agar usahatani atau usaha
dalam bertani memiliki benefit yang berkelanjutan. Menurut Isaskar (2012) Setiap
kegiatan yang dilakukan pastilah memiliki tujuan, termasuk kegiatan usahatani.
Tujuan kegiatan usahatani adalah untuk memperbesar penghasilan pelaku usaha
tani guna memenuhi kebutuhan hidup dirinya dan keluarganya. Petani selalu
memperhitungkan untung-ruginya dari setiap kegiatan usahataninya meskipun
tidak secara tertulis. Hal tersebut dilakukan guna mencapai tujuan dari usahatani
yang dilakukannya. Dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa petani
membandingkan antara hasil yang diharapkan akan diterima pada waktu panen
(penerimaan, revenue) dengan biaya (pengorbanan, cost) yang harus dikeluarkan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUCHAMMAD HAIDAR ROZIK |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; BUAH NAGA PUTIH ; UD. SABILA FARM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5855 |
