TRUNOJOYO-KP-24007-190341100120-Dinasti Firman Maulana#190341100120#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Indonesia meiliki laut yang luasnya tiga perempat dari wilayahnya
yakni seluas 5,9 juta km2 yang terdiri atas 3,2 juta km2 perairan teritorial
dan 2,7 km2 perairan Zona Ekonomi Eksklusif. Indonesia memiliki banyak
laut, pesisir dan pulau-pulau kecil yang luas yang jumlahnya kurang lebih
17.504 pulau. Dengan jumlah pulau yang banyak menjadikan Indonesia
memiliki Panjang garis pantai yang terpanjang kedua setelah kanada yakni
95.161 km. Indonesia merupakan negara yang memiliki pulau-pulau yang
memilik keindahan laut yang begitu mempesona sehingga memiliki daya
tarik sendiri bagi negara lain untuk mengunjungi Indonesia (Lasabuda,
2013). Indonesia memiliki potensi sumber daya kelautan dan perikanan yang
menjanjikan potensi komersial yang sangat besar bagi bangsa Indonesia.
Hal tersebut dibuktikan dari luasnya lautan Indonesia dan tingginya
eksploitasi ikan di Indonesia. Laut Indonesia juga terdapat kelompok
tumbuhan laut yang juga banyak memiliki nilai gizi dan ekonomi (Sukamto,
2017). Menurut (Petersen et al., 2016) laut tidak saja menyediakan sumber
makanan dan obat-obatan tetapi juga menyediakan kandungan mineral dan
pertambangan di dasar laut. Laut juga memiliki potensi sumber daya alam
seperti mineral dan logam yang bias dimanfaatkan dalam beberpa industri
dan tentunya memiliki manfaat penting bagi masyarakat saat ini.
Bali merupakan salah satu pulau yang terdapat di wilayah Indonesia.
Berbagai wisatawan baik lokal maupun mancanegara melakukan kunjungan
ke Pulau Bali untuk berlibur maupun melakukan kegiatan wisata lainnya.
Pulau Bali dikenal sebagai tempat wisata yang menawarkan berbagai objek
wisata, seperti wisata budaya, wisata alam, maupun wisata kuliner. Wisata
pantai yang terdapat di pulau bali sangat diincar sebagaian besar wisatawan
karena bukan hanya keindahannya, namun juga gelombang lautnya yang
biasa dinikmati untuk olahraga air seperti berselancar (Yudasmara, 2016).
Menurut (Sugianto, 2009), keberadaan fasilitas dan aktivitas penting tersebut
tentunya didukung oleh informasi tentang dinamika perairan, antara lain
arus, gelombang dan pasang surut air laut. Pemeliharaan, perencanaan dan
pengoperasian fasilitas memerlukan informasi tentang hidrodinamika
tersebut diperlukan untuk pemeliharaan, perencanaan, serta operasional
fasilitas tersebut. Arus, gelombang, dan pasang surut merupakan parameter penting dinamika perairan yang memberikan pengaruh terhadap perubahan
wilayah pesisir dan laut. Menurut (Klemas, 2012) arus laut sangat penting
bagi kelangsungan kehidupan di laut. Banyak ikan mengandalkan arus untuk
sampai ke tempat yang sesuai. (Hasanudin, 1998) mengatakan bahwa pola
arus laut di perairan Indonesia dipengaruhi oleh perubahan musim, terutama
di lapisa permukaan laut. Kedua ada pasang surut yang dimana (Haryono &
Narni, 2004) mengatakan bahwa karakteristik pasang surut laut Indonesia
terutama di bagian pulau Jawa sebagian merupakan pasang surut laut
campuran condong ke harian ganda dan sebagian lagi berupa pasang surut
campuran condong ke harian tunggal. Gelombang di beberapa wilayah,
antara lain Selat Karimata dan Laut Jawa di Indonesia, memiliki karakteristik
gelombang lebih menonjol yang dibangkitkan oleh angin (Wicaksana et al.,
2015).
Gelombang merupakan salah satu fenomena laut yang paling nyata
karena langsung bisa dilihat dan dirasakan. Gelombang adalah peristiwa
naik turunnya permukan air laut dari ukuran kecil atau disebut dengan riak
dan sampai yang paling panjang atau disbut pasang surut. Angin
merupakam penyebab utama terjadinya gelombang. Gelombang dipengaruhi
oleh kecepatan angin, lamanya angin bertiup, dan jarak tanpa rintangan saat
angin bertiup. Gelombang gravitasi merupakan gelombang dengan periode 1
detik sampai dengan 30 detik (Suciaty, 2018). Indonesia memliki wilayah laut
yang luas, sehingga potensi pemanfaatan gelombang sebagai sumber
pembangkit listrik perlu dikembangkan. Menurut (Shintawati et al., 2019)
menyatakna wilayah perairan Pantai di Indonesia memiliki potensi yang bisa
digunakan untuk menerapkan PLTGL (Pembangkit Listrik Tenaga
Gelombang Laut) sistem kolom air berosilasi. Daya terkecil yang dapat
dihasilkan adalah sebesar 246,0294 Watt dan daya terbesar sebesar
1.968.235 Watt. Untuk mengetahui tinggi gelombang, maka perlu adanya
informasi mengenai gelombang yang bisa dimanfaatkan oleh beberapa
aktivitas.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Dinasti Firman Maulana |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | GELOMBANG LAUT; PERAIRAN SELATAN BALI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5854 |
