TRUNOJOYO-KP-24006-190331100106-Nabila Ayu Shalih#190331100106.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Produk perikanan sebagai produk ekonomis strategis dapat mendukung
terciptanya ketahanan dan kemandirian pangan. Produk perikanan memiliki sumber
daya yang berlimpah, namun pemanfaatannya belum optimal. Hasil perikanan
mengandung paling sedikit beberapa aspek mutu, yaitu aspek bio-tekno-ekonomis
(pertanian/perikanan), aspek sanitasi dan higienis (kesehatan), komersial, aspek
industrial dan aspek hukum (legal). Pelaksanaan pengendalian mutu pada
pengelolaan ikan secara umum harus sesuai dengan Good Manufacturing Practices
(GMP). Suatu pemeriksaan mutu harus diadakan untuk semua produk perikanan, baik
ikan segar maupun ikan olahan agar memperoleh hasil perikanan yang bermutu dan
aman bagi kesehatan manusia.
Suatu perusahaan harus melakukan suatu tindakan untuk menghasilkan
produk hasil perikanan yang sesuai standar sanitasi dan hygiene. Hal itu dapat diatasi
dengan cara melakukan pengawasan pada setiap kegiatan produksi. Pengawasan
tersebut dapat berupa penerapan HACCP, GMP, dan SSOP untuk menjamin
keamanan produk perikanan. Perusahaan juga harus memberikan tambahan
pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kepada para pengolah hasil perikanan.
Tindakan-tindakan lain yang perlu dilakukan oleh perusahaan antara lain penanganan
pasca panen, penyiapan tempat usaha yang representatif, pengendalian dan
pengamanan.
Secara luas, sanitasi dapat didefinisikan sebagai penerapan dari prinsip-
prinsip yang dapat membantu dalam memperbaiki, mempertahankan atau
mengembalikan kesehatan yang baik pada manusia. Sanitasi pangan berkaitan erat
dengan sanitasi lingkungan dimana produk makanan disimpan, ditangani, diproduksi
atau dipersiapkan. Pada industri pangan, sanitasi meliputi kegiatan-kegiatan secara
aseptik dalam persiapan, pengolahan dan pengemasan produk makanan,
pembersihan dan sanitasi pabrik serta lingkungan pabrik dan kesehatan pekerja.
Kegiatan yang berhubungan dengan produk makanan yaitu pengawasan mutu bahan
baku, penyimpanan bahan baku, perlengkapan suplai air yang baik, pencegahan
kontaminasi pangan pada seluruh tahap selama pengolahan dari peralatan personalia
dan terhadap hama, serta pengemasan dan penggudangan produk.
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang (PKL) ini dilaksanakan di PT. Marinal
Indoprima Kapedi Sumenep. PT. Marinal Indoprima Sumenep bergerak di bidang
ekspor yang pengolahannya memperoleh hasil perikanan dan kelautan berupa ikan
teri kering. PT. Marinal Indoprima Sumenep menghasilkan produk yang telah
mendapatkan pasar internasional khususnya Jepang. PKL ini dilakukan untuk
memperoleh pengetahuan dan pembelajaran sebelum memasuki dunia kerja. Selain
itu, panelis ingin mengetahui sanitasi industri diterapkan di PT. Marinal Indoprima
Sumenep. Penerapan sanitasi industri yang akan dibahas pada laporan ini
diantaranya sanitasi bahan baku, sanitasi peralatan, sanitasi tenaga kerja, sanitasi
bangunan, sanitasi air dan es.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NABILA AYU SHALIH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | SANITASI INDUSTRI; IKAN TERI NASI; PT. MARINAL INDOPRIMA KAPEDI SUMENEP, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5852 |
