TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (65kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (122kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (74kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (92kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (304kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (258kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (746kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33395-Abstrak.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (71kB)
Abstract
Tanaman obat merupakan jenis tanaman yang sebagian atau seluruh bagiannya berkhasiat menghilangkan atau menyembuhkan suatu penyakit. Menurunnya tingkat pengetahuan tentang tanaman obat perlu diatasi dengan melakukan identifikasi keanekaragaman tanaman obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, bagian yang digunakan, khasiat, cara penggunaan, sumber perolehan, dan indeks keanekaragaman tanaman obat di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang. Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang pada bulan Mei sampai dengan Juni 2024 dengan metode survei. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan sebanyak 48 jenis tanaman obat obat tradisional di Kecamatan Omben. Kunyit adalah tanaman obat yang paling banyak digunakan. Bagian tanaman yang digunakan terdiri dari 11 bagian. Daun adalah bagian tanaman yang paling banyak digunakan (39,3%). Tanaman obat di Kecamatan Omben berkhasiat mengobati 62 jenis masalah kesehatan, diantaranya yaitu panas dalam, penyakit lambung, asam urat, dan kolesterol, serta dapat mengobati penyakit degeneratif seperti penyakit jantung, kanker, dan darah tinggi. Cara penggunaan tanaman obat oleh masyarakat di Kecamatan Omben terdiri dari 11 cara penggunaan. Cara yang paling sering digunakan adalah direbus (58,6%). Masyarakat di Kecamatan Omben memperoleh tanaman obat dengan cara mencari di lingkungan sekitar (39,7%), budidaya/menanam sendiri (35,7%), dan membeli sebanyak (24,6%). Adapun nilai indeks keanekaragaman tanaman obat di Kecamatan Omben tergolong sedang (1<H’<3) dengan nilai indeks keanekaragaman tanaman obat di Desa Kamondung, Desa Omben, dan Desa Pandan berturut-turut yaitu: 2.95, 2.71, dan 2.66.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FITRIANI YAUMIL ISNAINIE |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | Keanekaragaman, Kecamatan Omben, Tanaman Obat |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:49 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5849 |
