TRUNOJOYO-KP-23993-190341100086-Steven Amas Triyadi Harahap#190341100086.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Laut dan pesisir adalah tempat berbagai biota laut yang memiliki bentuk
tubuh dan sifat yang beragam. Biota laut yang mudah ditemukan seperti ikan,
krustasea, moluska, ekhinodermata, koral dan tumbuhan laut tersebar luas di
tiap kedalaman laut. Semua organisme tersebut dibagi menjadi beberapa
taksa berupa filum dan terbagi lagi menurut klasifikasinya (Ginting 2019).
Salah satu jenis dari organisme tersebut adalah plankton, yaitu organisme
terkecil yang berada di ekosistem perairan dan menjadi penopang dalam
kehidupan di suatu perairan.
Keberadaan plankton merupakan komponen yang penting dalam
mempengaurhi kondisi ekosistem di perairan terutama dalam rantai makanan.
Kompleksnya rantai makanan (food chain) dan jaring makanan (foodweb)
serta pentingnya fitoplankton sebagai produsen primer akan memberikan
pengaruh yang sangat besar dalam dinamika ekosistem (Sirait et al 2018).
Organisme laut yang berukuran sedang seperti ikan, kepiting dan udang
membutuhkan zooplankton sebagai makanan pada saat masih muda. Jumlah
planton dalam suatu perairan juga menjadi respons terhadap perubahan-
perubahan kondisi lingkungan baik fisika, kimia, maupun biologi (Nirmalasari
2018).
Zooplankton yang sering disebut dengan artemia (Artemia salina)
seringkali digunakan sebagai pakan hidup dalam budidaya udang vanamei di
Indonesia. Nutrisi yang terkandung di artemia digunakan oleh larva udang
stadia PL sebagai sumber energi untuk pertumbuhan dan sumber daya tahan
tubuh larva, sehingga diperlukan pengkayaan untuk memperlengkapi nutrisi
(Purba 2012). Menurut Sedjati et al (2022), artemia juga dapat digunakan
sebagai media hidup untuk sarana bioenkapsulasi dengan tujuan
mentransfer zat-zat yang bermanfaat bagi pertumbuhan ikan dan krustasea,
seperti suplemen, obat-obatan, maupun nutrisi penting dan senyawa bioaktif.
Senyawa yang memiliki toksisitas cukup tinggi dapat menyebabkan kematian
terhadap udang renik sebagai media bioenkapsulasi sehingga diperlukan
penentuan dosis yang cocok agar dapat mengurangi tingkat kematian pada
artemia.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM STEVEN AMAS TRIYADI HARAHAP |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TOKSISITAS ALGINAT; ASAM ASKORBAT ; UDANG ARTEMIA; UDANG VANAME; LABORATORIUM MIKRO/MAKRO ALGA TEKNOLOGI FPIK UNDIP |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5825 |
