TRUNOJOYO-KP-23989-180311100095-180311100095_Laporan PKL_UYUNG MAHARDIKA MUKTI WINAHYU.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar masyarakatnya
bermata pencaharian sebagai petani. Wilayah Indonesia yang sangat luas, sangat
mendukung dalam mengembangkan dunia pertanian (Falah et al., 2017).
Komoditas hortikultura di Indonesia memiliki prospek pengembangan yang sangat
baik karena memiliki ekonomi yang tinggi serta potensi pasar yang terbuka lebar.
Seiring dengan semakin pentingnya kedudukan hortikultura dalam kehidupan
sehari-hari sebagai sumber berbagai vitamin dan mineral (Zulkarnain, 2010). Selain
buah-buahan, bunga, dan tanaman hias, jenis budidaya tanaman yang
dikelompokkan ke dalam hortikultura adalah sayuran. Disamping sebagai sumber
gizi, vitamin dan mineral, sayuran juga menambah ragam, rasa warna, dan tekstur
makanan (Rubatzky et al.,1998).
Kembang kol (Brassica oleracea var.botrytis) merupakan sayuran yang
mempunyai nilai komersial dan prospek yang cukup baik. Masyarakat Indonesia
mengenal sayuran kembang kol sebagai kubis bunga, bunga kol, atau dalam bahasa
inggris disebut cauliflower. Bagian yang dikonsumsi dari sayuran ini adalah masa
bunganya (curd). Masa kembang kol umumnya berwarna putih bersih atau putih
kekuning-kuningan (Rukmana, 1994). Kandungan zat-zat gizi yang terdapat dalam
tanaman kembang kol antara lain adalah karbohidrat, protein, lemak, mineral serta
mengandung berbagai jenis vitamin diantaranya vitamin A, B1, B2 dan vitamin C,
sehingga sayuran ini baik dikonsumsi bagi masyarakat. Kandungan gizi dalam curd
cukup bervariasi, demikian pula dengan metabolit sekundernya yang antara lain
adalah Sulfoksida S-metilsistein dan sulforafan (Widiatningrum dan Kripinus,
2010).
Teknik panen dan pascapanen yang baik mampu meningkatkan hasil produksi
serta memperbaiki kualitas dari produk yang dihasilkan. Pengetahuan tentang
teknik panen dan penanganan pascapanen kembang kol yang tepat sangat perlu
dipelajari untuk menjaga kualitas agar tidak menurun. Selain itu teknik panen dan
pascapanen yang benar juga mampu meningkatkan daya simpan dari kembang kol
dan memenuhi persyaratan keamanan pangan selama disimpan sebelum
didistribusikan sehingga tetap memiliki daya saing dalam pemasaran.
Praktik Kerja Lapang (PKL) merupakan salah satu kegiatan pembelajaran yang
diterapkan di Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura yang bertujuan
untuk meningkatkan kemampuan, pemahaman serta menambah keterampilan
mahasiswa mengenai bidang keilmuan yang sedang ditempuh. Praktik Kerja
Lapang merupakan implementasi terhadap teori-teori dan pengetahuan yang telah
diperoleh selama proses selama proses kegiatan belajar mengajar dikelas. Paktik
Kerja Lapang diharapkan memberikan pengalaman terhadap mahasiswa dalam
mengimplementasikan ilmu yang telah didapatkan dikelas. SALMAN AGRO
FARM JEMBER merupakan salah satu usaha mandiri yang bergerak di bidang
pertanian yang terletak di Kabupaten Jember yang merupakan tempat praktik kerja
lapang penulis dalam belajar teknik budidaya tanaman kembang kol khususnya di
tahapan panen dan pascapanen kembang kol (Brassica oleracea var.botrytis).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM UYUNG MAHARDIKA MUKTI WINAHYU |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PANEN DAN PASCA PANEN; KEMBANG KOL; SALMAN AGRO FARM KABUPATEN JEMBER |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:48 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5812 |
