MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA, MANAJEMEN MUTU DAN MANAJEMEN PEMASARAN KOMODITAS KEDELAI DI BADAN PENELITIAN ANEKA KACANG DAN UMBI (BALITKABI), MALANG.

Ayu Arifin; Riana Zulfaa Usman; Faridatul Kurnia (2022) MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA, MANAJEMEN MUTU DAN MANAJEMEN PEMASARAN KOMODITAS KEDELAI DI BADAN PENELITIAN ANEKA KACANG DAN UMBI (BALITKABI), MALANG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23980-190321100018-AYU ARIFIN#190321100018#AGRIBISNIS.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23980-190321100018-AYU ARIFIN#190321100018#AGRIBISNIS.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kedelai adalah salah satu komoditas pangan yang dianggap penting
setelah padi dan jagung oleh masyarakat Indonesia. Komoditas kedelai
merupakan tanaman polong-polongan yang dapat ditanam dilahan kering dan
lahan sawah. Menurut (Ginting RMS, 2018) penanaman tanaman kedelai
biasa dilakukan setelah panen padi yaitu di akhir musim penghujan. Kedelai
atau tanaman yang memiliki nama ilmiah (Glycine Max (L) meriil) ini
merupakan salah satu bahan dasar dari pembuatan tahu, tempe kecap,
tauge dan tauco, sekaligus dapat digunakan sebagai bahan campuran untuk
makanan ternak yang memiliki kandungan protein, karbohidrat dan minyak
nabati (Marliah et al., 2012).
Tingkat produksi kedelai nasional masih terbilang sangat rendah, hal ini
dapat kita lihat melalui data BPS produksi kedelai Indonesia pada tahun 2019
yang mengalami penurunan sebesar 225.831 ton dari tahun sebelumnya.
Produksi kedelai di Jawa Timur juga masih terbilang sangat rendah sehingga
perlu melakukan impor demi memenuhi kebutuhan konsumsi kedelai. Hal ini
dikatakan juga oleh kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Provinsi Jawa
Timur yang mengatakan “produksi kedelai di Jawa Timur pada Tahun 2020
sebesar 57.235 ton, sedangkan tingkat kebutuhan konsumsi kedelai
mencakup 447.912 ton, dengan demikian defisit yang harus dipenuhi dengan
impor sebesar 390.677 ton” (Irawan, 2021). Menurut Badan Pusat Statistik
(BPS) produksi kedelai pada tahun 2017 sebesar 11.700 ton dan tahun 2018
sebesar 19.763 ton. Hal ini menunjukkan tingkat produksi kedelai di
Kabupaten Malang meningkat setiap tahunnya. Dalam hal ini varietas
berperan penting untuk dapat meningkatkan produktivitas, karena potensi
genetic dapat mempengaruhi pencapaian hasil yang tinggi (Marliah et al.,
2012).
BALITKABI merupakan salah satu Badan Penelitian yang memproduksi
benih kedelai dengan berbagai jenis varietas. Unit Pengelolaan benih
Sumber (UPBS) merupakan sarana/ wadah yang menjadi tempat
pengelolaan benih dari komoditas kedelai di BALITKABI, Malang. Oleh
karena itu kami memilih BALITKABI sebagai lokasi Praktik Kerja Lapang,
tepatnya di Unit Pengelolaan benih Sumber (UPBS). Dengan demikian maka
disusunlah laporan ini untuk mengetahui bagaimana Manajemen Sumberdaya Manusia, Manajemen Mutu dan Manajemen Pemasaran
komoditas kedelai di BALITKABI, Malang.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ayu Arifin; Riana Zulfaa Usman; Faridatul Kurnia
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA; MANAJEMEN MUTU; MANAJEMEN PEMASARAN; KEDELAI; BADAN PENELITIAN ANEKA KACANG DAN UMBI (BALITKABI), MALANG.
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:48
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5799

Actions (login required)

View Item
View Item