TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CAISIM (Brassica juncea) DI CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA

AMMAR HERWANTO (2021) TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN CAISIM (Brassica juncea) DI CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23969-180311100062-Ammar Herwanto_180311100062.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23969-180311100062-Ammar Herwanto_180311100062.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Caisim (Brassica juncea L.) merupakan tanaman sayuran yang tumbuh di
iklim sub-tropis yang mampu beradaptasi dengan baik pada iklim tropis.
Kandungan yang terdapat pada Caisim adalah protein 6,3%, karbohidrat 11,2%,
Vitamin A 84,9%, Vitamin B 12,3%, dan Vitamin C 59%. Selain itu daun Caisim
berkhasiat untuk peluruh air seni, akarnya berkhasiat sebagai obat batuk, obat nyeri
pada tenggorokan dan peluruh air susu, bijinya berkhasiat sebagai obat sakit kepala.
Caisim pada umumnya banyak ditanam di dataran tinggi, namun dapat pula di
dataran rendah. Caisim termasuk tanaman yang mampu beradaptasi terhadap suhu
tinggi (panas). Caisim merupakan komoditi yang memiliki nilai komersial dan
digemari masyarakat Indonesia.
Tanaman Sawi merupakan salah satu tanaman sayur yang sudah populer di
masyarakat dan termasuk komoditi yang digemari terutama varietas sawi hijau
sehingga permintaan jenis sayur ini sangat besar. Di Provinsi Gorontalo
produksinya mencapai 220 ton pada tahun 2007 dan meningkat menjadi 244 ton
pada tahun 2008. Namun pada tahun 2009 menurun menjadi 108 ton dan semakin
menurun hingga tahun 2011 menjadi 83 ton. Masa panen yang singkat dan pasar
yang terbuka luas merupakan daya tarik untuk mengusahakan caisim. caisim
mempunyai nilai ekonomi tinggi setelah kubis crop, kubis bunga dan brokoli.
Konsumsi caisim diduga akan mengalami peningkatan sesuai pertumbuhan jumlah
penduduk, meningkatnya daya beli masyarakat, kemudahan tanaman ini diperoleh
di pasar, dan peningkatan pengetahuan gizi masyarakat. Oleh karena itu perlu
dilakukan perbaikan budidaya yang sudah ada agar hasilnya meningkat(Rukmana,
1994).
Permintaan masyarakat terhadap caisim semakin lama semakin meningkat.
Dengan permintaan caisim yang semakin meningkat, maka untuk memenuhi
kebutuhan konsumen, baik dalam segi kualitas maupun kuantitas, perlu dilakukan
peningkatan produksi. Sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan daun Caisim baik sebagai bahan pokok maupun sebagai pelengkap masakan tradisional
serta sering sebagai pelengkap masakan cina.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AMMAR HERWANTO
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; CAISIM; CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN YOGYAKARTA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:47
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5778

Actions (login required)

View Item
View Item