MESIN DAN PERALATAN INDUSTRI PADA PRODUKSI KARET (Heave Brasiliensis) PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI

RIFQI SYARIF HIDAYAT (2022) MESIN DAN PERALATAN INDUSTRI PADA PRODUKSI KARET (Heave Brasiliensis) PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23960-190331100020-Rifqi Syarif Hidayat#190331100020.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23960-190331100020-Rifqi Syarif Hidayat#190331100020.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Kegiatan produksi adalah kegiatan penambahan nilai guna suatu produk
berupa barang atau jasa dengan melewati proses awal sampai dengan hasil
akhir dari proses produksi. Di dalam proses produksi, faktor produksi mempunyai
hubungan yang sangat erat dengan produk yang dihasilkan. Produk akhir
sebagai output dari proses produksi sangat bergantung pada faktor produksi
sebagai input dalam proses produksi tersebut. Faktor produksi bersifat mutlak
dalam setiap kegiatan produksi karena faktor produksi dapat menentukan
kelancaran proses input menjadi output (Sudarso 2022).
Jumlah faktor produksi adalah tetap, jumlah penggunaan faktor produksi
tidak tergantung pada jumlah produksi. Ada atau tidaknya kegiatan produksi,
faktor produksi harus tetap tersedia sedangkan jumlah penggunaan faktor
produksi variabel tergantung tingkat produksinya. Semakin besar tingkat
produksi, maka semakin banyak pula faktor produksi yang digunakan (Mandala
dan Parthana 2002). Menurut Khaidarmasyah dan Ridwan (2019), identifikasi
faktor yang memengaruhi kinerja proses produksi dikelompokkan berdasarkan
kategorisasi yang telah ditetapkan berdasarkan faktor produksi, yang dikenal
sebagai (5M) meliputi Man Money Material Machine Method. Menurut Hidayat
(2019), pengelolaan persediaan dapat menentukan berapa banyak jumlah
persediaan barang, keseimbangan faktor produksi juga diperlukan untuk
menunjang kelancaran aktivitas produksi. Faktor produksi tersebut meliputi (5M)
yaitu bahan (Material), mesin (Machine), metode (Method), modal (Money), dan
sumber daya manusia (Man). Kelima faktor produksi tersebut harus saling
melengkapi satu sama lain agar dapat mencapai keberhasilan suatu proses
produksi.
Mesin dan peralatan adalah suatu perlengkapan yang digunakan untuk
mempermudah kinerja dalam menghasilkan barang maupun jasa. Untuk
mencegah proses pengerjaan yang rumit, maka dari berbagai industri
menggunakan mesin yang berteknologi canggih untuk mempermudah proses
produksi sehingga lebih menghemat waktu dan lebih efisiensi terhadap SDM
yang keluar (Aziza dan Irwan 2010). Menurut Jasasila (2017), mesin dan
peralatan merupakan salah satu aspek penting untuk kinerja dalam sebuah
perusahaan. Mesin dan peralatan juga merupakan suatu perlengkapan industri
yang digerakkan oleh suatu kekuatan atau tenaga yang digunakan untuk membantu manusia dalam menghasilkan produk. Dengan kata lain apabila
progresnya baik, maka dapat memberikan dampak positif bagi perusahaan
dalam menghasilkan suatu produk yang berkualitas.
Pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini melaporkan tentang mesin dan
peralatan industri berdasarkan referensi-referensi diatas. Terdapat beberapa
mesin dan peralatan industri digunakan dalam industri karet setengah jadi pada
PT Perkebunan Nusantara XII Ngrangkah Pawon Kediri. Adapun beberapa
mesin dan peralatan industri yang digunakan, diantaranya mesin crepe mangel
TBC, mesin crepe mangel RSS, mesin crepe mangel sampel lateks, mesin press,
perpipaan dan pengaliran lateks, perpipaan dan pengaliran air, bak koagulasi,
sekat aluminium, tongkat pengaduk, mangkok cetakan, saringan, timbangan,
bambu penjemur, begel, spray gun, alat pengangkut dan penggaris.
Terdapat beberapa ruang lingkup pembahasan dalam pelaporan
pelaksanaan PKL yang terkait mesin dan peralatan industri diantara,
penjadwalan maintenance, kerusakan pada mesin dan peralatan industri dan
cara perbaikan dan pemeliharaan mesin dan peralatan industri. Menurut Karunia
et al. (2017), kegiatan penjadwalan maintenance diklasifikasikan menjadi
kegiatan preventive maintenance dan corrective maintenance. Preventive
maintenance merupakan tindakan perawatan yang dilakukan secara terencana
untuk mencegah terjadinya potensi kerusakan. Sedangkan corrective
maintenance dilakukan setelah terjadinya kerusakan, sehingga merupakan
bagian dari perawatan yang tidak terencana.
Menurut Daulay et al. (2013), kerusakan mesin disebabkan oleh
komponen-komponen mesin yang sering atau terus-menerus mengalami
kerusakan serta penyebabnya karena belum adanya tindakan perawatan yang
baik yang dilakukan oleh perusahaan. Menurut Tanurahardja et al. (2009),
maintenance atau perawatan mempunyai arti aktivitas yang dilakukan untuk
mencegah kerusakan. Sedangkan repair atau perbaikan mempunyai arti kegiatan
atau tindakan yang dilakukan untuk memperbaiki kerusakan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RIFQI SYARIF HIDAYAT
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords MESIN INDUSTRI; KARET; PT PERKEBUNAN NUSANTARA XII NGRANGKAH PAWON KABUPATEN KEDIRI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:47
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5765

Actions (login required)

View Item
View Item