TRUNOJOYO-KP-23955-180331100022-Riky Satrio Pambudi#180331100022.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Singkong merupakan bahan pangan yang alternatif sebagai pengganti
pangan utama beras. Singkong sebagai pangan alternatif karena produksi
singkong di Indonesia mencapai 21 juta ton. Tanaman singkong sangat muda
beradaptasi di Indonesia karena wilayahnya yang marginal dengan tingkat hujan
rendah sehingga bias ditanam di seluruh wilayah Indonesia. Singkong dapat
diolah menjadi berbagai produk makanan seperti, keripik singkong, tape
singkong, singkong goreng, singkong rebus dan lain sebagainya (Pradiptya. 2019)
Keripik singkong merupakan makanan ringan yang dibuat dari irisan tipis
dari umbi singkong. Pada proses pembuatan keripik singkong dikupas, diserut, di
potong tipis-tipis dan kemudian digoreng. Peluang usaha keripik singkong
mempunyai prospek yang menguntungkan jika dalam pengelolaannya dijalankan
dengan baik, Karena keripik singkong yang rasanya enak dan renyah tentu juga
harga yang sangat terjangkau dimasyarakat dan juga biasa dijadikan sebagai oleh-
oleh (Gatot. 2017).
Proses produksi merupakan kegiatan mengolah bahan baku dan bahan
pembantu dengan memanfaatkan peralatan sehingga menghasilkan suatu produk
yang lebih bernilai dibandingkan dengan bahan awalnya. Proses produksi keripik
singkong dimulai dari penerimaan bahan baku, pengupasan, penyerutan lapisan
pati singkong, perajangan, penggorengan, penirisan dan pengemasan keripik
singkong. Perbedaan dari proses produksi keripik singkong pada umunya adalah
terletak pada bagian penangannya yaitu terdapat proses penyerutan atau
pengkerikan pada lapisan atas daging singkong sedalam 7 mm yang bertujuan
ketika singkong di goreng tidak ada warna hitam kecoklatan di area sisi keripik
singkong sehingga keripik yang dihasilkan akan lebih bermutu dan berkualitas,
dan dalam penanganannya tidak adanya proses pencucian karena mulaidari awal
sampai akhir proses selalu menggunakan sarung tangan plastik sehingga
kebersihan terjaga dan juga singkong tidak banyak mengandung air sehingga
dapat mempercepat proses penggorengan. Adapun salah satu industri rumah tangga yang sudah mendapat ijin PIRT
yaitu CV. Lembah Hijau Lamongan.UMKM ini merupakan salah satu unit usaha
rumah tangga yang terletak di Kecamatan Kedungpring, Kabupaten Lamongan,
Jawa Timur.UMKM inibergerak dalamindustri jajanan maupun makanan ringan
seperti keripik singkong, keripik pisang, keripik jagung, dan jajanan-jajanan
lainnya. UMKM ini juga sudah beroperasi setiap hari walaupun produksinya
masih belum pasti dan berbeda-beda setiap harinya, produksi yang dilakukan juga
menyesuaikan permintaan dan kepentingan yang ada. Setiap olahan pangan yang
diproduksi oleh UMKM CV. Lembah Hijau ini kemudian akan dipasarkan di
banyak toko oleh-oleh yang berada di wilayah Kabupaten Lamongan dan juga
supermarket yang telah menjadi mitra bisnisnya.Dengan kondisitersebut, maka
perlu untuk dilakukan survei terhadap aspek keamanan pangan serta perlujuga
dilakukankajian kesesuaian proses produksi dan sanitasiyang dilakukan CV.
Lembah Hijau terhadapketentuan pemerintah dalam menghadirkanproduk pangan
yang aman dikonsumsi dan berkualitas bagi setiap konsumen.Karena dengan
sanitasi yang baik dapat mencegah terjadinya perpindahan penyakit dari produk
kepada konsumen.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RIKY SATRIO PAMBUDI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; KERIPIK SINGKONG; CV. LEMBAH HIJAU LAMONGAN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5755 |
