TRUNOJOYO-KP-23947-190331100015-Kamilia Nuriya#190331100015.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai
ekonomis yang cukup tinggi diantara tanaman perkebunan lainnya dan
berperan penting sebagai sumber devisa negara. Secara signifikan produksi biji
kopi di Indonesia terus meningkat, namun mutu hasil pengolahn kopi yang
dihasilkan umumnya rendah. Oleh karena itu, untuk memperoleh biji kopi yang
bermutu baik maka memerlukan penanganan pasca panen yang tepat.
Perkembangan kopi di Indonesia mengalami kenaikan produksi yang cukup
pesat, pada tahun 2007 produksi kopi mencapai sekitar 676.5 ribu ton dan pada
tahun 2013 produksi kopi sebesar 691.16 ribu ton. Sehingga produksi kopi di
Indonesia dari tahun 2007-2013 mengalami kenaikan sebesar 2.17%.
Optimalisasi produksi dan peningkatan pendapatan petani menjadi tujuan dan
sasaran dalam pengelolaan kegiatan usaha tani kopi. Kondisi ini akan tercapai
jika petani mampu mengelola dan mengalokasikan sumber daya atau faktor
produksi yang dimilikinya Putri et al., 2018) .
Kopi merupakan jenis tumbuhan yag mengandung kafein dan dapat diolah
menjadi minuman lezat. Kafein pada kopi diketahui memiliki manfaat apabila
dikonsumsi oleh manusia dan juga memiliki dampak buruk bagi tubuh jika
dikonsumsi pada saat kondisi tubuh tertentu serta dalam kadar jumlah kafein
yang cukup tinggi. Konsumsi kafein berlebihan dapat menyebakan warna gigi
berubah bau mulut, dan bahkan penuaan dini. Kopi dikenal dengan minuman
yang memiliki kandungan kafein yang berkadar tinggi. Kafein adalah senyawa
alkoloid metilxantine (basa purin) yang berwujud kristal berwarna putih dan
bersifat psikoaktif. Mengkonsumsi kafein berguna untuk meningkatkan
kewaspadaan, menghilangkan kantuk dan bisa menaikkan mood (Latunra et al.,
2021) . Pada pengolahan kopi terdapat hal penting yang mempengaruhi mutu
produk kopi olahan yang dihasilkan. Bahwa yang mempengaruhi mutu dari kopi
mencakup kultivar, blend, proses produksi dan penyimpanan. Secara detail,
proses mencakup sejak biji kopi dipanen sampai dengan kopi biji siap diolah,
dipasarkan atau di simpan (Jaya et al., 2019) .
Di Indonesia masalah kesehatan dan keselamatan kerja pada karyawan
masih sangat kurang di perhatikan, tak jarang kalau karyawan harus menuntut
kepada pemerintah agar perusahaanya membuat dan menerapkan sistem K3 .
Terdapat faktor yang menghambat produktivitas seorang karyawan seperti
kesehatan dan keselamatan kerja dalam perusahaan tentu bukan hal yang aneh
jika ada kecelakaan dalam bekerja, hal tersebut menjadi salah satu faktor
penghambat dalam menciptakan produk di suatu perusahaan. Produktivitas kerja
merupakan suatu istilah yang sering digunakan dalam perencanaan
pengembangan industri pada khususnya dan perencanaan pengembangan
ekonomi nasional pada umumnya. Produktivitas pada perusahaan bisa di
tentukan oleh suatu perusahaan yang dilakukan dalam pemanfaatan seluruh
faktor-faktor produksi sumber manusia (SDM) yang di lakukan secara efisien dan
efektif (Prabowo et al., 2018) .
Kaselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan perhatian dan
perlindungan yang diberikan perusahaan ke karyawan. Keselamatan dan
kesehatan kerja adalah kegiatan yang menjamin terciptanya kondisi yang aman,
nyaman dan terhindar dari gangguan fisik dan mental melalui pelatihan,
pengarahan dan pengontrolan. Tempat atau lingkungan kerja dalam sebuah
perusahaan akan mempengaruhi terhadap pekerjaan karyawannya, lingkungan
kerja yang buruk akan membuat karyawan merasa tidak merasa aman dan
terganggu dalam melakukan pekerjaanya dan akan membuat kinerja karyawan
menurun. Tinggi rendahnya kinerja karyawan dipengaruhi oleh faktor
kenyamanan dalam bekerja, oleh karena itu faktor dari lingkungan itu sangat
berpengaruh (Nissa & Amalia, 2018) .
Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang benar-benar menjaga
keselamatan dan kesehatan karyawannya dengan dengan membuat aturan
tentang keselamatan dan kesehatan kerja yang dilaksanakan oleh seluruh
karyawan dan pimpinan perusahaan. Dalam sebuah perusahaan juga terdapat
aktivitas yang memiliki resiko kegagalan, salah satunya adalah kecelakaan kerja.
Untuk itu sebuah perusahaan perlu adanya Keselamatan dan Kesehatan Kerja
(K3) harus terpadu semua yang terdapat di dalam perusahaan. Dalam
pelaksanaannya banyak banyak ditemui hambatan dalam penerapan K3 dalam
dunia kerja, hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti K3 belum menjadi
tuntutan pekerja, dan tuntutan pekerja masih pada kebutuhan dasar (Alfalah,
2021) .
PT Tiga Matahari Jaya berdiri pada tahun 2020 yag berlokasi di jember,
Jawa Timur. PT Tiga Matahari Jaya dengan bangga mempersembahkan produk
kopi dengan kualitas bahan baku terbaik dan rasa yang juga istimewa. PT Tiga Matahari Jaya menjual kopi robusta dengan kualitas terbaik baik dalam bentuk
biji sangrai atau biji oven (Roasted beans) maupun dalam bentuk bubuk
(Powder). PT Tiga Matahari Jaya berkomitmen menghadirkan produk kopi terbaik
salah satunya dengan meningkatkan cita rasa kopi robusta yang ada di Wilayah
jawa Timur. PT Tiga Matahari Jaya memasarkan hasil produksi kopinya ke
daerah Jawa Timur seperti banyuwangi, jember, surabaya, sidoarjo, situbondo,
probolinggo dan lumajang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM KAMILIA NURIYA |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3); PROSES PRODUKSI; PT TIGA MATAHARI JAYA JEMBER |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5744 |
