TRUNOJOYO-KP-23946-190331100079-Dzilalin Najmi#190331100079#Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Industri garam berperan penting dalam pemenuhan kebutuhan garam
nasional. Kebutuhan garam nasional di Indonesia terbagi menjadi kebutuhan
garam untuk konsumsi rumah tangga dan kebutuhan garam untuk bahan baku.
Kebutuhan garam untuk bahan baku digunakan oleh berbagai jenis industri
dalam usaha produksinya, di antaranya oleh industri kimia, industri pangan,
industri farmasi, industri tekstil, dan berbagai jenis industri lainnya (Dharmayanti
2013). Menurut Kementerian Perindustrian, jumlah kebutuhan garam nasional
pada tahun 2021 mencapai angka 4,6 ton, 84 persennya merupakan kebutuhan
industri manufaktur. Melihat tren kebutuhan garam nasional yang terus
meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan perkembangan dan pertumbuhan
industri garam menjadi salah satu fokus penting dalam usaha pengurangan
jumlah impor garam (Rusiyanto et al., 2013).
Indonesia memiliki PT Garam dan produksi garam rakyat sebagai agen
pemasok kebutuhan garam nasional. Dalam kegiatan produksinya, garam
diproduksi dengan menggunakan metode penguapan air laut dengan bantuan
cahaya matahari. Dilihat dari sisi kualitas, garam produksi PT Garam memiliki
kualitas yang lebih baik dibandingkan dengan garam produksi rakyat. Hal
tersebut disebabkan oleh PT Garam memiliki jumlah luas lahan produksi garam
yang besar sehingga waktu penguapan terjadi lebih lama. Adapun kriteria
kualitas yang spesifik dalam kebutuhan konsumsi garam rumah tangga yaitu
garam konsumsi memiliki kandungan NaCl sebesar 85% hingga 97%. Sementara
kriteria kualitas garam untuk kebutuhan industri yaitu memiliki kandungan NaCl
sebesar 90% hingga 99,8% (Dharmayanti et al., 2013). Berdasarkan kriteria
tersebut, kualitas produksi garam oleh PT Garam di tetapkan sesuai dengan SNI
garam.
Setiap tahapan dalam proses produksi garam tentunya diharapkan
berjalan dengan lancar dan efisien sehingga dapat menghasilkan produk yang
sesuai dengan spesifikasi kualitas yang dibutuhkan serta mencegah
terbentuknya waste selama proses produksi. Salah satu indikator inefisiensi yang
terdapat di dalam produksi garam yaitu terbentuknya lumpur padat hasil
pengendapan air pencucian garam, dan terdapatnya produk sampingan. Usaha
pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya inefisiensi
produksi garam yaitu penerapan cleaner production atau produksi bersih. Pada proses industri, produksi bersih berarti meningkatkan efisiensi pemakaian bahan
baku, energi, mencegah atau mengganti penggunaan bahan-bahan berbahaya
dan beracun, mengurangi jumlah dan tingkat racun semua emisi dan limbah
sebelum meninggalkan proses. Pada produk, produksi bersih bertujuan untuk
mengurangi dampak lingkungan selama daur hidup produk, mulai dari
pengambilan bahan baku sampai ke pembuangan akhir setelah produk tersebut
tidak digunakan (Ariyanti et al., 2014).
PT Garam (Persero) merupakan perusahaan yang bergerak dalam
bidang produksi garam bahan baku (krosok) dan produksi garam konsumsi di
bawah BUMN. PT Garam terbagi menjadi 3 unit pabrik produksi yaitu di industri
Camplong Sampang, industri Segoromadu Gresik, dan industri Manyar Gresik.
Luas lahan yang di miliki oleh PT Garam yaitu sebesar 5.000 hektar dengan
menghasilkan 100 ton garam krosok tiap musimnya. Setiap tahunnya, industri
garam Segoromadu Gresik memproduksi garam olahan sebesar 25.000 ton,
industri Camplong Sampang sebesar 63.000, dan industri Manyar Gresik
sebesar 40.000 ton. Di lihat dari sisi kualitas terhadap kandungan NaCl, produk
garam hasil produksi PT Garam memiliki kadar NaCl untuk garam olahan
sebesar >97% dan kadar NaCl untuk garam bahan baku sebesar >90%. Dalam
usaha mempertahankan kualitas produk yang dihasilkan dan untuk dapat terus
bersaing di pasar global, penerapan produksi bersih di PT Garam penting
dilakukan. Tujuan penerapan produksi bersih ialah untuk dapat meningkatkan
produktivitas garam dengan cara meningkatkan efisiensi dalam penggunaan
bahan baku dan bahan penolong, energi dan air, serta mendorong performansi
lingkungan yang lebih baik dalam upaya pencegahan terbentuknya limbah dan
daur ulang produk (Zulmi et al., 2018). Bagaimana penerapan produksi bersih
yang dilakukan oleh PT Garam Persero pada setiap tahapan produksinya
menjadi topik yang menarik untuk dipelajari. Oleh karena itu perlu dilakukan
Praktik Kerja Lapang di PT Garam Persero.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DZILALIN NAJMI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PRODUKSI; PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5743 |
