TRUNOJOYO-KP-23942-190331100107-Putra Bagus Dwi Cahya Purnama#190331100107.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Limbah merupakan sisa atau buangan dari satu kegiatan baik itu berasal
dari aktivitas rumah tangga maupun industri yang sudah tidak dapat
dimanfaatkan kembali. Berdasarkan bentuknya limbah dibedakan menjadi dua
yaitu limbah cair dan limbah padat (Fajriyah Wardhani, 2019). Limbah cair
merupakan limbah berupa cairan, umumnya air. Sedangkan limbah padat
merupakan sisa buangan dari aktivitas rumah tangga maupun industri yang
berbentuk padat. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa jika suatu jenis limbah
terus menerus ditimbun dan dibiarkan tanpa adanya proses pengolahan maka
limbah tersebut akan mengancam kondisi lingkungan dimana limbah tersebut
berada. Tingkat ancaman yang diberikan tergantung pada jenis kandungan yang
terdapat dalam limbah tersebut (Rizki Syamsudin, 2014). Maka dari itu
teknologi pengolahan limbah menjadi suatu sistem yang penting di dunia yang
semakin modern saat ini. Konsep produk hijau dan produk daur ulang
merupakan satu konsep yang dibentuk untuk mencegah terbentuknya limbah,
terutama limbah dari proses industrialisasi (Hosen, 2012).
Pengolahan secara fisika, kimia, dan biologi yaitu cara untuk mengolah
limbah. Secara fisika metode yang biasa digunakan yaitu proses sedimentasi,
koagulasi-flokulasi, oksidasi kimia, dan lain sebagainya. Adapun proses
pengolahan limbah secara biologi dapat berupa proses aerob maupun anaerobik.
Dalam proses pemilihan alternatif pengolahan limbah perlu dipertimbangkan
dengan baik dari segi kemampuan proses meremoval polutan, kemampuan
finansial dan kemudahan operasi dan perawatan (Indrayani Rahmah, 2018).
Proses degradasi anaerobik merupakan salah satu alternatif untuk pengolahan
limbah. Proses anaerobik memiliki kelebihan yaitu memiliki efisiensi pengolahan
zat organik yang tinggi, biaya yang terjangkau, dan lumpur yang dibentuk sedikit.
Disisi lain proses anaerobik memiliki kekurangan removal nutien yang kecil
sehingga diperlukan proses lain untuk mengolah nutrien (Adi et al., 2016).
PT.Garam (Persero) merupakan industri garam beryodium yang berlokasi
di Sampang Jawa Timur. PT.Garam (Persero) memproduksi dua jenis garam
konsumsi yaitu garam halus beryodium dan garam halus non-yodium. Proses
produksi tersebut menghasilkan limbah buangan berupa cairan dan padatan.
Pada proses produksi PT.Garam (Persero) memperoleh bahan baku yang
didatangkan dari Sumenep Jawa Timur. Industri Garam merupakan industri yang bergerak dalam bidang produksi garam baik berupa garam halus maupun garam
krosok. Tahapan dalam proses produksi garam tentunya memerlukan bahan
baku salah satunya air. Air memiliki peranan penting untuk setiap tahapan proses
produksi garam yang berkualitas (Assadad, 2011). Adapun penggunaan air yang
berlebihan akan berdampak pada produksi limbah cair dan limbah padat.
Keberadaan limbah yang tidak diolah dapat menyebabkan pencemaran
lingkungan (Astuti, 2015). Oleh karena itu manajemen pengolahan limbah cair
dan padat di PT Garam (Persero) merupakan suatu materi yang penting untuk
dipelajari.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Putra Bagus Dwi Cahya Purnama, |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | LIMBAH; PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG, SAMPANG MADURA, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:47 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5736 |
