PROSES PENGEMASAN GARAM HALUS KARUNGAN BERYODIUM DI PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG

UMUL NUR KAUTSAR (2022) PROSES PENGEMASAN GARAM HALUS KARUNGAN BERYODIUM DI PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23926-190331100088-Umul Nur Kautsar_190331100088.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23926-190331100088-Umul Nur Kautsar_190331100088.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Madura merupakan salah satu pulau penghasil garam terbesar di Indonesia.
Tidak heran bila Madura ini juga dikenal sebagai pulau garam, sebab Madura
memiliki 60% luas lahan produktif nasional untuk produksi garam (Amami &
Ihsannudin, 2016). Bahkan keempat kabupaten yang di Madura, yaitu Bangkalan,
Sampang, Pamekasan, dan Sumenep semuanya memproduksi garam.
Berdasarkan data dari Kementrerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada tahun
2015, Sampang diketahui sebagai Kabupaten penghasil garam terbesar di
Madura, yaitu mencapai 398.983,61 ton.
Produksi garam di Sampang tersebut tersebar di lima kecamatan, yaitu
Kecamatan Pangarengan, Kecamatan Sreseh, Kecamatan Jrengik, Kecamatan
Camplong, dan Kecamatan Sampang. Adapun produksi garam di kelima
kecamatan tersebut dilakukan secara tradisional dan modern. Produksi secara
tradisional dilakukan oleh masyarakat melalui usaha tambak garam. Sedangkan
produksi secara modern dilakukan oleh perusahaan, salah satunya oleh PT Garam
(Persero) yang berada di Unit Camplong.
PT Garam (Persero) sendiri merupakan perusahaan BUMN (Badan Usaha
Milik Negara) yang bergerak dalam industri manufacture garam untuk memenuhi
kebutuhan garam konsumsi di Indonesia. Produk yang dihasilkan dari perusahaan
ini adalah garam bahan baku dan garam olahan beryodium yang terdiri atas garam
karungan, garam cap segitiga “G”, garam lososa (low sodium salt), serta bittern.
Adapun untuk PT Garam (Persero) Unit Camplong memproduksi garam karungan
beryodium.
Pengemasan merupakan suatu proses akhir yang sangat menentukan
kelancaran proses distribusi dan pemasaran produk dalam industri pangan.
Kemasan tidak hanya diperlukan untuk melindungi isi produk dari berbagai macam
kerusakan. Sebab, kemasan juga digunakan sebagai media untuk menyampaikan
atribut produk serta citra merk (Santoso et al., 2018). Hal tersebut sesuai dengan
penelitian yang telah dikemukakan oleh Apriyanti (2018), bahwa kemasan memiliki
peran penting dalam memberikan pengaruh terhadap keputusan konsumen untuk
membeli suatu produk. Artinya, semakin baik kemasan yang ditampilkan oleh
suatu perusahaan, maka akan semakin banyak pula konsumen yang memutuskan
untuk membeli produknya. Proses pengemasan yang ada di PT Garam (Persero) Unit Camplong
diilakukan secara mekanis dengan menggunakan mesin bagging. Setiap tahapan
proses pengemasan perlu dilakukan dengan sebaik mungkin agar menghasilkan
produk dengan kualitas terbaik tanpa adanya cacat. Selain itu, pemilihan bahan,
bentuk, warna, desain, kelengkapan informasi produk pada kemasan garam
karungan beryodium di PT Garam (Persero) Unit Camplong juga menjadi hal yang
perlu diperhatikan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
UMUL NUR KAUTSAR
Department Teknologi Industri Pertanian
Uncontrolled Keywords ENGEMASAN PRODUK; GARAM HALUS KARUNGAN BERYODIUM; PT GARAM (PERSERO) UNIT CAMPLONG
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:46
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5702

Actions (login required)

View Item
View Item