TRUNOJOYO-KP-23917-190341100108-ANNISA RAMADHANTI#190341100108#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Perikanan merupakan salah satu kegiatan yang perekonomiannya
memanfaatkan sumber daya alam dengan menggunakan teknologi dan
membutuhkan ilmu pengetahuan. Garis pantai sepanjang 95.181 km dan laut seluas
5,4 juta km2 membuat Indonesia dijuluki sebagai negara maritim yang memiliki
variasi komoditas perikanan melimpah (Pramana et al., 2015). Christanti Azhar,
(2019) menyatakan bahwa hampir seluruh penduduk Indonesia mengonsumsi ikan
setiap harinya dan merupakan makanan yang mudah di dapat dari laut.
Permasalahan utama yang dihadapi oleh penduduk Indonesia berupa permasalahan
bahwa tidak semua ikan layak untuk dikonsumsi. Produk perikanan merupakan
bahan pangan yang sangat mudah terkontaminasi oleh bakteri patogen sehingga
dapat menyebabkan keracunan dan hal fatal lainnya kepada komsumen. Aktivitas
mikroorganisme pada ikan dapat membuat ikan mengalami proses pembusukan
lebih cepat. Pembusukan pada ikan tentunya sangat menghambat pemasaran ikan
kepada khalayak sehingga dapat mengakibatkan kerugian besar pada saat produksi
ikan melimpah (Christanti Azhar, 2019).
Salmon adalah jenis ikan yang tidak dimiliki Indonesia dan termasuk salah
satu ikan yang permintaannya semakin meningkat dari tahun ke tahun. Apriliani &
Deswanti, (2020) menyatakan bahwa salmon tidak dapat hidup di wilayah perairan
Indonesia dikarenakan oleh faktor suhu. Suhu perairan di Indonesia sangat tidak
memungkinkan untuk keberlangsungan hidup ikan salmon. Salmon dapat bertahan
hidup pada suhu perairan dari -20°C hingga -40°C. Indonesia mempunyai suhu
perairan yang berkisar dari 15°C hingga 10°C. Hal tersebut menjadikan kegiatan
impor harus dilakukan mengingat permintaan konsumen yang semakin meningkat
dari tahun ke tahun. Kegiatan mengimpor salmon dari negara penghasil salmon
terbesar tidak menjamin akan kualitas ikan yang selalu bagus (Apriliani Deswati,
2020).
Salman W, (2016) menyatakan bahwa setiap komoditas perikanan yang
akan diekspor wajib untuk memenuhi persyaratan dan mempunyai keunggulan
mutu tersendiri sehingga dapat lolos dan dapat diterima di negara atau tempat yang dituju. Persyaratan yang paling utama ialah produk perikanan harus bebas dari
Hama dan Penyakit Ikan (HPI) tertentu. HPI merupakan Hama dan Penyakit Ikan
yang belum atau sudah terdapat di area tertentu di wilayah NKRI (Achmad et al.,
2020). Terbitnya UU 21/2019 meningkatkan efektivitas sistem pengendalian
sebaran Hama dan Penyakit Ikan (Achmad et al., 2020). Hama dan penyakit
merupakan mikroorganisme yang dapat merusak dan mengganggu kehidupan
sampai menyebabkan kematian pada ikan. KEPMEN NO.17 Tahun 2021
menjelaskan bahwa Salmon Atlantik termasuk salah satu media pembawa
Aeromonas salmonicida. Bakteri tersebut pertama kali ditemukan pada ikan salmon
dengan ciri-ciri seperti terdapat bercak kemerahan pada kulit ikan salmon (Cipriano
& Bullock, 2001) .Aeromonas salmonicida dapat menyebabkan septikemia yang
parah dan kematian pada ikan salmon yang rentan. Penyakit tersebut disebut dengan
furunkulosis.
Aeromonas salmonicida merupakan salah satu jenis bakteri yang dapat
menurunkan kualitas ikan salmon. Penyakit yang ditumbulkan oleh Aeromonas
salmonicida adalah furunkulosis pada salmon yang ditandai dengan adanya bercak
kemerahan pada bagian kulit ikan serta dapat menular kepada ikan lainnya dengan
cepat. Pentingnya pengetahuan terkait pengamatan ikan salmon yang terinfeksi
Aeromonas salmonicida yang dapat merusak mutu ikan inilah yang menjadi latar
belakang dilaksanakannya Praktik Kerja Lapang (PKL) di Balai Karantina Ikan,
Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Surabaya II.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ANNISA RAMADHANTI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Aeromonas salmonicida; SALMON ATLANTIK; BALAI KIPM SURABAYA II |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5688 |
