PENGOLAHAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT SECARA HORISONTAL DI LAUT BANDA TAHUN 2016-2020

M. HILAL BAGAS KELANA (2021) PENGOLAHAN SEBARAN SUHU PERMUKAAN LAUT SECARA HORISONTAL DI LAUT BANDA TAHUN 2016-2020. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23912-180341100040-M. Hilal Bagas kelana_180341100040_PKL.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23912-180341100040-M. Hilal Bagas kelana_180341100040_PKL.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB)

Abstract

Perubahan suhu menjadi salah satu isu yang hangat dibicarakan
beberapa tahun belakangan ini. Perubahan suhu yang disebabkan oleh
perubahan kondisi lingkungan dan pemanasan global mulai menjadi topik yang
tidak bisa diabaikan. Kondisi lingkungan global yang kian menkhawatirkan
menyebabkan perubahan suhu yang terus meningkat hari demi hari, terutama
perubahan suhu permukaan laut.
Suhu permukaan laut merupakan parameter dalam mengetahui
peranan laut sebagai reservoir panas. Perubahan suhu di suatu perairan
menyebabkan berubahnya sifat air laut dan morfologi biota laut. Wilayah
perairan memiliki suhu permukaan laut yang bervariasi tergantung letak dari
wilayah perairan tersebut (Habibie et al., 2014).
Laut Banda merupakan wilayah perairan yang berada pada Indonesia
Timur yang termasuk dalam perairan Samudera Pasifik Barat yang berbatasan
dengan Samudera Hindia. Topografi laut banda sangat kompleks dengan
bentuk cekungan di bagian barat dan berbentuk palung di bagian timur.
Kawasan perairan Indonesia Timur memiliki kedalaman lebih dari 2.000 m dan
diberapa titik tertentu mencapai 5.000 – 6.000 m (Chodrijah et al., 2013).
Laut banda menjadi salah satu wilayah perairan yang memiliki suhu
perairan yang unik untuk dikaji lebih lanjut. Hal ini dikarenakan laut banda
berada pada daerah katulistiwa yang menyebabkan suhu permukaan di perairan
tersebut relative lebih tinggi dari wilayah non-katulistiwa. Suhu permukaan laut
yang relative lebih tinggi ini berdampak terhadap ekosistem dan biota laut yang
berada pada perairan laut banda. Hal ini yang menjadikan wilayah laut banda
ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai salah satu Kawasan Strategis
Nasional (KSN) di kawasan perairan Indonesia (Agusliana et al., 2017).
Laut Banda telah ditetapkan oleh Pemerintah Republik Indonesia
sebagai Kawasan Konservasi nasional berdasarkan keputusan Kementerian
Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.69/2009. Potensi sumber daya
alam (hayati dan non hayati) yang sangat potensial di Laut Banda menjadi salah
satu faktor mengapa dibentuknya RZ KSN Laut Banda. Selain itu sesuai dengan amanat Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2014
tentang Kelautan pasal 42 (Suraji et al, 2020) serta menindak lanjuti Pasal 18
angka 3 dan Pasal 19 angka 4 UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (CK)
yang menyatakan bahwa Rencana Zonasi Kawasan Strategis Nasional (RZ
KSN) akan diintregrasikan ke dalam Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis
Nasional (RTR KSN), Direktorat Perencanaan Ruang Laut, Ditjen Pengolahan
Ruang Laut, Kementerian Kelautan dan Perikanan pada tahun anggaran 2021
(Yosmina., 2016).
Ditjen Pengolahan ruang laut merupakan unit pelaksana pada
Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas dalam menyelenggarakan
perumusan dan pelaksanaan kebijakan di bidang Pengolahan tata ruang laut,
kawasan konservasi, zonasi daerah dan perizinan pemanfaatan ruang laut.
Ditjen Pengolahan Ruang Laut KKP mempunyai fasilitas dan tenaga ahli yang
mendukung dalam pembelajaran dan penelitian yang dilaksanakan. Dengan
adanya Praktik Kerja Lapang (PKL) di Ditjen Pengolahan Ruang Laut
diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa
mengenai teori dan praktiknya.
Tema suhu permukaan laut dipilih sebagai bentuk validasi Laporan
dalam rangka melengkapi prosedur PKL di Prodi Ilmu Kelautan, Universitas
Trunojoyo Madura. Suhu permukaan laut di RZ KSN Laut Banda menjadi
objek penelitian dan analisis data pada Praktik Kerja Lapang (PKL) di Ditjen
Pengolahan Ruang Laut KKP. Hal ini dikarenakan Laut Banda sebagai
kawasan strategis nasional memiliki potensi sumber daya alam dan ekosistem
yang melimpah yang memiliki kaitan erat terhadap parameter perairan seperti
klorofil-a, arus dan suhu permukaan laut (Ratnawati et al., 2016).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
M. HILAL BAGAS KELANA
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords SUHU PERMUKAAN LAUT; LAUT BANDA
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:46
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5680

Actions (login required)

View Item
View Item