TRUNOJOYO-KP-23911-190341100011-Agil Silva Asmarani#190341100011#Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (881kB)
Abstract
Laut saat ini tercemar dengan berbagai macam sampah. Jenis sampah yang
ditemukan berupa plastik, logam, karet, kertas, tekstil, alat tangkap, kapal dan
kargo. Lainnya dibuang ke laut menjadi sampah laut, yang terjadi setiap hari.
Sampah laut merupakan masalah yang sangat serius karena sampah plastik
membutuhkan waktu yang lama untuk terurai. Indonesia adalah negara terbesar
kedua di dunia yang membuang sampah plastik ke laut. Karena plastik adalah
bahan yang tahan lama, tidak mudah untuk menghilangkan mikroplastik dari
lingkungan laut. Hampir 85% partikel mikroplastik ditemukan di permukaan laut.
Mikroplastik dengan ukuran partikel kurang dari 5 mm telah banyak ditemukan di
perairan di seluruh dunia (Ayuningtyas 2019).
Sampah merupakan masalah masyarakat di seluruh dunia, semuanya
berasal dari darat dan laut. Sampah yang paling melimpah di wilayah darat dan
laut adalah Sampah plastik. Hal ini sesuai dengan (NOAA, 2013) yang menyatakan
bahwa plastik merupakan jenis sampah laut yang paling mendominasi. Sampah
plastik yang terlalu lama di lautan akan terdegradasi oleh arus dan gelombang laut
dan akhirnya akan terurai menjadi mikroplastik. Mikroplastik merupakan bagian
dari sampah laut dan jika terakumulasi dalam jumlah besar di perairan dapat
mengganggu rantai makanan di ekosistem laut. Mikrolastik memiliki ancaman yang
lebih serius dibandingkan dengan plastik dengan ukuran yang lebih besar
(Cauwenberghe et. al 2013).
Daerah yang berpotensi terkontaminasi mikroplastik adalah daerah Sukolilo
Bangkalan, Madura. Bangkalan merupakan salah satu wilayah di Pulau Madura,
yang letak geografisnya sangat strategis karena dekat dengan Selat Madura ,
dekat dengan Pelabuhan Kamal dan Jembatan Suramadu. Letaknya yang
strategis memungkinkan banyak aktivitas manusia seperti penangkapan ikan,
transportasi dan aktivitas sehari-hari masyarakat sekitar. Air di kawasan tersebut
penuh dengan berbagai macam sampah. Sampah yang paling umum adalah
sampah rumah tangga seperti botol, tas dan sereal. Sampah yang menumpuk di
air terlalu lama, akan berubah menjadi mikroplastik. Oleh karena itu, pemilihan
lokasi tersebut akan didasarkan pada kegiatan dan survei yang dilakukan di
masing-masing lokasi. Perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui jumlah dan jenis mikroplastik di perairan Selat Madura yaitu di berbagai tempat di wilayah
Sukolilo.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM AGIL SILVA ASMARANI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | MIKROPLASTIK; PERAIRAN; DESA SUKOLILO BANGKALAN |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5678 |
