TEKNIK BUDIDAYA DAN PEMASARAN PADA KOMODITAS TANAMAN TAHUNAN DI PT. KUSUMA SATRIA DINASASRI WISATAJAYA

Sevita Astriana Rahmawati; Rizky Dwi Anggraini; Wanti Nawangsari (2022) TEKNIK BUDIDAYA DAN PEMASARAN PADA KOMODITAS TANAMAN TAHUNAN DI PT. KUSUMA SATRIA DINASASRI WISATAJAYA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23909-190321100094-Wanti Nawangsari_190321100094_Agribisnis.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23909-190321100094-Wanti Nawangsari_190321100094_Agribisnis.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB)

Abstract

Pertanian di Indonesia merupakan sektor yang memiliki kontribusi penting,
salah satunya sebagai sumber mata pencaharian mayoritas penduduk. Badan
Pusat Statistik (BPS) menyebut bahwa pada Agustus 2021 jumlah tenaga kerja
terbanyak berada pada sektor pertanian dengan jumlah sebanyak 37.130.676 jiwa
dari total tenaga kerja seluruhnya 131.050.523 jiwa. Dalam pertumbuhan ekonomi
di suatu negara, tenaga kerja pada sektor pertanian memberikan kontribusi yang
besar bagi PDB sektor pertanian. Jumlah tenaga kerja yang besar dapat berarti
menambah jumlah tenaga kerja produktif. Dengan meningkatnya produktivitas
tenaga kerja diharapkan akan meningkatnya produksi yang berarti akan
meningkatkan pula PDB negara (Sayifullah Emmalian, 2018).
Selain sebagai penyedia lapangan pekerjaan, pertanian juga berperan
sebagai sektor yang dapat memenuhi kebutuhan pangan, menyediakan bahan
mentah untuk industri, bahan baku ekspor, serta dapat menambah devisa negara.
Hal ini sejalan dengan pendapat Sjamsir (2017) terkait pentingnya pertanian di
Indonesia, yaitu (1) potensi sumber dayanya yang besar dan beragam, (2) pangsa
terhadap pendapatan nasional cukup besar, (3) besarnya penduduk yang
menggantungkan hidupnya pada sektor ini, dan (4) menjadi basis pertumbuhan di
pedesaan. Sektor pertanian merupakan sektor penunjang bagi sektor Indonesia
lainnya yang memegang peranan strategis dalam pembangunan sosial ekonomi
negara, yaitu sebagai penyedia input yang mempengaruhi perkembangan bagi
ekonomi nasional (Paramithasari et al., 2021). Oleh karena itu, pertanian di
Indonesia memegang peranan strategis dalam pembangunan sosial ekonomi
negara.
Pertanian dalam artian luas terbagi dalam beberapa subsektor meliputi
tanaman pangan, tanaman hortikultura, perkebunan, kehutanan, perikanan dan
peternakan. Tanaman hortikultura secara istilah merupakan usaha budidaya
tanaman buah-buahan, sayuran, tanaman hias serta tanaman obat-obatan
(Pitaloka,2017). Hortikultura adalah salah satu sub sektor pertanian yang memiliki
potensi untuk meningkatkan kesejahteraan dari petani, ekspor, serta ekonomi
daerah. Tanaman hortikultura memiliki beberapa keunggulan yang meliputi: teknik budidaya lebih mudah, dapat tumbuh dengan baik pada iklim tropis, memiliki nilai
gizi yang tinggi, memiliki nilai ekonomis yang tinggi, dan memiliki daya saing
ekspor tinggi (Kementan,2019).
Produk hortikultura buah merupakan salah satu hasil komoditas pertanian
yang memiliki potensi dan peluang pasar yang relatif tinggi. Permintaan pasar
akan produk hortikultura buah diperkirakan akan terus meningkat seiring dengan
pertumbuhan penduduk. Selain itu, tingkat konsumsi masyarakat Indonesia yang
masih relatif rendah terhadap buah-buahan juga mendorong pemerintah untuk
menggalakkan peningkatan konsumsi buah setiap harinya. Kementerian Pertanian
(2021), menyatakan bahwa konsumsi masyarakat Indonesia akan buah–buahan
pada tahun 2020 rata–rata 88,56 gram/kapita/hari, angka konsumsi hanya
mencapai 59,04% dari batas minimal AKG (Angka Kecukupan Gizi) yang
direkomendasikan oleh WHO. Upaya peningkatan konsumsi buah oleh
masyarakat Indonesia bertujuan untuk pemenuhan gizi serta peningkatan imunitas
tubuh untuk mencegah penularan virus covid -19.
Menurut Kementan (2021), produksi buah nasional pada tahun 2020
berdasarkan SIMSPH BPS (Sistem Manajemen Statistik Pertanian Hortikultura,
Badan Pusat Statistik) sejumlah 24,8 juta ton, sedangkan pada tahun 2019 data
produksi buah nasional tercatat berjumlah 22.6 juta ton atau naik 4,8% dari tahun
2018. Pada tahun 2020, ekspor hortikultura sebesar USD 645,48 juta yang
meningkat sebesar 37,75% dibanding tahun 2019. Peningkatan ekspor ini
didominasi oleh komoditas buah-buahan dengan lima negara tujuan utama yaitu
China, Hongkong, Malaysia, Arab Saudi, dan Pakistan. Kementerian Pertanian

(2021), juga menyatakan bahwa komoditas hortikultura khususnya produk buah-
buahan merupakan salah satu sektor pertanian yang memiliki potensi besar dalam

meningkatkan kesejahteraan petani serta perekonomian negara.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa wilayah Indonesia
merupakan wilayah yang sangat memungkinkan untuk melakukan pengembangan
potensi pertanian khususnya komoditas hortikultura. Salah satu wilayah di
Indonesia yang memiliki potensi pengembangan pertanian komoditas hortikultura
adalah Kota Batu, Jawa Timur. Data PDRB Kota Batu menurut lapangan usaha
menyatakan bahwa, sektor pertanian secara luas merupakan sektor unggulan
dalam penyumbang perekonomian kota Batu selama sepuluh tahun terakhir (BPS
Kota Batu, 2021).
Kota Batu merupakan kota yang berada di ketinggian rata-rata 897 m di
atas permukaan laut dengan sebagian besar pegunungan dan perbukitan yang
menjadikan Kota Batu terkenal sebagai daerah dingin. Rata-rata suhu udara
selama tahun 2019 adalah 21 derajat celcius dengan suhu terendah terjadi pada
bulan Juli yaitu sebesar 19 derajat celcius (Badan Pusat Statistik Kota Batu, 2020).
Melihat kondisi tersebut maka kota batu cocok untuk dijadikan sebagai tempat
budidaya tanaman buah.
PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya merupakan perusahaan
agrowisata yang bergerak pada bidang pertanian pada subsektor hortikultura yaitu
pembudidayaan tanaman buah yang berada di Kota Batu. PT. Kusuma Satria
Dinasasri Wisatajaya berdiri sejak tahun 1988 sampai saat ini dan telah
membudidayakan berbagai macam buah, antara lain: Apel, Jeruk, Buah Naga,
Jambu dan Stroberi dengan luas kebun lebih dari 50 hektare. Tanaman yang
dibudidayakan digunakan sebagai objek wisata petik bagi para wisatawan yang
berkunjung di kusuma agrowisata, selain itu hasil panen dari kebun buah tersebut
juga dipasarkan langsung kepada konsumen maupun para pedagang di sekitar
wilayah kusuma agrowisata dan juga luar kota. Dalam proses budidaya tanaman
buah pastinya memiliki berbagai kendala yang dialami seperti hama, penyakit
serta cuaca yang berubah-ubah. Untuk menghasilkan kualitas buah yang baik dan
produksi yang melimpah maka perlu diperhatikan teknik budidaya dan perawatan
yang dilakukan. Selain itu, agar buah yang dihasilkan dapat menjangkau
konsumen yang lebih luas dan menambah keuntungan perusahaan selain
mengandalkan pada wisata petiknya, PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya
juga melakukan kegiatan pemasaran. Hal ini juga bertujuan untuk meminimalisir
kerugian apabila banyak buah yang rusak akibat tidak segera dipanen karena
terjadi penurunan wisata petik. Kemampuan pengusaha di bidang pertanian dalam
praktik proses produksi pertanian hulu hingga hilir serta perencanaan strategi
pemasaran sangat penting untuk dipahami oleh para pengusaha yang bergerak di
bidang pertanian. Oleh karena itu perlu diketahui bagaimana teknik budidaya
tanaman buah serta proses pemasaran buah hasil budidaya yang ada di PT.
Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Kota Batu melalui kegiatan PKL.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Sevita Astriana Rahmawati; Rizky Dwi Anggraini; Wanti Nawangsari
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; PEMASARAN PRODUK; TANAMAN TAHUNAN; PT. KUSUMA SATRIA DINASASRI WISATAJAYA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:46
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5676

Actions (login required)

View Item
View Item