TRUNOJOYO-KP-23908-190341100094-Lailatul Badriyah_190341100094_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Indonesia dikenal sebagai salah satu negara eksportir udang vaname (L. vannamei)
terbesar di dunia. Udang vaname (L. vannamei) adalah spesies udang yang paling
dominan dibudidayakan di Indonesia dengan pola pemeliharaan yang beragam, mulai
dari tradisional, semi intensif, intensif, hingga supra intensif (Effendi et al. 2018).
Udang vaname dalam kegiatan budidaya memiliki keunggulan yaitu: responsif
terhadap pakan atau nafsu makan yang tinggi, lebih tahan terhadap serangan penyakit
di dalam lingkungan dengan kualitas yang buruk. Udang memiliki tingkat
kelangsungan hidup tinggi, pertumbuhan yang lebih cepat, dan padat tebar cukup tinggi
dan waktu pemeliharaan yang relatif singkat yakni sekitar 90-100 hari per siklus
(Purnamasari et al. 2017).
Pertumbuhan yaitu bertambahnya ukuran, panjang, dan berat dalam suatu waktu.
Pertumbuhan disebabkan oleh adanya pertambahan jaringan dari sel secara mitosis
karena terjadi kelebihan energi dan protein yang berasal dari pakan (Riani et al. 2012).
Pemberian pakan pada udang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
pada udang. Pertumbuhan pada udang juga dipengaruhi oleh pengelolaan kualitas air
dan parameter kualitas air. Perbedaan penebaran benih juga berpengaruh pada
pertumbuhan udang. Tingkat kepadatan tebar benih yang tinggi akan membuat
pertumbuhan udang tidak maksimal karena terjadi persaingan makanan, tempat hidup
dan oksigen terbatas. Tingkat tebar benih yang sesuai dengan luasan kolam maka akan
membuat pertumbuhan udang menjadi optimal (Fuady et al. 2013).
Udang memiliki peminat yang banyak di kalangan masyarakat, serta memiliki nilai
ekonomi yang tinggi sehingga dapat dijadikan alternatif usaha budidaya. Munculnya
ide baru dalam pengelolaan tambak udang selain dengan menggunakan tanah, dan
kolam beton yaitu dengan menggunakan plastik geomembran (HDPE). Plastik
geomembran nantinya akan digunakan untuk melapisi dasar tambak yang terbuat dari
tanah. Keunggulan dan efisiensi terhadap plastik geomembran ini digunakan oleh beberapa petambak dalam pengelolaan tambak udang mereka, dimana kolam yang
berlapis geomembran akan membantu mengurangi penumpukan material organik
didasar kolam, daya tahan dari geomembran juga cukup lama dan kuat (Suseno et al.
2021). Alasan memilih topik “Pertumbuhan udang vaname (L. vannamei) dalam kolam
HDPE di Instalasi Budidaya Laut Prigi” yaitu penulis ingin mengetahui pertumbuhan
pada udang dalam kolam HDPE. Pembesaran udang dan perlakuan yang sama pada
setiap kolam apakah juga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan
udang, hal ini juga ingin dipelajari supaya dapat mengetahui perbedaan pertumbuhan
udang pada satu kolam dengan kolam yang lainnya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Lailatul Badriyah |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PERTUMBUHAN TERNAK; UDANG VANAME; KOLAM HDPE; INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI, TRENGGALEK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5675 |
