TRUNOJOYO-KP-23901-190341100058-Siti Nihayatun Niamah_190341100058_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (6MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara maritim yang memiliki sumberdaya kelautan dan
perikanan yang sangat melimpah, sehingga dapat menjadi potensi dalam sektor
perekonomian negara. Perikanan ini sendiri secara umum dapat dibagi ke dalam
dua sektor, yaitu sektor perikanan tangkap dan perikanan budidaya, dimana untuk
perikanan tangkap saat ini mengalami penurunan hasil tangkapan ikan akibat dari
adanya kegiatan overfishing dan meningkatnya biaya operasional dalam
penangkapan ikan yang menjadikan nelayan berusaha beralih ke perikanan
budidaya. Perikanan budidaya ini sendiri memiliki beberapa keuntungan, seperti
dapat memelihara stok ikan yang ada di wilayah perairan, menghemat waktu dan
dapat dikontrol serta diawasi langsung oleh pembubidaya (Sunardi et al. 2020).
Budidaya perikanan merupakan sektor perikanan yang berkembang cukup
pesat karena hasilnya yang lebih menguntungkan dan diproyeksikan mampu
menghasilkan jumlah produksi yang berlipat ganda dalam 15-20 tahun yang akan
datang. Hal ini menjadikan para pembudidaya melakukan pengembangan secara
terus menerus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat lokal maupun non lokal akan
kebutuhan ikan dengan memiliki kondisi lingkungan yang cukup memadai dan
sesuai dengan habitat jenis ikan yang akan dibudidaya serta pemberian pakan secara
berkelanjutan. Jenis ikan yang dapat dibudidaya cukup beragam, seperti ikan nila
dan ikan kerapu (Rosyidah et al. 2019).
Ikan kerapu merupakan salah satu biota perairan yang memiliki pertumbuhan
yang cepat dan dapat diproduksi secara massal, sehingga menjadi keuntungan
tersendiri bagi para pembudidaya (Rosyidah et al. 2019). Ikan ini memiliki nilai
ekspor dan ekonomis yang tinggi, sehingga perkembangan dilakukan secara terus
menerus terutama pada teknologi pembenihan ikannya. Teknologi pembenihan ini
dapat berupa hasil hibridisasi, seperti ikan kerapu cantang hasil persilangan antara
ikan kerapu macan (Epinephelus fuscoguttatus) dengan ikan kerapu kertang
(Epinephelus lanceolatus) yang banyak diminati oleh para pembudidaya ikan
karena sifatnya yang lebih tahan terhadap penyakit dan lebih toleransi terhadap
lingkungan yang ekstrim serta ruang terbatas (Lutfiyah dan Darmawan 2019).
Ikan kerapu merupakan salah satu ikan yang banyak diminati oleh para
pembudidaya ikan, salah satunya dibudidayakan oleh instansi Instalasi Budidaya
Laut Prigi, Trenggalek. Budidaya yang dilakukan dengan menggunakan teknik
penggelondongan ikan kerapu cantang di dalam bak terkontrol. Proses yang
dilakukan cukup mudah dan daya tahan yang cukup baik walaupun dengan ruang
terbatas.
Potensi ikan kerapu ini sangatlah menguntungkan, khususnya bagi para
pembudidaya karena terdapat nilai ekspor yang cukup menjanjikan dan nilai
ekonomis yang cukup tinggi, sehingga menjadi alasan utama untuk mengambil
praktik kerja lapang tentang penggelondongan ikan kerapu. Praktik kerja lapang ini
juga sebagai sarana untuk menambah wawasan mengenai teknik penggelondongan
ikan kerapu cantang, khususnya pada kualitas airnya. Kegiatan PKL ini juga
memberikan manfaat di era pandemi saat ini untuk menambah keterampilan
mahasiswa. Pengambilan tempat PKL disini juga karena terdapat pembesaran
udang vanname selain penggelondongan ikan kerapu, sehingga akan menambah
ilmu terkait udang vanname.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Siti Nihayatun Ni’amah |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | PENGGELONDONGAN IKAN; IKAN KERAPU CANTANG; INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI, TRENGGALEK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:46 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5663 |
