TRUNOJOYO-KP-23898-190341100059-SANNISA AULIA LUTHFI#190341100059#ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (9MB)
Abstract
Penyu merupakan hewan reptil yang sebagian besar hidupnya dihabiskan
di perairan laut. Penyu memiliki kemampuan untuk bermigrasi dalam jarak jauh
melintasi kawasan Samudra Hindia, Samudra Pasifik, dan sekitar Asia Tenggara.
Terdapat tujuh jenis penyu yang tersebar diseluruh dunia dan enam jenis
diantaranya ditemukan hidup di perairan Indonesia yaitu, penyu sisik
(Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu belimbing
(Dermochelys coriacea), penyu pipih (Natator depressus), penyu tempayan
(Caretta caretta), dan penyu lekang (Lepidochelys ollivacea). Jenis penyu yang
tidak ditemukan di Indonesia yaitu penyu kempii (Lepidochelys kempi), penyu ini
dapat ditemukan di habitat aslinya, di Meksiko (Afifah et al. 2019).
Populasi penyu di alam terus mengalami penurunan jumlah, oleh karena
itu secara internasional penyu dikategorikan sebagai hewan yang terancam punah
oleh International Union for Conversation Nature and Natural Resources (IUCN)
pada tahun 2004 dan Appendix I Cites (Convention on International Trade in
Endangered Species of Flora and Fauna). Ketetapan tersebut menegaskan
adanya perhatian secara serius dalam segala bentuk pemanfaatan dan peredaran
penyu. Indonesia menetapkan semua jenis penyu sebagai hewan yang dilindungi
dan tertulis dalam PP Nomor 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis-Jenis
Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Upaya perlindungan dan konservasi penyu
di Indonesia diatur dalam UU No.5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya
Alam Hayati dan Ekosistem.
Penurunan populasi penyu dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor.
Perubahan habitat asli akibat bencana alam, peralihan fungsi lahan, serta
perubahan iklim dan cuaca menjadi faktor alami yang menyebabkan
berkurangnya jumlah penyu di alam. Faktor lainnya yaitu adanya perburuan oleh
predator. Penyu memiliki predator alami seperti elang, kepiting, hiu, burung camar,
hingga manusia. Oleh karena itu, diperlukan upaya untuk melindungi keaslian
habitat penyu khususnya habitat peneluran untuk pemulihan populasi penyu.
Salah satu upaya yang dapat dilakukan yaitu dengan menganalisis karakteristik
habitat peneluran agar habitat penyu tidak rusak dan dapat mempertahankan
keasliannya.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SANNISA AULIA LUTHFI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | TELUR PENYU; PENYU SISIK; TAMAN NASIONAL KEPULAUAN SERIBU, PULAU PRAMUKA, JAKARTA |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5659 |
