TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Abstract.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (80kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Chapter1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (259kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Chapter2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (385kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Chapter3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (314kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (85kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (212kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33357-200111100144_Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
Abstract
Penelitian ini membahas implikasi hukum dari penggunaan kesaksian anak tanpa disumpah dalam perkara tindak pidana pencabulan terhadap anak, ditinjau dari Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) di Indonesia. Fenomena pencabulan terhadap anak merupakan kejahatan serius yang memerlukan penanganan khusus, terutama dalam hal pengumpulan bukti dan kesaksian. Anak sebagai korban sering kali merupakan saksi kunci dalam kasus ini, namun keterbatasan usia dan pemahaman mereka menimbulkan tantangan tersendiri dalam proses hukum. KUHAP mengatur bahwa kesaksian anak di bawah umur dapat diterima tanpa sumpah, dengan pertimbangan bahwa anak-anak mungkin belum mampu memahami makna sumpah secara utuh. Implikasi hukum dari ketentuan ini perlu ditinjau untuk memastikan keadilan bagi korban serta kepastian hukum bagi terdakwa. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan analitis terhadap pasal-pasal KUHAP yang relevan serta studi kasus terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun kesaksian anak tanpa disumpah diakui, tetap diperlukan mekanisme tambahan untuk menilai kredibilitas dan keakuratan kesaksian tersebut. Hal ini mencakup penggunaan ahli psikologi anak dalam proses penyidikan dan persidangan, serta perlindungan khusus bagi anak sebagai saksi. Kesimpulannya, regulasi ini memerlukan penguatan dari segi implementasi untuk memastikan bahwa hak-hak anak sebagai korban terpenuhi tanpa mengabaikan hak-hak terdakwa. Rekomendasi yang diajukan mencakup peningkatan kapasitas aparat penegak hukum dalam menangani kesaksian anak dan revisi aturan untuk menambahkan perlindungan hukum yang lebih komprehensif bagi anak dalam sistem peradilan pidana.rnKata kunci: kesaksian anak, tanpa sumpah, implikasi hukum.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ADISTY MELIA PRATAMA PUTRI |
| Department | Ilmu Hukum |
| Uncontrolled Keywords | Kesaksian anak; tanpa disumpah; implikasi hukum |
| Divisions | Fakultas Hukum > S1 - Ilmu Hukum |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5644 |
