TEKNIK PENGGELONDONGAN IKAN KERAPU HYBRID CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) DI INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK

Mohammad Arizal Mustofa (2022) TEKNIK PENGGELONDONGAN IKAN KERAPU HYBRID CANTANG (Epinephelus fuscoguttatus x Epinephelus lanceolatus) DI INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23883-190341100053-Mohammad Arizal Mustofa_190341100053_Ilmu Kelautan.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23883-190341100053-Mohammad Arizal Mustofa_190341100053_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (12MB)

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu komoditas perikanan laut yang memiliki
nilai ekonomis tinggi, kerapu ini dapat dibudidayakan pada padat tebar tinggi dan
pertumbuhannya lebih cepat jika dibandingkan dengan jenis kerapu yang lainnya
(Rahma-ningsih dan Ari, 2013). Menurut Mayunar et.al. (1993) ikan kerapu
memiliki peluang besar dalam pasar domesrik seperti Batam, Tanjung Pinang, dan
jakarta atau pasar internasional seperti Hongkong, Singapura, Korea, Taiwan, dan
Jepang. Ikan kerapu tersebar diseluruh daerah tropis dan sub tropis di dunia
(Randal dan Ben-Tuvia, 1983). Ikan Kerapu Cantang merupakan hasil pesilangan
atau hibridasi antara Kerapu Macan (Epinephelus fuscoguttatus) betina dan
Kerapu Kertang (Epinephelus lanceoulatus) jantan yang merupakan hasil dari
penelitian BPBAP Situbondo. Tingkat pertumbuhan benih kerapu cantang dapat
mencapai 2 kali lipat pertumbuhan kerapu macan (Wibowo, 2010).
Budidaya Ikan kerapu merupakan komoditas yang memiliki potensi besar
untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tingginya
permintaan mengharuskan kegiatan budidaya memenuhi stok bibit dan tidak
mengambil dari alam karena tidak mencukupi dan terbatas. Perlu adanya distribusi
benih ke balai benih agar memenuhi permintaan stok bibit serta ternyaminnya
kontinunitas benih tiap musim, namun saat ini masih belum ada produksi benih
secara masal (Puja dan Panudyamanu, 2007).
Beberapa tempat budidaya kerapu berbentuk industri yang terintegrasi
dengan sistem produksi tersegmentasi. Segmentasi ini terdiri dari pembenihan,
penggelondongan, dan pembesaran yang umumnya terpisah pada lokasi berbeda.
Kerapu dipelihara di hatchery sampai ukuran 2-3 cm, kemudian dilanjutkan
dengan penggelondongan (nursing) sampai ukuran 7-10 cm untuk selanjutnya
dibesarkan di karamba jaring apung (KJA) di laut (Ismi dan Budi, 2020).
Penggelondongan dilakukan di bak yang ada di darat (onshore tank) untuk
mencegah tingkat kematian yang tinggi (Ismi et. al., 2012).
Penggelondongan merupakan salah satu cara untuk mempersingkat waktu pemeliharaan di keramba jaring apung (KJA) agar kontinuitas produksi dapat
terpenuhi sesuai permintaan pasar (Aslianti, 2010). Penggelondongan kerapu
membutuhkan sistem pemeliharaan yang tepat dan efisien untuk mempertahankan
peforma budidaya benih yang optimal. Kombinasi produksi yang efisien dengan
performa budidaya yang baik akan menghasilkan keuntungan ekonomi yang tinggi
bagi pembudidaya yang menerapkan segmentasi produksi (Ismi dan Budi, 2020).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Mohammad Arizal Mustofa
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PENGGELONDONGAN IKAN; IKAN KERAPU HYBRID CANTANG; INSTALASI BUDIDAYA LAUT PRIGI TRENGGALEK
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:45
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5623

Actions (login required)

View Item
View Item