TEKNIK PEMBESARAN IKAN BADUT (Amphiprion ocellaris) MENGGUNAKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT

RENGGANIS KIRANA DEWI (2022) TEKNIK PEMBESARAN IKAN BADUT (Amphiprion ocellaris) MENGGUNAKAN SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23880-190341100008-RENGGANIS KIRANA DEWI#190341100008.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23880-190341100008-RENGGANIS KIRANA DEWI#190341100008.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Indonesia menjadi salah satu negara yang diharapkan dapat menghasilkan
produk kelautan dan perikanan terbesar pada tahun 2015 (Kusrini 2010). Sector
perikanan dan kelautan menjadi wadah untuk menjadi salah satu penggerak
utama perekonomian yang masih harus ditingkatkan roda produksinya agar dapat
memenuhi kesejahteraan hidup masyarakat. Salah satu hasil perikanan dan
kelautan adalah ikan hias, baik ikan hias air tawar dan juga ikan hias air laut.ikan
hias adalah salah satu hasil perikanan yang memiliki nilai ekonomis yang sangat
tinggi dalam pasar lokal maupun internasional. Ikan hias banyak diminati karena
memiliki warna yang menarik terutama ikan hias air laut. Ikan hias air laut
merupakan ikan hias yang hidup pada air asin atau laut, yang diambil bukan untuk
keperluan konsumsi melainkan untuk hiasan seperti pada aquarium (Hasanah et.al
2019).
Jenis ikan hias di Indonesia yang memiliki nilai jual tinggi di pasar
internasional salah satunya yaitu ikan badut (Amphiprion ocellaris) dan banggai
cardinal fish (Kusrini 2010). Salah satu jenis yang banyak dibudidayakan yaitu ikan
badut jenis Amphiprion ocellaris. Jenis Amphiprion ocellaris banyak diminati untuk
dibudidayakan karena relative mudah dalam proses pembudidayaannya. Proses
yang dilakukan dalam pembudidayaan ikan badut Amphiprion ocellaris yaitu
proses pembenihan, pemenihan, pendederan sampai budidaya atau pembesaran
(Arjanggi et.al 2013).
Proses budidaya ikan badut (Amphiprion ocellaris) yang relative mudah
membuat para pembudidaya terus meningkatkan kualitas hasil agar dapat
memenuhi permintaan pasar terhadap komoditas ikan badut (Amphiprion
ocellaris). Peningkatan komoditas dalam proses budidaya biasanya dilakukan
dengan menggunakan system Keramba Jaring Apung (KJA). System Keramba
Jaring Apung (KJA) menjadi salah satu system budidaya yang mengalami
perkembangan yang pesat. System Keramba Jaring Apung (KJA) banyak
digunakan karena memiliki teknologi yang baik dalam pembenihan dan
pembesaran, harga jual yang tinggi, dan juga kebijakan pemerintah yang
memberikan subsector perikanan budidaya menjadi prioritas utama dalam
pembangunan perikana dimasa yang akan datang (Yunus et.al 2019).
Tingginya nilai ekonomi pada ikan badut (Amphiprion ocellaris) menjadi
sumber penghasilan utama bagi para pembudidaya. Permintaan pasar yang tinggi
membuat ikan badut (Amphiprion ocellaris) banyak dibudidayakan sehingga perlu
diperhatikan dari segi efisiensi waktu dan tenaga, namun dapat menghasilkan
kualitas dan kuantitas hasil yang dapat memenuhi permintaan pasar. Oleh karena
itu, kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL) dilakukan untuk mengetahui Teknik
Pembesaran Ikan Badut dengan Sistem Keramba Jaring Apung di Balai Perikanan
Budidaya Laut Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
RENGGANIS KIRANA DEWI
Department Kelautan
Uncontrolled Keywords PEMBESARAN IKAN; IKAN BADUT; KERAMBA JARING APUNG; BPBL LOMBOK NUSA TENGGARA BARAT
Divisions Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:45
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5618

Actions (login required)

View Item
View Item