TRUNOJOYO-KP-23879-190341100109-APRILIA PUTRI_190341100109_ILMU KELAUTAN.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Potensi perikanan di Selat Bali sangat tinggi, salah satunya yaitu ikan
pelagis. Ikan pelagis kecil yang mempunyai potensi tinggi kebanyakan yaitu
jenis ikan lemuru. Tidak hanya potensinya yang tinggi, namun juga nilai
ekonomisnya. Masyarakat Indonesia sudah banyak yang mengkonsumsi
ikan lemuru. Ikan lemuru termasuk dalam ikan musiman karena
kemunculannya tergantung oleh musim. Tangkapan ikan lemuru mencapai
80% sehingga dapat terbilang besar. Daerah tangkapan ikan lemuru juga
tergatung oleh kondisi perairan (Rahadian et al. 2019).
Histamin yang terkandung dalam ikan dapat menyebabkan keracunan
pada manusia, apabila dikonsumsi. Seseorang yang mengkonsumsi ikan
dengan histamin tinggi maka akan timbul gejala setelah 20-30 menit
mengkonsumsinya. Gejala yang terjadi antara lain seperti kemerahan pada
wajah, sakit perut, diare, sakit kepala, dan jantung berdebar. Gejala lainnya
seperti kemerahan pada leher, pinggang atau kemerahan umum. Gejala
ringan dapat disembuhkan dengan sendirinya dalam waktu 12-28 jam
(Joenputri dan Ketut 2018).
Ikan lemuru biasanya mengandung beberapa bakteri yang dapat
merusak serta menurunkan kualitas suatu produk. Bakteri tersebut antara
lain Bacillus subtilis, M. morganii, dan E. coli yang ditandai dengan naiknya
kadar histamin pada ikan. Histamin terbentuk mulai dari ikan yang mati dan
pada ikan yang dibekukan pada suhu diatas 4°C dengan waktu yang lama.
Punggung ikan merupakan bagian yang dapat membentuk histamin lebih
banyak. Daging ikan lemuru mengandung asam amino yang tinggi sehingga
berpotensi dalam dekarboksilasi asam amino, berbeda dengan jenis ikan
lainnya. Histidin merupakan asam amino standart di dalam protein. Asam
amino histidine terdapat pada ikan yang memiliki komponen utama dari
buffer non karbonat yang akan melindungi ikan dari perubahan pH.
Penanganan yang tidak tepat dapat menyebabkan kandungan histamin
pada ikan lemuru semakin meningkat. (Akirthasary 2021).
Berdasarkan uraian diatas maka dilakukan pengujian di Laboratorium
Kimia Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengujian Mutu dan Pengembangan
Produk Kelautan dan Perikanan (PMP2KP) Banyuwangi mengenai uji kadar
histamin pada ikan lemuru (Sardinella Lemuru).
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Aprilia Putri |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | KADAR HISTAMIN; IKAN LEMURU; UNIT PELAKSANA TEKNIS (UPT) PENGUJIAN MUTU DAN PENGEMBANGAN PRODUK KELAUTAN DAN PERIKANAN (PMP2KP) BANYUWANGI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5616 |
