TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-ABSTRACT.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (191kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Cover.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (927kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Chapter 1.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Chapter 2.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Chapter 3.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (578kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Chapter 4.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (674kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Conclusion.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (336kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-References.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
TRUNOJOYO-Tugas Akhir-33350-Appendices.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Hutan mangrove merupakan sebuah ekosistem yang memiliki banyak sekali manfaat, tidak heran ada beberapa biota yang berasosiasi dengan mangrove. Mangrove memiliki fungsi sebagai tempat berkembang biak dan mencari makanan untuk biota yang memiliki habitat pada mangrove. Salah satu biota yang berasosiasi dengan mangrove yaitu biota fouling, salah satu jenisnya yaitu teritip. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan mangrove health indeks (MHI) dengan kelimpahan biota fouling yang berada pada Desa Labuhan, Kecamatan Sepulu, Kabupaten Bangkalan. Pengambilan data menggunakan metode purposive sampling dengan menggunakan 3 titik stasiun dan dilakukan 3 kali pengulangan dengan transek berukuran 10x10 meter, pengambilan data biofouling menggunakan transek 1x1 meter. Setelah dilakukan pengambilan data didapatkan jenis mangrove Rhizhopora Apiculata dan Soneratia Alba untuk biota fouling ditemukan Crassostrea gigas dan Balanus sp. Setelah itu dilakukan analisa data regresi linear menggunakan aplikasi excel 2013. Indeks kesehatan mangrove pada kawasan konservasi mangrove desa labuhan terindikasi atau tergolong baik dengan rata-rata nilai MHI diatas 50%. Hubungan MHI dengan kelimpahan biofouling diperoleh nilai R² 0,8454 untuk Crassostrea gigas sedangkan untuk balanus sp. NilaiR² diperoleh 0,9264. Semakin nilai R² mendekati 1 maka hubungan antar variabel semakin kuatsedangkan apabila sebaliknya semakin mendekati 0 maka hubungan antar variabel lemah, yang berarti hubungan antara mangrove health indeks dengan kelimpahan biofouling memiliki kategori yang kuat. Hal tersebut dikarenakan biofouling tersebut membutuhkan hutan mangrove agar terlindung dari serangan ombak dan juga angin serta hutang mangrove dijadikan sebagai tempat tinggal dan juga mencari makanan untuk biofouling tersebut. hubungan antara mangrove health indeks dengan keanekaragaman biofouling termasuk lemah dikarenakan nilai r² mendekati 0 dengan nilai 0,0204.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SOFYAN TAURI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | mangrove, biofouling, kelimpahan, hubungan, MHI |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:45 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5608 |
