TRUNOJOYO-KP-23873-190341100091-Salsabilla Putri Permata Sari_190341100091.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Indonesia merupakan negara maritim terkenal karena memiliki luas lautan
sekitar 2,7 juta kilometer persegi, atau sekitar 70% dari luas wilayah Negara
Kesatuan Republik Indonesia. Pulau terbesar di wilayah Negara Kesatuan
Republik Indonesia terletak di Pulau Sumatera, salah satu wilayah estuari yang
berada di Sumatera Selatan yakni Perairan Sungsang. Perairan Sungsang
merupakan jalur transportasi yang mempertemukan penduduk sekitar dengan
dunia luar. Seiring waktu yang berjalan, Perairan Sungsang beralih fungsi tidak
hanya dimanfaatkan sebagai tempat mandi, mencuci, atau kakus, akan tetapi kini
juga dijadikan tempat pembuangan sampah dan limbah. Akibat peralihan fungsi
yang beragam menyebabkan Perairan Sungsang mengalami penurunan kualitas
lingkungan (Sembiring dan Agustriani, 2012).
Perairan Sungsang termasuk bagian dari perairan Selat Bangka. Dimana
wilayah tersebut mengalami proses sedimentasi yang cukup tinggi akibat
bermuaranya berbagai sungai yang membawa sedimen dan memiliki kedalaman
yang bervariatif. Menurut penelitian Tussa’diyyah et al., (2018), pengelolaan yang
baik sangat dibutuhkan karena pengaruh kondisi alam pada lingkungan seperti
pasang surut air laut, muara sungai, angin, abrasi, erosi, sedimentasi, arus air laut,
dan lain sebagainya. Faktor tersebut menyebabkan terjadinya perubahan
kedalaman perairan yang berasal dari tingginya pemanfaatan melalui kepentingan
pribadi dari berbagai pihak, maka perlu dan pentingnya, melakukan penelitian di
bidang oseanografi untuk mengetahui perubahan dan aktivitas perairan yang
terjadi secara konstan di wilayah tersebut.
Estuari ialah bentuk dari bagian pertemuan antara laut dengan sungai yang
sangat dipengaruhi oleh adanya efek pasang surut. Muara disebut juga sebagai
lingkungan pertukaran terbatas meliputi sumber atau buangan sedimen yang
berkontaminan mengarah ke perairan. Banyak pemanfaatan intensif yang
bertujuan untuk kegiatan masyarakat seperti kawasan pemerintahan,
pertambakan, pelabuhan, daerah pemukiman, industri, pertanian/perikanan,
pariwisata dan sebagainya yang dilakukan di wilayah estuari. Pengendapan yang
berupa fraksi lumpur halus akan terjadi akibat adanya interaksi antara arus,
pasang surut dan salinitas. Ilmu pengetahuan mengenai karakteristik dari sedimen
muara sangat penting dan dibutuhkan dalam membedakan berbagai
pengendapan mikro lingkungan (Munthe dan Aryawati, 2012). Oseanografi ialah suatu studi atau ilmu yang mempelajari tentang lautan.
Ruang lingkup dari parameter oseanografi cukup banyak dan akan selalu
mengalami perkembangan. Salah satu parameter yang akan dibahas adalah
terkait karakteristik batimetri, yakni segala aktivitas dan proses penentuan posisi
titik di dasar permukaan air laut dengan sistem koordinat tertentu, sehingga akan
didapatkan hasil survei yang berbentuk topografi dasar permukaan air laut dan
divisualisasikan dalam sebuah peta (Stewart, 2008).
Berdasarkan hasil penelitian Awaludin et al., (2017), batimetri atau kedalaman
perairan merupakan suatu ukuran kedalaman dari permukaan air hingga
mencapai dasar perairan. Pemetaan batimetri pada perairan dangkal memiliki
peran yang vital untuk kegiatan perikanan dan kelautan baik itu secara langsung
maupun secara tidak langsung. Peta batimetri tersebut berfungsi untuk
memberikan informasi mengenai kondisi dasar laut, struktur, bentuk dan
penampakannya. Informasi mengenai struktur topografi dasar laut dapat
membantu dalam mengenali adanya gusung karang, beting karang dan gobah.
Perubahan batimetri dan jenis dasar sedimen perlu diketahui untuk mendapatkan
suatu gambaran mengenai sedimentasi yang terjadi di sekitar muara sungai
Perairan Sungsang yang berdampak terhadap kondisi ekosistem didalamnya
dimana penurunan kedalaman tersebut mengindikasikan banyaknya muatan yang
dapat masuk ke wilayah perairan pesisir.
Alasan pengambilan lokasi Perairan Sungsang pada penelitian kali ini
dikarenakan masih adanya pelabuhan yang aktif dan terjadinya lalu lintas
pelayaran, maka perlu adanya analisa batimetri dan sebaran jenis sedimen.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat terhadap proses pengerukan
alur pelayaran serta menanggulangi adanya pendangkalan di pesisir dan estuari
Perairan Sungsang. Aktualisasi dari penelitian ini dapat dilakukan dengan
menganalisis batimetri dan sebaran jenis sedimen di wilayah Perairan Sungsang.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SALSABILLA PUTRI PERMATA SARI |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | SEDIMEN PERAIRAN; SUNGSANG, KABUPATEN BANYUASIN, PROVINSI SUMATERA SELATAN; MEGASKOPIS |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5601 |
