TRUNOJOYO-KP-23871-190341100040-Rizka Ayu Wulandari_190341100040_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (12MB)
Abstract
Budidaya adalah suatu kegiatan terencana dalam memelihara sumber daya
hayati pada suatu areal lahan untuk diambil manfaat atau hasil panennya. Syarat
untuk melakukan kegiatan budidaya adalah adanya organisme yang dikultur,
media hidup organisme, dan wadah atau tempat budidaya. Udang kaki putih
merupakan jenis udang yang sangat digemari oleh para peternak, Udang memiliki
prospek dan manfaat yang menjanjikan. Untuk mendapatkan udang vaname yang
bermutu tinggi dan unggul, proses pemuliaan memerlukan perhatian pada aspek
internal seperti asal dan kualitas benih. Faktor eksternal seperti kualitas air
budidaya, pemberian pakan, teknik yang digunakan, dan pengendalian hama dan
penyakit. Masalah umum ketika produksi udang vaname gagal adalah kualitas air
yang buruk, terutama selama pemeliharaan tambak yang intensif. Kepadatan
pengembangbiakan yang tinggi dan pemberian pakan yang melimpah dapat
mempengaruhi kualitas air (Arsad et.al 2017).
Udang vanname mempunyai beberapa kelebihan yang membuat banyak
dilirik oleh para pembudidaya diantaranya yaitu lebih kebal terhdap penyakit.
Udang yang diketahui merupakan udang asli Amerika ini juga mudah untuk
beradaptasi. Alasan-alasan inilah yang membuat pemerintah melakukan
domestikasi terhadap udang vanname (Sutiknowati, 2014).
Pengelolaan kualitas air merupakan suatu usaha untuk mempertahankan
air yang berkualitas serta dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin dan secara
terus menerus. Produktivitas tambak dapat ditingkatkan melalui manajemen
kualitas air dengan cara menjaga kualitas air agar tetap sesuai dengan standart
budidaya. Apabila dalam pengelolaan tersebut dilakukan dengan baik dan
didukung dengan sarana prasarana yang memadai maka diharapkan lingkungan
tambak dalam keadaan yang optimal sehingga pertumbuhan udang cepat dan
kegiatan produksi dapat berjalan maksimal. Manajemen kualitas air meliputi
pengendalian parameter kualitas air, pemupukan, pengapuran, aerasi dan sistem
resikulasi (Purnamasari et.al 2017).
Cara manajemen kualitas air seperti kegiatan monitoring dan perlakuan
jika terjadi penyimpangan dalam parameter kualitas air dapat ditinjau dari faktor
biologi, kimia dan fisika perairan. Pengelolaan kualitas air dapat dilakukan
melalui pengamatan parameter biologi seperti keberadaan plankton, parameter
fisika seperti suhu dan kecerahan, serta parameter kimia seperti pH, salinitas,
oksigen terlarut, amonia, alkalinitas, dan nitrit. Udang vanname sekarang menjadi
andalan pembudidaya udang di daerah Trenggalek salah satunya IBL Prigi. Proses
yang relatif mudah serta memiliki daya tahan tubuh yang cukup baik. Budidaya
vanname di tempat tersebut telah menggunakan metode intensif yang sudah tidak
begitu bergantung pada alam dan juga bisa menghasilkan jumlah panen yang lebih
besar dari metode tradisional (Babu et.al 2014).
Berdasarkan uraian permasalahan diatas maka perlu dilakukan Praktik
Kerja Lapang untuk mengetahui dan mengamati secara langsung segala aspek
dalam manajemen kualitas air pada budidaya udang vaname (Litopenaeus
vannamei) di Instalasi Budidaya Laut Prigi Trenggalek.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Rizka Ayu Wulandari |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | UDANG VANNAME; LAUT PRIGI, TRENGGALEK |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5597 |
