TRUNOJOYO-KP-23867-190341100081-SALSABIL FIRDA NAZHIFAN#190341100081.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (13MB)
Abstract
Ikan makarel (Scomber scombrus) merupakan salah satu ikan yang banyak
dikonsumsi oleh masyarakat baik di dalam maupun luar negeri. Ikan makarel
(Scomber scombrus) sendiri termasuk ikan pelagis yang hidup di laut lepas,
meskipun beberapa spesies lainnya ditemukan di perairan teluk yang tidak jauh dari
pantai. Ikan ini memiliki corak garis-garis vertikal di bagian punggung dan ekor,
ikan ini juga memiliki sisik berukuran kecil (Pratama, 2020).
Ikan makarel (Scomber scombrus) pada tahun 2017-2018 termasuk kelompok
komoditas pelagis kecil teratas baik volume maupun nilainya. Ikan ini dikenal
sebagai makanan berprotein tinggi yang mudah dicerna, memiliki asam lemak
omega-3, vitamin e, serta kaya akan kandungan mineral. Di sisi lain, ikan makarel
(Scomber scombrus) memiliki lemak otot yang sangat rentan terhadap oksidasi
karena kandungan asam lemak tak jenuh gandanya yang tinggi. Oleh sebab itu,
kualitas sensorik dan nutrisi ikan dapat dengan mudah rusak tanpa adanya
penanganan yang tepat sehingga ikan dapat terkontaminasi, ditandai dengan
ketengikan dan rasa yang tidak enak (Croptova et al., 2019). Penanganan pasca
panen merupakan kunci utama untuk menghambat kontaminasi bakteri pada ikan.
Pendinginan dan pembekuan dengan cepat pada suhu rendah mampu
mempertahankan mutu ikan. Kontaminasi bakteri sendiri mulai terjadi dari proses
penangkapan, pengolahan hingga sampai ke tangan konsumen. Kontaminasi ini
mampu dihambat dengan penerapan sistem suhu rendah dan sanitasi yang
merupakan proses untuk menjaga kebersihan (Pasue et al., 2016)
Salah satu mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit pada manusia
akibat mengonsumsi ikan yang terkontaminasi ialah bakteri Salmonella sp. (Pasue
et al., 2016). Todar (2005) dalam Pasue et al., (2016) menyatakan bahwa bakteri
ini mampu menyebabkan dua penyakit yaitu Salmonellosis dan Gastroenteritis.
Salmonellosis biasa disebut dengan tipus (typhoid) dihasilkan dari invasi bakteri
pada aliran darah. Gastroenteritis akut dihasilkan dari kontaminasi pada makanan.
Kegiatan mengonsumsi makanan yang sudah terkontaminasi oleh bakteri tersebut
dapat mengakibatkan terjadi gangguan saluran pencernaan manusia dan orang
tersebut akan sakit hingga dapat mengakibatkan kematian (Pasue et al., 2016).
Hal inilah yang melatar belakangi pelaksanaan PKL yang berjudul
Identifikasi Salmonella sp. pada Makarel (Scomber scrombus) Menggunakan
Metode SNI ISO 6579:2015 Di Balai KIPM Surabaya II. Pengujian bakteri
Salmonella sp. dilakukan sesuai dengan persyaratan mutu dan keamanan pangan
dengan syarat negatif pada setiap gram ikan makarel (Scomber scombrus)
berdasarkan SNI ISO 6579:2015 tentang Mikrobiologi bahan pangan dan pakan –
Metode horizontal untuk deteksi Salmonella spp.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Salsabil Firda Nazhifan |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | Salmonella sp; MAKAREL (Scomber scombrus); SNI ISO 6579:2015; LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5592 |
