TRUNOJOYO-KP-23866-190341100036-Nafidhotul Laili Ummah_190341100036_Ilmu Kelautan.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (4MB)
Abstract
Biologi sel dan molekuler merupakan bidang ilmu yang terus menerus
berkembang. Ilmu ini bermanfaat hampir di semua bidang, baik dalam bidang
medis untuk menangani kelainan-kelainan genetik dan penemuan obat-obat baru,
pada bidang pertanian, peternakan, kehutanan, dan kelautan. Infeksi penyakit salah
satunya yaitu virus adalah ancaman terbesar bagi produksi dan budidaya udang di
banyak negara. Peningkatan pesat dalam bidang budidaya sejak 1980 memfasilitasi
tingginya penyebaran dan wabah patogen, virus pada khususnya. Udang merupakan
salah satu jenis ikan mempunyai komoditas ekspor yang tinggi yang berada dalam
sektor perikanan selain hal tersebut udang juga mempunyai nilai ekonomis yang
tinggi (Amrillah et al., 2015).
White Spot Syndrom Virus (WSSV) telah menjadi salah satu masalah utama
penyakit dalam budidaya udang di seluruh dunia. Penyakit ini menjadi penyebab
uatam kegagalan budidaya udang. White Spot Syndrom Virus (WSSV) adalah
sebuah penyakit udang yang secara signifikan menyebabkan tingginya mortalitas
udang dan kerusakan parah pada budidaya udang. Infeksi White Spot Syndrom
Virus (WSSV) pada budidaya udang menyebabkan kematian kumulatif hingga
100% dalam waktu 3-4 hari. Gejala penyakit pada organisme dapat timbul karena
interaksi antara tiga faktor, yaitu inang, agen penyakit, dan lingkungan. Lingkungan
yang tidak terjaga dengan baik, maka akan cenderung berpengaruh pada
pertumbuhan patogen yang dapat menimbulkan penyakit pada organisme
peliharaan. Praktik Kerja Lapang ini dilakukan karena ingin mengetahui metode
yang digunakan untuk pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada udang.
Udang merupakan salah satu sumberdaya yang belum dieksplorasi secara optimal
dan banyak dibudidayakan di Indonesia tetapi memiliki banyak permasalahan
seperti salah satu nya White Spot Syndrom Virus (WSSV) yang merugikan
petambak udang (Zhu et al., 2019).
Pengujian White Spot Syndrom Virus (WSSV) pada produk kelautan dan
perikanan dilakukan karena merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin
mutu dari produk kelautan dan perikanan. Kegiatan yang dilakukan dalam
pengujian virus pada produk kelautan dan perikanan adalah nekropsi sampel, ekstraksi, amplifikasi dan elektroforesis. Sampel yang akan di uji memiliki
parameter yang berbeda-beda dan pada setiap parameter memiliki pedoman
standarisasi yang berbeda. Praktik Kerja Lapang (PKL) mengenai teknik
pemeriksaan White Spot Syndrom Virus (WSSV) perlu untuk dilakukan yang
merupakan bagian dari salah satu parameter pada laboratorium Balai KIPM
Surabaya II, agar mengetahui apakah produk kelautan dan perikanan layak untuk
dipasarkan serta aman untuk dikonsumsi. Hal tersebut yang melatar belakangi
kegiatan PKL dengan judul Teknik Pemeriksaan White Spot Syndrom Virus
(WSSV) pada Penaeus spp. Dengan Metode Nested Polymerase Chain Reaction
(NESTED PCR) di Laboratorium Balai KIPM Surabaya II.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM NAFIDHOTUL LAILI UMMAH |
| Department | Kelautan |
| Uncontrolled Keywords | White Spot Syndrom Virus (WSSV); UDANG Penaeus spp.; NESTED POLYMERASE CHAIN REACTION (NESTED PCR); LABORATORIUM BALAI KIPM SURABAYA II |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Ilmu Kelautan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5590 |
