TRUNOJOYO-KP-23865-190311100042-Rhea Nurin R Pasolongi_190311100042.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (8MB)
Abstract
Buah tomat termasuk yang mudah didapatkan di Indonesia. Menurut
Badan Pusat Statistik tahun 2020 Indonesia berhasil memproduksi Tomat
sebanyak 1.084.993,00 ton tomat. Tomat (Lycopersicum esculentum) dapat
dimanfaatkan sebagai bumbu masak sehari-hari, bahan baku industri saus tomat,
buah segar, bahkan dapat sebagai bahan dalam pembuatan kosmetik dan obat-
obatan. Tomat sangat bermanfaat bagi tubuh karena mengandung vitamin dan
mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan dan kesehatan. Buah tomat
mengandung karbohidrat, lemak, protein dan kalori. Kandungan karotin yang
berperan sebagai provitamin A pada buah tomat sangat tinggi terlihat dari warna
jingganya. Vitamin C dalam tomat bermanfaat sebagai antioksidan dan
antisclerosis. Dengan banyaknya kandungan gizi tadi, tomat berkhasiat untuk
mengobati beberapa penyakit seperti sariawan, menjaga kesehatan mata dan
wasir. Untuk memperoleh tomat kuwalitas yang baik dan bagus memerlukan
panen dan pasca panen yang baik pula.
Penanganan pasca panen pada produk hortikultura khususnya buah tomat,
sampai saat ini masih mejadi masalah yang perlu mendapat perhatian yang
serius, baik dikalangan petani, pedagang, maupun dikalangan konsumen
sekalipun, dikarenakan Seperti diketahui bahwa produk hortikultura relatif tidak
tahan disimpan lama dibandingkan dengan produk pertanian yang lain. Pada
buah tomat apabila tidak hati-hati akan menurunkan mutu dari buah tersebut.
Mutu dari buah yang dapat turun meliputi kenampakan fisik, rasa buah, serta
kandungan- kandungan gizi di dalamnya. Untuk menjaga kualitas tomat,
diperlukan pascapanen yang baik pula. Kualitas tomat terus berubah setelah
pemanenan. Selama periode penyimpanan, dapat terjadi overripe (lewat matang)
secara cepat tergantung dari temperatur dan kematangan saat panen.
Adapun salah satu tempat yang menjadi penghasil berbagai varietas buah
tomat yaitu di CV. Wonosari Horticulture Indonesia bertempat di Kabupaten
Pasuruan, Jawa Timur. Salah satu varietas buah tomat yang dihasilkan yaitu buah
tomat beef. Tomat beef ini memiliki bentuk yang paling besar jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Selain bentuknya besar, daging buahnya juga tebal, bijinya
tidak terlalu banyak dan kadar airnya sangat sedikit. Sehingga jika di iris tidak
menjadi basah dan berair.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM RHEA NURIN R. PASOLONGI |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PANEN DAN PASCA PANEN; TOMAT BEEF; CV.WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5588 |
