BUDIDAYA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L) di CV. ARJUNA FLORA KOTA BATU

SYAIFUL MUSTOFA (2022) BUDIDAYA TANAMAN BAWANG DAUN (Allium fistulosum L) di CV. ARJUNA FLORA KOTA BATU. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23860-190311100074-SYAIFUL MUSTOFA#190311100074.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23860-190311100074-SYAIFUL MUSTOFA#190311100074.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L) merupakan salah satu komoditas
tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di kabupaten
Batu Jawa Timur khususnya dan Indonesia pada umumnya, selain digunakan
sebagai bahan penyedap rasa (bumbu) dan bahan campuran berbagai makanan
populer di Indonesia.
Bawang daun (Allium fistulosum L) termasuk tanaman semusim yang
memiliki famili liliaceae, berasal dari kawasan Asia Tenggara dan banyak
dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia karena memiliki manfaat sebagai
bahan bumbu penyedap sekaligus pengharum masakan dan campuran berbagai
masakan sehingga tanaman daun ditanam karena nilai ekonomi yang tinggi
(Aditya dkk, 2022).
Bawang daun (Allium fistulosum L) atau disebut juga dengan daun
bawang merupakan tanaman sayuran penting, bukan hanya di kota tertentu
namun di seluruh Indonesia. Kebutuhan masyarakat Indonesia akan bawang
daun dinilai cukup tinggi, karena sebagian besar masakan Indonesia
menggunakan bawang daun sebagai bumbu atau penambah rasa. Di samping itu,
bawang daun juga sering dipakai buat pengobatan suatu penyakit. Dari segi
kesehatan, jenis sayuran dari kelompok bawang ini dipercaya mampu
meningkatkan kesehatan kulit, rambut, dan pencernaan. Karena kegunaannya
tersebut, permintaan daun bawang di masyarakat terus meningkat. Bawang daun
berasal dari benua Asia yang memiliki iklim Susila (tropis), terutama kawasan
Asia Tenggara (Cina dan Jepang), dan Indonesia budidaya bawang daun
mulanya ada di pulau Jawa (Jawa Barat dan Jawa Timur), terutama di dataran
tinggi (pegunungan) yang berhawa sejuk (dingin), seperti Lembang (Bandung)
dan Malang (Jawa Timur) (Dewi dkk, 2022).
Masa pertumbuhan tanaman bawang daun ialah sekitar 70 hari. Beberapa
usaha untuk peningkatan produksi tanaman bawang daun ialah dengan
penggunaan bibit unggul, penggunaaan pestisida sesuai ambang ekonomi dan pemupukan yang tepat. Pemupukan yang tepat dapat memicu pertumbuhan
tanaman bawang daun untuk berproduksi lebih tinggi dalam waktu singkat.
Tanaman bawang daun termasuk dalam sayuran yang dikonsumsi daunnya maka
dalam budidayanya memerlukan unsur nitrogen yang lebih banyak agar dapat
membantu dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta menghasilkan
daun yang hijau segar.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
SYAIFUL MUSTOFA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; BAWANG DAUN; CV. ARJUNA FLORA KOTA BATU
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:44
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5576

Actions (login required)

View Item
View Item