TRUNOJOYO-KP-23850-180331100100-Syarifuddin_180331100100_Teknologi Industri Pertanian.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Ikan patin merupakan salah satu komoditas ikan air tawar yang telah lama
dikenal masyarakat dan memiliki pasar yang cukup luas meliputi pasar domestik
dan ekspor. Patin menjadi salah satu komoditas andalan Indonesia sebagai
komoditas industri, karena memiliki kemapanan dari segi benih, pembesaran,
pakan dan pengolahannya. Sentra produksi patin di Indonesia telah tersedia.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan pemantauan
mendorong produksi patin nasional. Pada tahun 2016 produksi patin nasional
sebesar 437.111 ton. Wilayah Sumatera menyumbang 68,07% dari produksi patin
nasional, dengan rincian wilayah Sumatera Selatan penyumbang terbesar yakni
mencapai 47,23%. Hal ini tentunya menunjukkan trend positif seiring dengan
permintaan pasar domestik dan internasional (KKP RI 2018).
Mi merupakan produk makanan yang sangat populer dan banyak
dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun kandungan gizi produk masih
rendah terutama kandungan proteinnya, dari segi nilai gizi mi banyak
mengandung karbohidrat dan zat tenaga (energi). Kandungan gizi mi sangat
bervariasi tergantung pada jenis, jumlah dan kualitas bahan penyusunnya, serta
cara pembuatan dan penyimpanannya (Susanti et al. 2011). Salah satu bahan yang
dapat meningkatkan nilai gizi mi adalah penggunaan ikan patin. Penambahan ikan
pada produk mi merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan guna
meningkatkan kadar protein mi karena ikan memiliki kandungan protein yang
tinggi sehingga dapat melengkapi kandungan gizi dalam makanan yang akan
dimodifikasi dalam hal ini menggunakan ikan patin (Fitriani 2018). Daging ikan
patin memiliki kandungan nutrisi berupa protein dan asam amino esensial yang
cukup tinggi. Nutrisi lainnya yang ada pada daging ikan patin adalah mineral
sodium, kalium, magnesium, dan kalsium serta mengandung omega 3. Selain itu
kandungan kolesterolnya terbilang rendah (Triyanto 2020).
UKM Dua Putri memilih bahan dasar ikan patin dalam olahan mi
dikarenakan mudahnya mendapatkan bahan, karena terdapat beberapa titik
pembudidaya di wilayah Pasuruan. Selain itu pemilihan ikan patin sebagai bahan dasar pembuatan mi karena mengandung nutrisi yang berupa protein dan asam
amino yang cukup tinggi serta memilik kandungan omega 3, sehingga cocok
untuk dibuat olahan mi yang enak sekaligus sehat. Protein yang tinggi serta
adanya lemak yang terkandung pada ikan patin dapat menciptakan rasa yang
gurih, protein mengandung asam glutamat yang menimbulkan rasa gurih pada
makanan. Penggunaan bahan lainnya seperti tepung terigu sebagai campuran ikan
patin berguna untuk mempermudah pembuatan adonan yang kalis dan
meningkatkan elastisitas mi.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SYARIFUDDIN |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PROSES PRODUKSI; MI PATIN; UKM. DUA PUTRI PASURUAN JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:44 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5559 |
