PENGENDALIAN HAMA PENGHISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI PTPN XII KEBUN KALIKEMPIT BANYUWANGI

ATIK SETIAWATI (2021) PENGENDALIAN HAMA PENGHISAP BUAH KAKAO (Helopeltis spp.) PADA TANAMAN KAKAO (Theobroma Cacao L.) DI PTPN XII KEBUN KALIKEMPIT BANYUWANGI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23848-180311100157-LAPORAN PKL_ATIK SETIAWATI_180311100157.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23848-180311100157-LAPORAN PKL_ATIK SETIAWATI_180311100157.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Kakao merupakan salah satu tanaman perkebunan penting di Indonesia,
karena kakao sebagai penghasil devisa Negara, sebagai sumber penghasilan bagi
petani maupun masyarakat lainnya. Indonesia merupakan salah satu produsen
kakao utama di dunia setelah Pantai Gading dan Ghana. Indonesia mempunyai
tanaman kakao paling luas di dunia yaitu sekitar 1.462.000 ha yang terdiri dari
90% perkebunan rakyat dan sisanya perkebunan swasta dan negara, dengan
produksi mencapai 1.315.800 ton/th (Karmawati et al., 2010).
Sentra kakao di Indonesia tersebar di Sulawesi 63,8%, Sumatera 16,3%,
Jawa 5,3%, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat dan Bali 4,0%,
Kalimantan 3,6%, Maluku dan Papua 7,1%. Berdasarkan data sebaran luas
tanaman kakao tersebut, Sulawesi merupakan daerah penghasil kakao terbesar di
Indonesia saat ini yaitu mencapai sekitar 63% produk kakao di Indonesia. Luas
pertanaman kakao di Sulawesi Selatan sampai tahun 2002 mencapai 240.785 ha
dan sebagian besar 98% dalam bentuk perkebunan rakyat. Produksi kakao
Sulawesi Selatan sampai tahun 2002 mencapai 213.754 ton dengan volume
ekspor 204.366 ton (Nasaruddin, 2002). Perkembangan perkebunan kakao di
Indonesia dilakukan dalam bentuk perluasan areal. Pada tahun 2011 luas areal
tanaman kakao telah mencapai 1.745.789 ha. Sebagian besar perkebunan kakao
87,4% dikelola oleh rakyat, sedangkan 6,0% merupakan perkebunan besar
negara, dan 6,7% merupakan perkebunan besar swasta (Dhalimi, 2012).
PT. Perkebunan Nusantara XII merupakan Badan Usaha Milik Negara yang
salah satu tujuannya adalah untuk melakukan usaha di bidang agribisnis dan
agroindustri dengan pengusahaan budidaya tanaman yang salah satunya
meningkatkan produksi tanaman kakao. Wilayah kerja PTPN XII ini berada di
Jawa Timur (Ngawi sampai Banyuwangi) yang memiliki beberapa kebun dengan
berbagai komoditas yaitu: kakao, karet, kopi, teh, aneka kayu, tebu, gula kelapa,
dan agro wisata. Pengelolaan budidaya tanaman perkebunan relatif
menggunakan cara tradisional dan padat karya akan tergantung musim dan alam.
PT Perkebunan Nusantara XII memiliki sumber daya lahan berupa tanah Hak Guna Usaha (HGU), sehingga dalam pengelolaan budidaya kakao haruslah
intensif.
Salah satu hambatan pada budidaya tanaman kakao yang menyebabkan
produksinya menurun adalah serangan hama. Salah satunya Helopeltis spp. atau
kepik penghisap buah kakao. Pada Kebun Kalikempit Afdeling Bendokerep
hama penghisap buah kakao ini merupakan hama yang hampir selalu menyerang
buah kakao baik saat buah kakao yang masih kecil maupun yang sudah besar,
Apabila hama tersebut sudah menyerang beberapa buah kakao, maka harus
dilakukan pengendalian segera mungkin karena perkembang biakan hama
tersebut sangatlah cepat dan banyak. Apabila pengendalian telat dilakukan akan
berdampak terhadap menurunnya hasil produksi buah kakao. Menurut Indriani
(2004 dalam Nurmansyah, 2011), serangan Helopeltis spp. pada tanaman kakao
dapat menurunkan produksi hingga 50% dan meningkatkan biaya produksi
hingga 40%.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
ATIK SETIAWATI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords HAMA dan PENYAKIT TANAMAN; KAKAO; PTPN XII KEBUN KALIKEMPIT BANYUWANGI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:44
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5555

Actions (login required)

View Item
View Item