BUDIDAYA PAPRIKA (Capsicum annuum L.) SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA

MERY NASRIKA (2022) BUDIDAYA PAPRIKA (Capsicum annuum L.) SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23841-190311100030-MERY NASRIKA#190311100030#AROEKOTEKNOLOGI.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23841-190311100030-MERY NASRIKA#190311100030#AROEKOTEKNOLOGI.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Paprika (Capsicum annuum L.) merupakan tanaman hortikultura yang
relatif baru di Indonesia. Tanaman paprika mulai dibudidayakan di Indonesia
sekitar tahun 1990-an. Belakangan ini, Jawa Barat menjadi salah satu sentra
penanaman paprika di Indonesia. Tanaman paprika ditanam di rumah plastik
(rumah kaca).
Paprika memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, antara lain protein,
lemak, karbohidrat, serta vitamin A, B, dan C. Paprika juga mengandung
banyak mineral seperti Ca, Fe, P dan K. Rasa dan warna paprika bervariasi
tergantung pada varietas yang digunakan. Di CV. Wonosari Horticulture
Indonesia hanya menanam dua jenis varietas saja yaitu Rionila F1 dan Xingu.
Capsaicin (C2H1202) merupakan zat yang biasanya terdapat pada cabai, tetapi
tidak terkandung di dalamnya, sehingga rasa cabai tidak pedas tetapi
cenderung manis. Oleh karena itu, paprika disebut juga paprika manis karena
tidak mengandung capsaicin.
Paprika merupakan salah satu komoditas hortikultura yang bernilai
ekonomi tinggi. Tujuan pengembangan budidaya paprika tidak hanya untuk
memenuhi pasar dalam negeri (hotel, supermarket, restoran internasional,
dll), tetapi juga untuk memenuhi pasar luar negeri, terutama negara-negara
Asia. Dalam pengembangan agribisnis paprika, faktor-faktor seperti
kuantitas, kualitas dan kontinuitas pasokan sangat diperlukan untuk
keberhasilan usaha. Oleh karena itu, pengembangan agribisnis paprika di
Indonesia harus memenuhi ketiga syarat tersebut.
Salah satu cara untuk terus memproduksi secara kontinyu produk sayuran
berkualitas tinggi per tanaman adalah dengan menggunakan sistem
hidroponik untuk budidaya. Hidroponik merupakan metode alternatif untuk
memperbanyak buah paprika. Salah satu jenis sistem hidroponik dalam
budidaya paprika adalah hidroponik substrat, yang tidak menggunakan media
air, melainkan media padat. Pengembangan hidroponik di Indonesia sangat
menjanjikan mengingat meningkatnya permintaan pasar akan sayuran berkualitas tinggi, kondisi lingkungan/iklim yang merugikan, persaingan
penggunaan lahan, dan masalah degradasi tanah.
Banyak faktor yang mempengaruhi produksi tanaman secara hidroponik,
di antaranya media tanam dimana tanaman yang akan dibudidayakan tumbuh.
Media tanam merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan, karena
merupakan salah satu penyedia segala kebutuhan yang dibutuhkan tanaman,
seperti unsur hara, mineral dan air. Kebutuhan unsur hara, mineral dan air
dipengaruhi oleh media tanam yang baik dan sesuai, karena pemilihan media
tanam sangat penting untuk pertumbuhan tanaman, serta media tanam arang
sekam dan cocopeat yang sangat cocok untuk media tanam. Banyak sekali
manfaat dari kedua media tanam tersebut, dimana arang sekam menyerap
sinar matahari menjadi unsur C, kemudian cocopeat memberikan unsur hara
makro dan mikro seperti kalium, fosfor, kalsium, magnesium dan natrium.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MERY NASRIKA
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; PAPRIKA; HIDROPONIK FERTIGASI; CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:44
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5544

Actions (login required)

View Item
View Item