PERAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KOMODITAS BAWANG MERAH DAN CABAI RAWIT DI KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP

Dia Ayuni; Nur Hasiani Agustina (2022) PERAN BALAI PENYULUHAN PERTANIAN DALAM BUDIDAYA DAN PENGOLAHAN KOMODITAS BAWANG MERAH DAN CABAI RAWIT DI KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23833-190321100004-BPP Sumenenp.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23833-190321100004-BPP Sumenenp.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Indonesia sebagai salah satu negara agraris menunjukkan bahwa
sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani. Masyarakat Indonesia
sebagian besar juga menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. Hal ini
menandakan bahwa sektor pertanian merupakan salah satu sektor yang memiliki
peran penting dalam menopang perekonomian keluarga petani di Indonesia.
Secara lebih luas, sektor pertanian terbagi dalam beberapa komoditas seperti
komoditas pangan, komoditas hortikultura, komoditas peternakan, komoditas
perikanan dan komoditas perkebunan. Masing-masing daerah yang ada di
Indonesia tentu memiliki potensi komoditas unggulan yang berbeda-beda sesuai
dengan kondisi lahan dan iklim. Potensi komoditas unggulan tersebut harus
dimaksimalkan untuk kesejahteraan petani dan membantu dalam pertumbuhan
pembangunan pertanian.
Penyuluh pertanian sebagai sarana pembelajaran bagi petani memiliki
peran penting dalam meningkatkan kualitas petani. Penyuluhan pertanian
merupakan upaya pemberdayaan petani agar mereka mengetahui dan mampu
memecahkan permasalahan dalam kegiatan pertaniannya sehingga mampu
meningkatkan hasil usahanya dan meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Kegiatan penyuluhan pertanian merupakan suatu kegiatan menyampaikan
informasi dan pengetahuan kepada petani terkait dengan kegiatan pertanian.
Harapan dilakukannya penyuluhan pertanian yaitu petani mampu mengubah pola
perilaku dalam berusahatani dan mampu menerapkan informasi yang disampaikan
oleh penyuluh.
Balai penyuluhan pertanian merupakan kelembagaan penyuluh yang
menaungi para Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) untuk berkontribusi bagi petani
dalam memaksimalkan potensi komoditas pertanian suatu daerah. Balai
Penyuluhan Pertanian Kecamatan Rubaru merupakan salah satu lembaga
penyuluhan pertanian yang juga berperan aktif dalam memberikan informasi dan
pengetahuan terhadap petani terkait dengan kegiatan pertanian mulai dari hulu
sampai hilir. Di samping itu, Kecamatan Rubaru merupakan salah satu wilayah di
Kabupaten Sumenep yang memiliki potensi pada beberapa komoditas pertanian, seperti komoditas pangan dan komoditas hortikultura. Pada komoditas pangan,
Kecamatan Rubaru memiliki potensi pada komoditas padi dan jagung. Sedangkan
pada komoditas hortikultura, potensi unggulannya yaitu bawang merah dan cabai
rawit.
Bawang merah dan cabai rawit merupakan dua komoditas yang banyak
diusahakan sebagai mata pencaharian oleh petani di samping padi dan jagung.
Hal ini dikarenakan kondisi lahan yang tersebar pada 11 desa di Kecamatan
Rubaru memiliki potensi pengembangan pada dua komoditas tersebut. Menurut
(Hasan & Suprapti, 2021) Kecamatan Rubaru menjadi sentra produksi bawang
merah di Kabupaten Sumenep dengan luas panen pada tahun 2019 mencapai 669
ha atau 62.08% dari total luas panen bawang merah di Kabupaten Sumenep.
Modal usahatani bawang merah menjadi salah satu kendala yang
dirasakan oleh petani karena untuk melakukan budidaya bawang merah dengan
baik membutuhkan modal yang relatif besar. Keterbatasan modal ini berdampak
pada alokasi input yang tidak tepat jenis, waktu dan jumlah (Hasan & Suprapti,
2021). Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas dan kuantitas produksi yang
akan mengalami penurunan. Kendala lain yang dirasakan oleh petani bawang
merah yaitu alokasi pupuk bersubsidi yang tidak merata serta harga bawang
merah yang cenderung berfluktuasi.
Pada komoditas cabai rawit, kendala umum yang dihadapi oleh petani yaitu
menurunnya produksi yang disebabkan oleh perubahan iklim yang tidak dapat
diperkirakan. Menurut (Yasin et al., 2017) perubahan iklim yang cukup ekstrim
berdampak pada penurunan produksi cabai yang cukup signifikan sehingga
keuntungan petani cenderung menurun dan mengakibatkan kerugian pada petani.
Sama halnya dengan bawang merah, fluktuasi harga juga menjadi kendala yang
berarti bagi para petani cabai rawit di Kecamatan Rubaru.
Kendala yang terjadi pada usahatani bawang merah dan cabai rawit di
Kecamatan Rubaru membutuhkan peran penyuluh sebagai lembaga yang
memfasilitasi petani dalam pemecahan masalah terkait dengan kegiatan
pertaniannya. Peran penyuluh yang belum optimal sebagai media komunikasi dan
fasilitasi juga menjadi salah satu faktor penyebab kendala yang dihadapi oleh
petani belum terpecahkan. Oleh karena itu, perlu adanya optimalisasi peran Balai
Penyuluhan Pertanian sebagai media komunikator, fasilitator, dan edukator antara penyuluh dengan petani dalam mengatasi kendala yang dihadapi oleh para petani
bawang merah dan cabai rawit di Kecamatan Rubaru.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Dia Ayuni; Nur Hasiani Agustina
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords BALAI PENYULUHAN PERTANIAN; BUDIDAYA TANAMAN; BAWANG MERAH; CABAI RAWIT; KECAMATAN RUBARU KABUPATEN SUMENEP
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:43
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5526

Actions (login required)

View Item
View Item