TRUNOJOYO-KP-23828-190321100022-Yursayur.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Sektor pertanian menjadi salah satu sektor yang memiliki peranan
strategis dalam membangun perekonomian nasional. Hal tersebut
dikarenakan sektor pertanian berfungsi sebagai penyedia atau penghasil
bahan pangan, penyedia lapangan pekerjaan untuk sebagian besar para
penduduk, dan tentunya memberikan sumbangan terhadap pendapatan
nasional. Pada tahun 2020, sektor pertanian mengalami pertumbuhan positif
di tengah melemahnya perekonomian nasional akibat adanya pandemi
Covid-19. Pertumbuhan positif ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah
satunya yaitu komoditas hortikultura yang mengalami pertumbuhan 7,85
persen karena permintaan akan sayuran yang terus semakin meningkat
(Sofuroh, 2021). Hal ini tentunya dapat menjadi peluang bisnis dalam bidang
pertanian. Salah satunya komoditas pertanian yang banyak digemari
masyarakat yaitu sayur selada. Sayur selada kaya akan kandungan gizi,
seperti serat, mineral, dan vitamin A. Peningkatan pada jumlah penduduk
dan kesadaran dari masyarakat akan nilai gizi dan kesehatan menyebabkan
permintaan selada semakin meningkat, dan peningkatan permintaan ini tentu
menuntut adanya peningkatan produksi (Romalasari & Sobari, 2019).
Saat ini, terdapat cara lain untuk mengembangkan hasil produksi
pertanian, yaitu dengan cara menggunakan sistem pertanian hidroponik.
Hidroponik merupakan aktivitas pada pertanian yang dilakukan dengan
menggunakan air sebagai medium utama untuk menggantikan tanah yang
umumnya menjadi lahan untuk bercocok tanam. Hidroponik menjadi salah
satu inovasi untuk budidaya tanaman tanpa menggunakan media tanah.
Hidroponik dalam kurun waktu relatif singkat yaitu sekitar 65 tahun, telah
berkembang pesat karena dapat disesuai dengan berbagai keadaan, seperti
lahan terbuka, dan di dalam rumah kaca (Aini & Azizah, 2018). Dalam bisnis,
pertanian secara hidroponik tentunya layak untuk dipertimbangkan.
Penerapan sistem hidroponik di Indonesia cukup prospektif dimana
permintaan terhadap sayur yang berkualitas semakin tinggi, lahan pertanian
yang semakin sempit dan terbatas, serta kondisi lingkungan dan iklim yang
tidak menunjang (Waluyo, Nurfajriah, Mariati, & Rohman, 2021). Hidroponik
dapat dijadikan usaha untuk menghasilkan keuntungan yang besar. Pada
saat ini, bercocok tanam dengan menggunakan sistem hidroponik telah banyak diterapkan oleh sebagian masyarakat Indonesia yang memanfaatkan
lahan yang tidak begitu luas dan hal ini menguntungkan dan menghasilkan
produksi pertanian yang lebih maksimal. Berbagai sistem hidroponik dapat
digunakan secara intensif untuk meningkatkan hasil produksi tanaman.
Yursayur Farm merupakan salah satu usaha perkebunan dalam skala
mikro yang menggunakan sistem pertanian secara hidroponik dan telah
menghasilkan beberapa tanaman hortikultura, salah satunya yaitu sayur
selada. Yursayur Farm menjadi tempat usaha hidroponik pertama di daerah
Ketapang, Sampang dan saat ini masih berada di tahap verifikasi P4S
(Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya). Berdasarkan hal
tersebut, maka penulis sebagai Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian
Universitas Trunojoyo Madura (UTM) tertarik dan memilih Yursayur Farm
Sampang sebagai tempat yang sangat relevan untuk melaksanakan
kegiatan Praktik Kerja Lapang (PKL). Dengan mengikuti Praktik Kerja
Lapang (PKL) ini, kami berharap dapat meningkatkan pengetahuan, potensi,
sikap, keterampilan dan wawasan dalam dunia kerja.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM Safitri Puspita Lestari; Ismi Amalia Fajrin; Shelian Fitri |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN AGRIBISNIS; SELADA; HIDROPONIK; YURSAYUR FARM |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5510 |
