TRUNOJOYO-KP-23824-180331100010-PKL_180331100010_DYAH AYU WASHILATUS SYAFAAH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Abstract
Indonesia merupakan salah satu negara industri yang berperan penting
dalam mengelola komoditas pertanian menjadi suatu produk yang pemiliki nilai
tambah sehingga dapat berperan serta dalam peningkatan perekonomian negara.
Salah satu komoditas pertanian yang menjadi unggulan salah satunya adalah umbi
singkong. Umbi ini merupakan umbi asli Indonesia yang banyak disukai oleh
kebanyakan masyarakat. Selain dapat dikonsumsi sebagai makanan pengganti
nasi, singkong dapat diolah menjadi produk olahan yang tahan lama dan sekaligus
dapat meningkatkan nilai tambah (Hafsah 2003). Salah satu pengolahannya yaitu
dengan diolah menjadi keripik.
Menurut Badan Pusat Stastistik, komoditas singkong di Jawa Timur pada
tahun 2011 mencapai 4.032.081 ton. Pada tahun selanjutnya yaitu tahun 2012,
produksi singkong meningkat menjadi 4.246.028 ton, namun kembali mengalami
penurunan produksi pada tahun 2013 sebesar 3.601.074 ton. Tahun 2014 juga
mengalami penurunan sebesar 3.315.187 ton dan tahun 2015 terjadi penurunan
produksi singkong sebesar 3.161.573 ton. Meski pun singkong sering mengalami
penurunan produksi setiap tahunnya pada kurun waktu tahun 2011 hingga tahun
2015, namun singkong merupakan salah satu umbi yang memiliki potensi yang
baik bagi perekonomian.
Persediaan bahan baku merupakan suatu hal yang paling utama didalam
proses produksi suatu perusahaan. Persediaan bahan baku yang dibutuhkan oleh
perusahaan akan berbeda dari segi bahan, jenis dan banyaknya bahan, hal ini
bergantung dari jenis usaha masing masing suatu perusahaan. Penentuan
besarnya modal dalam persediaan bahan baku akan memberi dampak secara
langsung kepada perusahaan. Kesalahan dalam menetapkan besarnya
persediaan bahan baku akan mengakibatkan penurunan keuntungan didalam
suatu perusahaan.
Ketersediaan bahan baku yang akan digunakan oleh perusahaan terkadang
mengalami permasalahan dimana terjadi kekurangan atau kelebihan bahanbaku.
Kekurangan persediaan bahan baku akan menghambat proses jalannya produksi,
sedangkan jika terjadi kelebihan persediaan bahan baku maka akan menyebabkan
pembengkakan biaya penyimpanan. Oleh sebab itu, dibutuhkan suatu
pengendalian persediaan bahan baku agar lebih efektif dan efisien, dengan begitu
proses produksi dapat terjaga dan bisa berjalan dengan lancar. Selain itu, perusahaan juga dapat menekan biaya yang di keluarkan dalam persediaan bahan
baku.
Keripik singkong merupakan salah satu produk makanan ringan yang
digemari oleh masyarakat. Makanan ini terbuat dari bahan baku singkong yang
diiris tipis dan kemudian digoreng dengan aroma bawang putih yang gurih.
Perkembangan sekarang banyak memunculkan variasi rasa keripik singkong,
tidak hanya pada rasa asin namun, juga ada rasa pedas manis, dan balado.
IRT. Fajar Food merupakan industri kecil yang berada di Desa Rombiya
Ganding Sumenep. Industri Rumah Tangga Fajar Food merupakan salah satu
usaha yang memproduksi keripik singkong. Keripik yang diproduksi memiliki tiga
varian rasa yaitu rasa original, pedas dan balado. Keripik singkong menjadi salah
satu produk unggulan masing-masing perusahaan yang banyak diminati
masyarakat. IRT. Fajar Food mampu menghasilkan keripik singkong sekitar ±200
kg/hari. Apabila keripik dikemas bisa mencapai sekitar ±400 bal kemasan keripik
singkong. Singkong memiliki jangka kerusakan atau jangka penyimpanan selama
1 minggu namun jika sudah diolah menjadi keripik jangka kedaluwarsa bisa lebih
lama sekitar ±1 bulan setelah produksi. Selain memproduksi keripik singkong IRT.
Fajar Food juga memproduksi keripik talas namun pada laporan praktik kerja
lapang kali ini penulis hanya akan terfokus pada persediaan bahan baku keripik
singkong.
Pembelian bahan baku singkong tersebut dengan tujuan untuk memenuhi
kebutuhan proses produksi di UMKM Fajar Food. Maka untuk menentukan jumlah
bahan yang akan dibeli harus membutuhkan perhitungan yang akurat, serta
perolehan baku yang didapat. Perkiraan jumlah kebutuhan bahan baku yang
terlalu kecil akan mengakibatkan pembelian yang terlalu kecil. Begitu sebaliknya
apabila perkiraan terlalu besar akan menimbulkan masalah yang tidak diinginkan
seperti besarnya biaya persediaan yang dikeluarkan. Oleh karena peneliti ingin
meneliti tentang persediaan bahan baku pada industri keripik singkong di UMKM
Fajar Food Rombiya Ganding Sumenep.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM DYAH AYU WASHILATUS SYAFA’AH |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | AHAN BAKU; KERIPIK SINGKONG; UMKM FAJAR FOOD ROMBIYA GANDING SUMENEP |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5502 |
