TRUNOJOYO-KP-23820-190321100115-Laporan PKL UD. Diyamin.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (7MB)
Abstract
Kedelai merupakan tanaman sumber protein yang murah, sehingga dapat
digunakan untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Kebutuhan terhadap kedelai
semakin meningkat dari tahun ketahun sejalan dengan bertambahnya penduduk
dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap makanan berprotein nabati.
Data BPS (2007 dalam Anonim 2008) menyebutkan kebutuhan kedelai dalam negeri
kurang lebih mencapai 2 juta ton/tahun, dimana produksi dalam negeri tahun 2007
baru mencapai 608.263 ton. Produksi kedelai Nasional dalam 8 tahun terakhir dari
tahun 2000 sampai 2007 ternyata mengalami penurunan rata-rata sebesar 7,20 %.
Salah satu daerah di Jawa Timur yang memproduksi kedelai yaitu Kabupaten
Sampang. Akan tetapi sampai saat ini jumlah produksi kedelai Kabupaten Sampang
masih di bawah jumlah produksi kedelai Jawa Timur. Hal tersebut dilihat dari jumlah
produksi kedelai per hektar Kabupaten Sampang tahun 2013 adalah 34,147 kw/ha
(Badan Statistik Jawa Timur, 2015). Di sisi lain Kecamatan Ketapang Kabupaten
Sampang Madura merupakan salah satu daerah yang potensial untuk
pengembangan komoditas kedelai karena memiliki kesesuaian agroekosistem yang
cukup baik. Luas lahan potensial untuk pengembagan kedelai 65,1 ha (Anonymous,
2002). Selain itu ada 2 Kecamatan yang merupakan sentra produksi kedelai yaitu
Robatal dan Sokabanah. Kontribusi ketiga Kecamatan tersebut terhadap produksi
kedelai di Sampang mencapai 98% (26.824 ton) pada tahun 2004 dengan luas lahan
19.789 ha (Zubaidi, 2008).
Sebagai salah satu komoditas yang memiliki kontribusi nilai tambah maka
terdapat beberapa pengelolahan bahan baku kedelai menjadi 3 jenis olahan seperti
susu kedelai yang tersebar di 2 kecamatan (Kecamatan Sampang dan Ketapang),
Tahu yang tersebar di 5 Kecamatan (Kecamatan Omben, Ketapang, Tambelangan,
Banyuates dan Sampang) dan tempe yang tersebar di 5 kecamatan yaitu Kecamatan
Jrengik, Sampang, Tambelangan, Karangpenang dan Banyuates. (Teknik & Dan,
2016) Perkembangan usaha produk tahu di Kabupaten Sampang sampai saat ini
dikatakan cukup tradisional, hal ini dilihat berdasarkan alat yang digunakan cukup
tradisional serta belum ada standar kemasan yang bagus. Untuk melakukan analisis
detail terhadap perkembangan usaha produk tahu yang ada di Kabupaten Sampang.
Maka akan dilakukan analisis pada salah satu usaha pabrik tahu yang ada di
Kecamatan Sampang yaitu UD. Diyamin.
UD. Diyamin merupakan salah satu industri tahu terbesar di bandingkan
dengan industri tahu lain yang ada di Kecamatan Sampang. Ini merupakan contoh
dari industri lain yang berada di Sampang, yaitu pada pabrik tahu Salawi Jaya yang
hanya bisa memproduksi kedelai 50 tong/ember jika harga kedelai naik drastis dan
pada saat harga kedelai tersebut stabil, pabrik Salawi Jaya mampu memproduksi
sampai 100 tong per hari. Hal ini dilihat dari produksi UD. Diyamin dalam satu hari
menghabiskan bahan baku kedelai sebanyak 1 ton. Akan tetapi masih terdapat
adanya permasalahan yang ada pada industri pabrik tahu UD. Diyamin diantaranya
seperti 1. Belum ada standart kemasan yang bagus, 2. Belum adanya inovasi terkait
perkembangan teknologi 3. Kurangnya media pada pemasaran, 4. Dan Pemahaman
akan inovasi produk tergolong rendah. Menurut (Wisnu et al., 2019). Untuk
menganalisis perkembangan pada usaha tersebut, maka perlu dilakukan program
praktik kerja lapang untuk mengetahui strategi manajemen produksi dan
managemen pemasaran produk tahu pada usaha tahu UD. Diyamin.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM FITRIYAH ALWI; RINA APRYANA F. |
| Department | Agribisnis |
| Uncontrolled Keywords | MANAJEMEN PRODUKSI; PEMASARAN PRODUK; TAHU; UD.DIYAMIN |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:43 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5492 |
