TEKNIK BUDIDAYA TOMAT BEEF SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA

AMELIA KARTIKA PUTRI (2022) TEKNIK BUDIDAYA TOMAT BEEF SISTEM HIDROPONIK FERTIGASI DI CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23818-190311100018-Amelia Kartika Putri#190311100018#Agroekoteknologi.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23818-190311100018-Amelia Kartika Putri#190311100018#Agroekoteknologi.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

CV. Wonosari Horticulture Indonesia merupakan perusahaan yang
bergerak dibidang pertanian hortikultura. CV. Wonosari Horticulture Indonesia
ini berdiri pada bulan September 2012. CV. Wonosari Holticulture Indonesia
bergerak pada bidang produksi tanaman sayuran buah salah satunya yaitu tanaman
tomat beef dengan sistem hidroponik. CV. Wonosari Holticulture Indonesia
merupakan salah satu tempat melakukan Praktik Kerja Lapang (PKL), dimana
kegiatan tersebut bertujuan sebagai sarana mahasiswa untuk mendapatkan
pengetauhuan dan pengalaman di dunia kerja dan menerapkan teori di perkuliahan
dalam dunia kerja.
Tomat merupakan tanaman sayuran penting yang memilki nilai ekonomi
tinggi yang dapat digunakan sebagai sumber alternatif pendapatan petani. Hal ini
ditunjang dengan permintaan pasar baik dalam negeri maupun luar negeri yang
selalu mengalami peningkataan dri tahun ke tahun. Dari hasil analisis deskriptif,
negara pengimpor utama tomat segar dunia adalah negara Amerika Serikat.
Selama kurun waktu 1986-2006, Indonesia mengekspor tomat segar ke Amerika
Serikat rata-rata tiap tahunnya sebesar 1.856.962 kg dengan nilai sebesar US$
544.004. Pada periode tahun 1986-2006 eskpor tomat Indonesia mengalami
fluktuasi, tetapi secara rata-rata meningkat tiap tahunnya masing-masing sebesar
21,96% dan 46,50%. Volume eskpor tertinggi terjadi pada periode tahun 1987-
1988 yaitu sebesar 198,74% dan pertumbuhan terendah terjadi pada periode tahun
1996-1997 yaitu sebesar 63,32%. Pertumbuhan nilai ekspor terbesar terjadi pada
periode 1997-1998 yaitu sebesar 72,62% (Hanindita, 2008). Permintaan pasar
yang tinggi tidak diimbangi dengan produktivitas tomat yang tinggi pula,
sehingga tidak mengherankan jika tomat menjadi tanaman yang harus
dibudidayakan (Purwati dan Khairunisa, 2007).
Kurang maksimalnya produktivitas tanaman tomat yang terjadi di
masyarakat akhir-akhir ini disebabkan karena berbagai faktor, misalnya tingkat
kesuburan tanah, keadaan iklim yang tidak menentu, dan serangan hama (Purwati
dan Khairunisa, 2007). Apabila hal ini dibiarkan secara terus menerus, maka dapat merugikan masyarakat, khususnya para petani tomat. Sehingga diperlukan
penelitian untuk meningkatkan produktivitas tanaman tomat di Indonesia.
Untuk meningkatkan hasil produksinya, pada umumya petani
menggunakan pupuk yang ada di pasaran yang biasa dikenal dengan pupuk kimia.
Pupuk kimia ini mengandung unsur Nitrogen (N), Phospor (P), dan Kalium (K)
yang dibutuhkan oleh tanaman (Cahyono, 2008). Akan tetapi, bagi para petani,
harga pupuk kimia ini masih tergolong sangat mahal (Astuti dan Robert, 2011).
Selain itu, pupuk ini juga dapat memberi dampak buruk bagi lingkungan yang
berimbas pada rusaknya ekosistem (Cahyono, 2008).
Penanaman tomat pada umumnya membutuhkan lahan yang luas. Dengan
kondisi lahan saat ini, ketika lahan semakin sempit karena semakin meningkatnya
perindustrian, sehingga diperlukan perbaikan teknik budidaya tanaman tomat
(Purwati dan Khairunisa, 2007). Alternatif untuk pembudidayaan tomat yang
dapat dilakukan adalah dengan menggunakan polybag. Penanaman tomat pada
polybag juga memberi keuntungan karena tomat bisa dikondisikan seperti yang
diinginkan, lebih praktis, dan mempermudah perawatan dan pengamatan
(Anonimous, 2009).
Tanaman tomat merupakan komoditas pertanian yang memiliki nilai jual
yang cukup tinggi sehingga untuk meningkatkan produksi dan kualitas panen,
petani semakin banyak yang melakukan budidaya tomat secara hidroponik. Tomat
berkhasiat bagi penderita yang sedang sakit maupun pada fase penyembuhan.
Daun dan buahnya berkhasiat sebagai penyejuk, menambah nafsu makan dengan
cara memperbanyak keluarnya air liur, merangsang keluarnya enzim lambung,
dan melancarkan aliran empedu ke usus. Salah satu usaha untuk membudidayakan
tanaman tomat beef adalah dengan sistem hidroponik fertigasi. Untuk memperoleh
hasil yang optimal, maka perlu dikaji penggunaan masa air dan nutrisi yang sesuai
dengan kebutuhan tanaman. Pada sistem hidroponik, air dan nutrisi merupakan
satu-satunya sumber makanan bagi tanaman, karena dalam sistem ini tidak
digunakan tanah sebagai media tanam. Air dan nutrisi biasanya dicampur menjadi
satu dalam satu tangki larutan nutrisi (Dewi, dkk, 2017).
Tanaman tomat beef adalah komoditas hortikultura bernilai ekonomi tinggi
yang peka terhadap penyakit tular tanah (Onggo, dkk, 2017). Tomat beef
merupakan salah satu varietas tomat ekslusif yang dapat menjadi peluang bisnis.
Ukuran buah yang besar (170 g sampai 227 g per-buah) (Hochmuth dan Hocmuth,
2012) serta tekstur keras dan renyah adalah karakteristik utama bagi varietas ini,
selain memiliki harga jual yang tinggi dan stabil, buah juga memiliki daya simpan
lebih lama. Pemanfaatan tomat beef secara umum adalah sebagai sayuran segar,
gamish atau penghias makanan dan irisan pada burger. Produksi hasil buah yang
relatif rendah terkadang disebabkan oleh pemilihan bibit tomat yang kurang tepat
serta teknik budidaya yang kurang tepat, pengaturan drainase air dan sirkulasi
udara yang kurang baik dan kualitas produk. Adapun penyebab lain dari produksi
tomat rendah yaitu penggunaan pupuk atau nutrisi yang kurang tepat, nutrisi EC
dan pH tanaman yang kurang tepat, kualitas produk yang kurang higienis, green
house yang kurang tmemadai dan media tanam yang kurang steril (Prabowo dkk,
2018).

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
AMELIA KARTIKA PUTRI
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; TOMAT BEEF; HIDROPONIK FERTIGASI; CV. WONOSARI HORTICULTURE INDONESIA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:42
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5488

Actions (login required)

View Item
View Item