TRUNOJOYO-KP-23815-190311100094-Lisa Agustina Boang Manalu#190311100094.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (5MB)
Abstract
Keanekaragaman tanaman yang dimiliki Indonesia menghasilkan sumber
daya alam yang banyak memberikan manfaat dalam dunia pertanian salah satunya
adalah budidaya tanaman buah-buahan. Budidaya tanaman buah-buahan sangat
diminati masyarakat karena dapat memberikan keuntungan yang cukup
menjanjikan. Tanaman buah merupakan tanaman yang menghasilkan buah yang
dapat dikonsumsi dalam keadaan segar, baik sebagai buah yang dapat dimakan
secara langsung maupun buah yang harus diolah. Tanaman buah umumnya
tanaman. yang berumur panjang sehingga sering disebut juga dengan musiman.
Tanaman jambu air adalah salah satu jenis tanaman buah yang banyak
dikembangkan di Indonesia.
Jambu air (Syzygium aqueum) adalah salah satu buah tropis yang digemari
oleh masyarakat. Rasanya yang manis, segar dan mengandung banyak air
menjadikan buah ini primadona di lingkungan masyarakat. Tanaman jambu air
merupakan salah satu tanaman buah yang sangat mudah dibudidayakan dan mampu
beradaptasi serta memiliki toleransi yang tinggi. Jambu air memiliki banyak ragam
dan variasi, misalnya beragam warna seperti warna putih, hijau merah muda, merah,
hingga merah kecoklatan. Rasanya juga bervariasi, mulai dari asam, manis segar
dan sepat. Beberapa jenis jambu air manis diantaranya adalah varietas Lilin, King
Rose, Jade Rose Aple, Cincalo, Madura, Citra, Bangkok, Semarang, Merah Delima,
dan Kaget. Salah satu yang populer dan paling banyak digemari saat ini adalah
jambu air madu deli hijau, karena jambu ini berbeda dengan jambu air pada
umumnya.
Jambu air madu deli hijau terkonsentrasi sebagai tanaman pekarangan dan
termasuk tanaman buah komersial yang digemari oleh konsumen. Beberapa
keunggulan jambu air madu deli hijau adalah mudah dalam budidaya (tabulampot),
produksi buah yang tinggi, memiliki harga jual yang relatif mahal, masa
berbuahnya lebih cepat yaitu 9 bulan sampai dengan 1,5 tahun setelah masa tanam, memiliki rasa yang manis hingga 15 Brix dan memiliki bobot buah yang cukup
besar yaitu sekitar 1,5 – 2 ons serta perawatan yang tidak terlalu sulit.
Populasi jambu air hingga tahun 2008 mencapai 95.627 pohon dengan
jumlah produktif 38.570 pohon. Produksi yang dihasilkan selama satu tahun yaitu
4.878 ton, maka jambu air menyumbang pendapatan terbesar dalam satu tahun.
Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Rangkuti et all (2016) jambu air
madu deli hijau memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan jika dilihat dari
permintaan pasar yang semakin meningkat setiap tahun menunjukkan bahwa jambu
air madu deli hijau sangat diminati oleh konsumen pada saat ini.
Pembudidayaan jambu air madu deli hijau sangat mudah dan bervariasi,
dimulai dari tabulampot hingga ditanam dilahan. Namun, beberapa studi literatur
menyarankan jambu madu deli hijau lebih baik dibudidayakan dengan tabulampot.
Hal ini dikarenakan ada beberapa keunggulan yang didapatkan dari teknik
tabulampot jambu air madu deli hijau antara lain : mudah dibuahkan dan mampu
berbuah sepanjang tahun, rasa lebih manis, dan perawatan lebih mudah. Melihat
permintaan pasar jambu air madu deli hijau yang terus meningkat, perlu adanya
penyediaan bibit yang baik secara efektif dan efisien guna menunjang para petani
untuk membudidayakan jambu air madu deli hijau. Upaya penyediaan bibit jambu
air madu deli dapat diperoleh melalui perbanyakan vegetatif melalui teknik
sambung pucuk. Sambung pucuk merupakan perbanyakan tanaman yang
menggabungkan antara batang bawah (dari persemaian biji) dan batang atas
(berasal dari pohon induk satu famili). Perbanyakan vegetatif ini merupakan
alternatif untuk mendapatkan tanaman baru yang memiliki sifat sama dengan
tanaman induknya dalam jumlah besar. Tanaman baru yang memiliki sifat-sifat
keturunan dan sifat-sifat biologis yang sama dengan induknya memiliki keuntungan
yaitu penghematan tenaga, waktu, tempat dan biaya.
Kebun CV. Agro Mandiri Utama Lestari adalah salah satu kebun
pembibitan yang fokus terhadap tanaman hortikultura tahunan. Perbanyakan
tanaman di CV. Agro Mandiri Utama Lestari adalah teknik vegetatif dengan
beberapa teknik dan salah satu contohnya adalah teknik sambung pucuk.
Keberhasilan perbanyakan teknik sambung pucuk jambu air ditentukan oleh kriteria batang atas dan batang bawah. Kriteria batang atas adalah varietas yang memiliki
keunggulan dalam produktifitas buah dan kriteria batang bawah yang memiliki
perakaran yang kuat dan adatif lingkungan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM LISA AGUSTINA BOANG MANALU |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | PERBANYAKAN TANAMAN; JAMBU AIR; JAMBU AIR MADU DELI HIJAU; SAMBUNG PUCUK; CV. AGRO UTAMA MANDIRI LESTARI |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5484 |
