TRUNOJOYO-KP-23813-190351100069-Bela Riskiyanti Putri#1903511000693.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Mayangan Kota Probolinggo terletak
di pesisir Utara Kota Probolinggo. Pelabuhan Perikanan menurut PER.
08/MEN/2012 adalah tempat yang terdiri atas daratan dan perairan di sekitarnya
dengan batasan-batasan tertentu sebagai tempat kegiatan pemerintahan dan
kegiatan sistem bisnis perikanan yang digunakan sebagai tempat kapal
perikanan bersandar, berlabuh, dan/atau bongkar muat ikan yang dilengkapi
dengan fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang perikanan.
Pada dasarnya pelabuhan perikanan memiliki fungsi-fungsi pemerintahan dan
fungsi pengusaha. Fungsi pemerintahan meliputi tentang pelaksanaan
pengaturan, pembinaan, pengawasan, pengendalian, serta keselamatan dan
keamanan operasional kapal perikanan. Sedangkan fungsi pengusaha meliputi
penyediaan dan/atau jasa kapal perikanan dan jasa terkait pelabuhan perikanan
(Prasetyowati et al., 2017)
Berdasarkan data produksi perikanan di UPT PPP Mayangan Probolinggo
pada lima tahun terakhir dari 2016-2020 sekitar 92,4 ton dengan 40% hasil
tangkapan berasal dari alat tangkap rawai dasar. Produksi perikanan tangkap
ikan demersal di Jawa Timur, sebesar 580.090 ton/ikan/tahun. Alat tangkap yang
digunakan untuk menangkap ikan demersal seperti : ikan kerapu, ikan kakap,
ikan pari, ikan manyung dan ikan dasar lainnnya adalah alat tangkap jaring gill
net dasar, bubu, dan rawai dasar (Mini bottom long line). Rawai merupakan salah
satu alat tangkap yang cukup banyak dioperasikan di perairan Indonesia. Hal ini
karena cara pengoperasian rawai dasar yang mudah dan daerah penangkapan
yang tidak terlalu jauh dari fishing base. Menurut beberapa nelayan pembuatan
alat tangkap rawai juga lebih mudah dan murah dibandingkan dengan alat
tangkap lain. Alat tangkap rawai dasar bisa dioperasikan sepanjang tahun tanpa
tergantung pada musim. Pengoperasian rawai dasar juga bisa dilakukan oleh
perseorangan (Wijayanti et al., 2015)
Keberhasilan pengoperasian pada alat tangkap rawai dasar (bottom long
line) selalu tergantung pada kondisi oseanografi, keberadaan sumberdaya
ikannya, sarana yang digunakan dalam penangkapan dan yang menjadi salah satu faktor terpenting adalah pemilihan jenis umpan yang baik sehingga
mendapatkan hasil tangkapan ikan demersal yang dikehendaki (Hendriyono et
al., 2017)
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM BELA RISKIYANTI PUTRI |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | HASIL TANGKAPAN IKAN; RAWAI DASAR (BOTTOM LONG LINE); UPT PELABUHAN PERIKANAN PANTAI MAYANGAN KOTA PROBOLINGGO |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5481 |
