TRUNOJOYO-KP-23811-190331100062-Alfa Nursafitri#190331100062.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Kopi merupakan tanaman perkebunan yang telah banyak dibudidayakan
di Indonesia. Kopi termasuk kelompok tanaman semak dari genus Coffea dan
famili Rubiaceae. pada abad ke-17, Jenis kopi yang pertama kali dibudidayakan di
Indonesia yaitu kopi arabika (Coffea arabica L.) dan pada awal abad ke-20 mulai
dibudidayakan jenis kopi robusta. Indonesia saat ini menjadi negara produsen kopi
keempat terbesar di dunia setelah Brazil, Vietnam, dan Colombia. Hasil produksi
kopi Indonesia sebanyak 67% digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekspor
sedangkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri sebanyak 33%. Tingkat
konsumsi kopi dalam negeri mencapai 800 gr/kapita/tahun dan dalam kurun waktu
20 tahun konsumsi kopi terus mengalami peningkatan (Budiharjono & Fahmi,
2020).
Menurut Peraturan Menteri Pertanian (2014), kopi merupakan komoditas
perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.
Produksi kopi di Indonesia paling banyak adalah jenis kopi robusta. Hasil produksi
kopi robusta Indonesia mencapai 87,1% dari total produksi kopi Indonesia.
Produsen kopi Indonesia sebagian besar berada pada wilayah Sumatera Selatan,
Bengkulu, dan Lampung. Kopi dapat diolah dalam bentuk biji kopi, biji kopi sangrai,
kopi bubuk, kopi instan, dan produk lainnya yang mengandung kopi.
Produk olahan tentunya membutuhkan kemasan guna melindungi produk
tersebut. Kemasan yang digunakan sebagai wadah produk sudah ditemukan sejak
zaman nenek moyang hingga saat ini. Seiring berkembangnya zaman, kemasan
juga mengalami perkembangan dari yang masih sederhana misalnya kulit pohon
dan dedaunan hingga kemasan yang diproduksi menggunakan teknologi modern.
Perkembangan kemasan ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan ilmu dan
teknologi sehingga dapat membawa perubahan terhadap bentuk dan jenis
kemasan. Kemasan dapat diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan
frekuensi pemakaian, tingkat fleksibilitas, dan struktur sistem kemasnya. Kemasan
berdasarkan frekuensi pemakaiannya dibedakan menjadi tiga yaitu disposable,
multi trip, dan semi disposable (Hantoro & Soewito, 2018). Berdasarkan tingkat
fleksibilitasnya, jenis kemasan dibedakan menjadi kemasan fleksibel, kemasan
kaku, dan kemasan semi fleksibel. Jenis kemasan berdasarkan struktur sistem kemasnya dibedakan menjadi kemasan primer, kemasan sekunder, kemasan
tersier, dan kemasan kuarter.
Teknologi yang semakin modern mendorong para pelaku usaha untuk
berlomba-lomba menciptakan kemasan yang sesuai dengan produk yang
dikemas. Jenis kemasan yang dapat ditemui saat ini diantaranya kemasan plastik,
kertas, logam, gelas atau kaca, dan kemasan kayu atau bambu. Bentuk dan jenis
kemasan tersebut dibuat beraneka ragam dan disesuaikan dengan produk yang
dikemas karena fungsi utama kemasan adalah melindungi produk dari pengaruh
udara luar sehingga produk yang dikemas terjaga kualitasnya. Fungsi lain
kemasan diantaranya untuk meningkatkan efisiensi produk, memperkenalkan
identitas produk, sebagai media promosi serta untuk menarik minat konsumen
untuk menjadi pelanggan dari suatu produk melalui bentuk dan desain yang
bervariasi. Kemasan juga dapat disebut sebagai sales yang diam karena kemasan
berperan dalam memberikan informasi terkait produk yang dikemas seperti nama
produk, komposisi bahan pembuatan produk dan informasi lainnya yang dapat
mendeskripsikan produk tersebut.
Pemilihan kemasan produk juga diterapkan pada PT. Cahaya Pasifik Raya
karena kemasan akan sangat berpengaruh terhadap keputusan konsumen untuk
memilih dan membeli suatu produk yang dihasilkan. Oleh karena itu para pelaku
usaha harus memperhatikan pemilihan kemasan yang sesuai dengan produk yang
dikemas serta menggunakan desain kemasan yang menarik. Pengemasan yang
baik dan inovatif juga termasuk salah satu strategi untuk menarik perhatian
konsumen sehingga konsumen akan membeli bahkan menjadi pelanggan dari
produk tersebut. Pengemasan produk sangat penting dilakukan karena dapat
menentukan peningkatan kuantitas penjualan produk yang dikemas karena fungsi
kemasan tidak hanya sebagai wadah yang melindungi produk dari kerusakan
namun juga dapat memberikan kesan menarik, nyaman, dan praktis bagi
pelanggan, karena pentingnya pengemasan pada proses produksi, maka dalam
pelaksanaan Praktik Kerja Lapang ini membahas topik mengenai proses pengemasan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM ALFA NURSAFITRI |
| Department | Teknologi Industri Pertanian |
| Uncontrolled Keywords | PENGEMASAN PRODUK; KOPI; KOPI DOKAR; PT. CAHAYA PASIFIK RAYA TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5477 |
