TRUNOJOYO-KP-23807-190311100047-Sintia Karolin Br Saragih (047) _ Laporan PKL.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (3MB)
Abstract
Kecamatan Trawas merupakan sebuah tempat yang berada di Provinsi
Jawa Tmur dengan keadaan topografi berupa dataran tinggi dan perbukitan yang
berlembah-lembah yang terletak di lereng dua pegunungan besar. Jenis tanah
Kecamatan Trawas diperoleh dari jenis tanah Kabupaten Mojokerto yang terdiri
dari 3 jenis tanah yaitu, tanah andosol, tanah litosol, dan mediteran. Terutama
pada desa Brenjonk tanahnya berupa tanah mekanis yang banyak mengandung
mineral yang berasal dari ledakan gunung berapi. Sifat tanah semacam ini
mempunyai tingkat kesuburan yang tinggi. Daerah pegunungan dengan ketinggian
1000 – 3000 m diatas permukaan laut. Keadaan iklim memiliki suhu rendah
(dingin) dengan suhu rata–rata harian antara 15 – 20°C. Sehingga di daerah
Trawas mata pencaharian penduduk dominan dari sektor pertanian. Hasil
pertanian di Trawas memiliki potensi yang beragam mulai dari tanaman pangan,
hortikultura, buah-buahan, sayuran dan tanaman hias.
Komoditas pertanian seperti tanaman pangan dan hortikultura merupakan
komoditas yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat potensi sumber
daya alam, sumber daya manusia, ketersedian teknologi, dan potensi pasar yang
semakin meningkat. Sayuran merupakan bahan pangan, tetapi bukan merupakan
makanan pokok melainkan sebagai pelengkap atau penyeimbang. Meskipun
demikian sayur tidak dapat diabaikan begitu saja. Kandungan gizi seperti aneka
vitamin, karbohidrat, dan mineral.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai kebutuhan pangan
seperti buah dan sayuran, terutama sayuran hortikultura. Sayuran adalah makanan
yang dikonsumsi setiap saat oleh masyarakat sehingga sayuran mempunyai nilai
komersial yang cukup tinggi. Sayuran juga termasuk komoditas nabati yang
sangat diperlukan oleh tubuh (Irwan et al. 2019). Satu diantara jenis sayuran yang
sering dibudidayakan adalah tanaman pakcoy putih. Pakcoy putih (Brassica
chinensis L.) adalah tanaman sayuran termasuk dalam keluarga Brassicaceae.
Tanaman pakcoy berasal dari China dan telah dibudidayakan pada abad ke V di
China Selatan dan China Pusat serta Taiwan. Sayuran ini masih dalam keluarga Chinesse vegetable dan saat ini telah dikembangkan di Filipina, Malaysia,
Thailand dan diperkirakan masuk di Indonesia pada abad ke XIV (Yogiandre
2011).
Tanaman pakcoy bila ditinjau dari aspek ekonomis dengan harga yang
tidak terlalu mahal layak dikembangkan untuk memenuhi permintaan konsumen
yang semakin tinggi (Perwitasari 2012). Pakcoy merupakan sayuran yang sangat
diminati masyarakat karena banyak mengandung 93% air, 3% karbohidrat, 1,7%
protein, 0,7% serat, dan 0,8% abu, serta merupakan sumber dari vitamin dan
mineral seperti β-karoten, vitamin C, Ca, P, dan Fe (Elzebroek dan Wind 2008
dalam Utomo et al. 2014).
Sistem budidaya secara organik dikenal sebagai sistem budidaya ramah
lingkungan yang dapat secara berlanjut memperbaiki kondisi lahan. Produksi
tanaman sayuran secara organik kini telah mulai dikenal dan dikembangkan di
Indonesia. Karakteristik umur tanaman sayuran daun yang singkat, disertai dengan
produktivitas dan nilai jual yang tinggi menjadikan tanaman sayur daun seperti
sawi (Brassicaeae) sebagai komoditas potensial dalam budidaya organik, dan
salah satu komoditas yang cukup dikenal adalah tanaman sawi sendok atau
Pakcoy (Brassica chinensis L.) (Fatma 2009). Dalam hal ini perlu diketahui teknik
budidaya pakcoy putih (Brassica chinensis L.) secara organik sehingga dapat
memenuhi sistem pertanian yang berkelanjutan.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM SINTIA KAROLIN BR SARAGIH |
| Department | Agroekoteknologi |
| Uncontrolled Keywords | BUDIDAYA TANAMAN; PAKCOY PUTIH; KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK, MOJOKERTO |
| Divisions | Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5466 |
