MANAJEMEN AGRIBISNIS KOMODITAS SELADA ORGANIK DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK

FEBRI DIYAH LARASATI; LULUK TOYYIBAH; ELA MUTHI’ATIN ZAKIYYAH; A (2022) MANAJEMEN AGRIBISNIS KOMODITAS SELADA ORGANIK DI KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23802-190321100019-Manajemen Agribisnis Selada.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23802-190321100019-Manajemen Agribisnis Selada.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Pengertian pertanian menurut UU No. 16 Tahun 2016 Tentang Sistem
Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kelautan yaitu seluruh aktivitas yang
terdiri dari subsistem hulu, usahatani, agroindustri, pemasaran, dan jasa
penunjang pengelolaan sumber daya alam hayati yang sesuai dan
berkelanjutan dalam mendapatkan manfaat yang sebesar mungkin bagi
kesejahteraan masyarakat. Sebagian besar penduduk di Indonesia mata
pencahariannya adalah di sektor pertanian karena Indonesia adalah negara
agraris. Indonesia mempunyai keanekaragaman hayati yang melimpah
terutama pada tanaman buah dan sayuran. Pertanian di Indonesia menjadi
pemegang penting dari semua perekonomian nasional dimana hal tersebut
dapat dilihat dari tenaga kerja yang banyak di sektor pertanian. Dengan
demikian menjadikan Indonesia sebagai salah satu dari negara yang mampu
melakukan ekspor komoditas pertanian ke negara lain di dunia (Sayifullah &
Emmalian, 2018).
Pertanian organik adalah sistem produksi pertanian yang didasarkan
pada daur ulang hara secara hayati, melalui sarana limbah tanaman atau
hewan dan limbah lainnya yang mampu mengembalikan kesuburan tanah.
Pertanian organik bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya lokal di
sekitarnya tanpa menggunakan pupuk buatan dan pestisida kimia, tetapi
menekankan penggunaan pupuk organik dan pestisida hayati dan teknis
produksi tanaman yang didasarkan pada peningkatan produksi dan
pendapatan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk melindungi
ekosistem alam dan menghindari bahan kimia. Pengolahan pertanian organik
didasarkan pada beberapa prinsip diantaranya adalah prinsip ekologi,
kesehatan, keadilan, dan perlindungan. Tujuan utama pertanian organik tidak
hanya untuk mempromosikan lingkungan yang bebas bahan kimia, tetapi
juga sebagai sarana untuk meningkatkan produktivitas dalam
mengembangkan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi masyarakat,
mengembangkan dan memelihara keanekaragaman ekosistem hayati, serta
menjaga kesehatan dan produktivitas lahan pertanian. Sejauh ini, sistem
pertanian organik telah disambut baik dikalangan masyarakat walaupun
dengan pemahaman yang berbeda beda (Mayrowani, 2012)
Tanaman hortikultura terutama sayuran merupakan salah satu sumber
provitamin A, vitamin C dan juga mineral terutama dari kalsium dan juga besi. Selain sumber vitamin sayuran juga menjadi sumber serat yang memiliki
peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Sayuran juga bisa
memberikan sumber kepuasan terutama dari segi warna dan dari segi
teksturnya. Hasil dari pertanian sayuran jika tidak ditangani dengan benar
akan berakibat pada kualitas dari sayur tersebut, dari proses penanganan
yang kurang tepat bisa mengakibatkan pembusukan maupun rusak,
kerusakan tersebut dapat terjadi akibat adanya pengaruh fisik, kimia
mikrobiologi dan juga fisiologis. Maka dari itu penanganan dari hasil panen
sayuran harus harus ditangani dengan baik. Sayuran merupakan salah satu
komoditas hortikultura yang memiliki peranan penting dalam pemenuhan
kebutuhan manusia terlebih lagi dalam hal kecukupan pangan dan juga gizi
yang dibutuhkan, hal ini dikarenakan sayuran merupakan salah satu sumber
mineral, vitamin yang dibutuhkan manusia. Menurut BPS (2020) subsektor
hortikultura memiliki kontribusi terhadap PDB pertanian, yakni mengalami
peningkatan sebesar 0,64 persen, sedangkan pada tahun 2015 kontribusi
dari subsektor holtikutura sebesar 11,22 persen dan naik sebesar 11,86
persen pada tahun 2019. Untuk rata-rata kontribusi dari subsektor hortikultura
terhadap PDB pertanian yakni sebesar 11,37 persen.
Tanaman hortikultura merupakan salah satu jenis komoditas yang
diusahakan dan diproduksi pada sektor pertanian di Indonesia. Hortikultura
merupakan jenis tanaman potensial yang memiliki permintaan pasar dan
bernilai ekonomi yang cukup tinggi. Maka dari itu, tanaman hortikultura yang
ada di Indonesia menjadi salah satu komoditas sektor pertanian yang
memiliki prospektif untuk dikembangkan. Pelaksanaan dan pengembangan
hortikultura dapat dilakukan melalui berbagai pengembangan budi daya dan
juga penerapan teknologi, pemberdayaan kelembagaan petani, penguatan
modal usaha, fasilitas promosi investasi dan produk, serta fasilitas kerja
sama dan kemitraan usaha antara produsen dan pelaku usaha di sentra
produksi dan sentra pemasaran. Data produksi dan permintaan selada hijau,
kailan, dan pakcoy pada YUM Organic Farm tahun 2019 terdapat selisih
antara produksi dan permintaan sayuran organik, yaitu selada hijau 851 kg,
kailan 192 kg, dan pakcoy 384 kg dalam kurun waktu satu tahun. Selisih dari
produksi maupun permintaan selada hijau, kailan, dan pakcoy dapat
dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan penjualannya.(Kementan,
2015).
Selada (Lactuca sativa L) termasuk dalam tanaman semusim yang
merupakan bagian dari famili Comppositae. Tanaman selada memiliki potensi
dan prospek yang baik dibidang ekonomi sehingga banyak dibudidayakan
untuk keperluan komersial. Secara umum, selada memiliki bentuk daun bulat
panjang dan di bagian pinggirnya bergelombang. Saat ini Indonesia sedang
berusaha untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dengan cara perbaikan
gizi. Untuk itu, selada cocok untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat
dikarenakan didalam selada terkandung vitamin, mineral, zat besi, kalsium
dan fosfor. Masyarakat Indonesia dapat dengan mudah menerima selada
sebagai bahan pelengkap untuk konsumsi sehari hari dikarenakan banyak
gizi yang terkandung didalamnya (Wardhana et al., 2015). Berdasarkan data
Badan Pusat Statistik tahun 2017, total produksi tanaman selada pada tahun
2017 adalah sebesar 300.961 ton dan angka tersebut terus meningkat setiap
tahunnya.
Salah satu Komunitas yang mengembangkan selada dan komoditas
hortikultura secara organik adalah Komunitas Pertanian Organik Brenjonk
yang berlokasikan di Desa Penanggungan Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Komunitas ini mengembangkan berbagai macam komoditas mulai dari buah,
sayur, dan padi secara organik. Komunitas ini mengajak petani sebagai
anggota komunitasnya untuk bermitra dengan Brenjonk dalam
mengembangkan komoditas pertanian organik. Komunitas ini berdiri pada 17
juli 2007 dan telah memiliki anggota sekitar 10 orang. Kegiatan yang
dilakukan oleh kelompok ini yaitu mulai dari proses budidaya, panen,
pengemasan, hingga pemasaran.
Pertanian Organik Brenjonk merupakan suatu komunitas berbasis
ekonomi pedesaan yang mengajak masyarakat untuk menerapkan sistem
pertanian organik sekaligus melakukan pemasaran produk organik yang
dihasilkan. Komunitas Pertanian Organik Brenjonk merupakan salah satu
komunitas yang telah mendapatkan sertifikat organik nasional yaitu Penjamin
Mutu Organik Indonesia (PAMOR) yang merupakan lembaga sertifikasi
organik bagi kelompok tani. Brenjonk menjadi salah satu penyedia berbagai
macam produk pertanian organik yang telah mendapatkan sertifikat halal.
Berdasarkan hal tersebut, maka penulis sebagai Mahasiswa Agribisnis
Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura memilih Komunitas
Pertanian Organik Brenjonk karena tempat tersebut relevan untuk melaksanakan Praktik Kerja Lapang (PKL). Dengan mengikuti kegiatan
Praktik Kerja Lapang, diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan, potensi
dan wawasan penulis dalam dunia kerja besok.
Alasan pemilihan sayur selada sebagai topik pembahasan karena sayur
selada memiliki potensi baik dari segi komoditas maupun permintaan di
masyarakat. Dilhat dari segi komoditas, sayur selada memiliki nilai gizi yang
tinggi dimana terkandung zat besi, protein, karoten, vitamin dan mineral
didalamnya. Kemudian dari segi permintaan, sayur selada mengalami tren
permintaan yang meningkat dikarenakan mulai tumbuhnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya kebutuhan gizi (Masud, 2009). Selain itu di
Komunitas Pertanian Organik Brenjonk sayur selada memiliki nilai komersial
tinggi dimana permintaannya cukup banyak dikalangan konsumen. Maka dari
itu, penelitian ini menjadikan komoditas selada sebagai topik pembahasan
manajemen agribisnis di Komunitas Pertanian Organik Brenjonk.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
FEBRI DIYAH LARASATI; LULUK TOYYIBAH; ELA MUTHI’ATIN ZAKIYYAH; A
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS; SELADA ORGANIK; KOMUNITAS PERTANIAN ORGANIK BRENJONK
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:42
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5457

Actions (login required)

View Item
View Item