TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PETSAI VARIETAS PAKCOY PUTIH (Brassica chinensis L.) di CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA

MILA FITRIYA WAHYUNINGSIH (2021) TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN PETSAI VARIETAS PAKCOY PUTIH (Brassica chinensis L.) di CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23801-180311100029-MILA FITRIYA W-180311100029.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23801-180311100029-MILA FITRIYA W-180311100029.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Tanaman hortikultura merupakan penyumbang cukup besar dalam memenuhi
keanekaragaman dan kecukupan gizi masyarakat. Jenis – jenis tanaman hortikultura
terdiri dari buah – buahan (fruitkultura), sayuran (olerikultura), bunga (florikultura),
tanaman obat (biofarmaka) dan taman (landscape). Sayuran merupakan jenis tanaman
hortikultura yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
gizi. Sayuran merupakan sumber esensial vitamin dan mineral, didalam sayuran
terdapat vitamin A, B, C zat kapur dan zat besi. Sayuran organik merupakan sayuran
yang cukup aman dikonsumsi karena proses budidayanya menggunakan bahan –
bahan organik yang tentunya bebas dari bahan – bahan kimia sehingga mendukung
kadar gizi didalam sayur.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan berbagai kebutuhan pangan
seperti buah dan sayuran, terutama sayuran hortikultura. Satu diantara jenis sayuran
yang sering dibudidayakan adalah tanaman petsai. Tanaman petsai dibedakan
menjadi dua jenis, yaitu Petsai atau petsai-sin (Brassica pekinensis L.) yaitu jenis
petsai yang mempunyai daun kasar, berkerut–kerut, dan berbulu, bentuk krop panjang
atau lonjong, tidak kompak dan mudah rusak. Jenis kedua yaitu Packhoi atau caisin
(Brassica chinensis L.) yaitu jenis petsai yang mempunyai daun halus dan tidak
berbulu, dapat di tanam di dataran tinggi maupun rendah, kropnya tidak
kompak/lepas. Jenis petsai tersebut pada umumnya banyak ditanam oleh petani di
Indonesia
Tanaman pakchoy bila ditinjau dari aspek ekonomis dengan harga yang tidak
terlalu mahal layak dikembangkan untuk memenuhi permintaan konsumen yang
semakin tinggi (Perwitasari, 2012). Pakcoy putih (Brassica chinensis L.) merupakan
tanaman yang berasal dari Cina, termasuk keluarga Brassica dan satu genus dengan
sawi putih/petsai serta sawi hijau/caisim (Junia, 2017). Pakcoy merupakan sayuran
yang sangat diminati masyarakat karena banyak mengandung 93% air, 3%
karbohidrat, 1,7% protein, 0,7% serat, dan 0,8% abu, serta merupakan sumber dari vitamin dan mineral seperti β-karoten, vitamin C, Ca, P, dan Fe (Elzebroek dan Wind,
2008 dalam Utomo, dkk., 2014).
Produksi tanaman sayuran secara organik kini telah mulai dikenal dan
dikembangkan di Indonesia. Karakteristik umur tanaman sayuran daun yang singkat,
disertai dengan produktivitas dan nilai jual yang tinggi menjadikan tanaman sayur
daun seperti sawi (Brassicaeae) sebagai komoditas potensial dalam budidaya organik,
dan salah satu komoditas yang cukup dikenal adalah tanaman sawi sendok atau
Pakcoy (Brassica chinensis L.) ( Fatma, 2009). Sistem budidaya secara organik
dikenal sebagai sistem budidaya ramah lingkungan yang dapat secara berlanjut
memperbaiki kondisi lahan. Dalam hal ini perlu diketahui teknik budidaya pakcoy
putih (Brassica chinensis L.) secara organik sehingga dapat memenuhi sistem
pertanian berkelanjutan.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
MILA FITRIYA WAHYUNINGSIH
Department Agroekoteknologi
Uncontrolled Keywords BUDIDAYA TANAMAN; PETSAI PAKCOY PUTIH; CV. TANI ORGANIK MERAPI, KABUPATEN SLEMAN, YOGYAKARTA
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agroekoteknologi
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:42
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5456

Actions (login required)

View Item
View Item