MANAJEMEN PETIK APEL DI KELOMPOK TANI MAKMUR ABADI

Ulfa Nurfita; M Habib Husen Al Hadhi; Fa’idatul Nur Afifah; Rism (2022) MANAJEMEN PETIK APEL DI KELOMPOK TANI MAKMUR ABADI. S1 thesis, Universitas Trunojoyo Madura.
[thumbnail of TRUNOJOYO-KP-23795-190321100037-PKL Petik APel.pdf] PDF
TRUNOJOYO-KP-23795-190321100037-PKL Petik APel.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB)

Abstract

Di Indonesia tanaman hortikultura merupakan salah satu tanaman yang
memiliki peluang besar untuk masuk ke pasar dunia. Budidaya tanaman
hortikultura di Indonesia perlu ditingkatkan untuk menghadapi adanya persaingan
dengan produk dari luar negeri. Salah satu jenis tanaman hortikultura yang
memiliki peluang besar untuk dikembangkan adalah tanaman apel dimana
tanaman apel tersebut memiliki keunggulan yang signifikan (Agustina, 2008).
Pengembangan budidaya tanaman apel dapat dilakukan seiring dengan
meningkatnya jumlah permintaan dari masyarakat. Selain itu, dengan melakukan
budidaya tanaman apel dapat meningkatkan keunggulan komoditas apel dan
meningkatkan kesejahteraan bagi petani.
Apel merupakan salah satu tanaman jenis buah yang saat ini telah populer
di kalangan masyarakat meskipun tanaman tersebut bukan tanaman asli dari
negara Indonesia (Budiman Wahyu Eko, 2018). Buah apel mulai dibudidayakan
oleh petani seiring dengan meningkatnya jumlah permintaan apel pada setiap
tahunnya. Selain itu, buah apel juga memiliki banyak kandungan vitamin yang
bermanfaat bagi kesehatan tubuh sehingga cocok untuk dikonsumsi bagi
kalangan masyarakat mulai dari usia muda hingga lanjut usia. Salah satu wilayah
unggul di Indonesia yang digunakan sebagai tempat untuk membudidayakan
tanaman apel adalah di Kota Batu. Hal tersebut dapat dilihat dari jenis tanah dan
iklim yang sesuai dengan prasyarat pembudidayaan tanaman apel yaitu jenis
tanah latosol dan andosol dengan iklim tropis yang memiliki suhu sekitar 16°C -
25° C serta memiliki curah hujan yang ideal yaitu 1.000 – 2.600 mm per tahun.
Peran pemerintah dalam membantu peningkatan budidaya tanaman apel
sangat penting dimana pemerintah dapat memberikan suatu bantuan yang
berupa subsidi pupuk pada petani. Selain itu, pemerintah juga dapat membentuk
suatu gabungan kelompok tani untuk mempermudah petani dalam mengakses
informasi, menambah pengetahuan, serta memberikan solusi terkait dengan
permasalahan yang terjadi pada saat proses budidaya tanaman apel. Gabungan
kelompok tani yang telah dibentuk juga dapat mengembangkan potensi tanaman
apel tidak hanya untuk akses agrowisata tetapi juga dengan pengolahan hasil
tanaman apel menjadi beberapa produk yang akan memberikan nilai tambah tersendiri untuk tanaman apel. Hal tersebut tentunya dapat meningkatkan
pendapatan bagi petani dan menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat
sekitar.
Tanaman apel dapat diolah menjadi beberapa produk oleh gabungan
kelompok tani diantaranya yaitu seperti keripik apel, cuka apel, dan minuman sari
apel. Dimana pengolahan hasil tanaman apel tersebut memiliki nilai jual yang
lebih tinggi dibandingkan dengan apel yang dijual secara langsung. Pada
umumnya Gabungan kelompok tani memasarkan apel dengan membuka stand
Agrowisata Petik Apel untuk tanaman apel yang memiliki kualitas baik,
sedangkan tanaman apel yang memiliki kualitas kurang baik atau sedang
mengalami busuk buah maka akan dipasarkan secara langsung kepada
tengkulak dengan harga yang rendah. Tanaman apel memiliki potensi yang
cukup tinggi untuk dikembangkan, hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya
permintaan konsumen terhadap buah apel.
Dengan demikian, hal tersebut dapat meningkatkan minat petani dalam
membudidayakan tanaman apel dan meningkatkan keunggulan produksi
tanaman apel. Agrowisata Petik Apel Di Kecamatan Bumiaji Kota Batu
merupakan salah satu agrowisata yang membudidayakan tanaman apel dengan
dikelola oleh Kelompok Tani Makmur Abadi. Berdasarkan hal tersebut, maka
penulis sebagai Mahasiswa Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo
Madura (UTM) memilih Agrowisata Petik Apel Di Kecamatan Bumiaji Kota Batu
sebagai tempat yang sangat relevan untuk melaksanakan kegiatan Praktik Kerja
Lapang (PKL). Dengan mengikuti Praktik Kerja Lapang (PKL) kami berharap
dapat meningkatkan pengetahuan, potensi, sikap, keterampilan, dan wawasan
dalam dunia kerja.

Item Type Thesis (Skripsi)
Thesis Type S1
Creators
Creators
NIM
Ulfa Nurfita; M Habib Husen Al Hadhi; Fa’idatul Nur Afifah; Rism
Department Agribisnis
Uncontrolled Keywords MANAJEMEN AGRIBISNIS; APEL; KELOMPOK TANI MAKMUR ABADI
Divisions Fakultas Pertanian > S1 - Agribisnis
Additional Information elib mass import
Depositing User Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id
Date Deposited 19 Oct 2026 12:42
Last Modified 24 Oct 2026 16:49
URI https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5446

Actions (login required)

View Item
View Item