TRUNOJOYO-KP-23793-190351100067-MUDEH.pdf
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Hasil produksi perikanan menurut Wilayah Pengelolaan Perikanan
(WPP) 712, Jawa Timur merupakan salah satu wilayah yang memiliki produksi
perikanan tangkap terbesar. Hasil produksi perikanan tangkap pada tahun 2013
mencapai 19,5 juta ton dan melebihi 12% dari target yang ditetapkan.
Pencapaian hasil produksi perikanan tangkap yang melebihi target ini, didukung
dengan sarana dan prasarana fasilitas pelabuhan perikanan yang telah
dibangun oleh pemerintah Jawa Timur, diantaranya ialah Unit Pelaksana Teknis
Pelabuhan Perikanan Pantai (UPT PPP) Pondokdadap, Sendang Biru, Malang,
Jawa Timur (Muharahmi, 2015). Kabupaten Malang merupakan salah satu
kawasan industrialisasi ikan tuna (Thunnus sp), tongkol (Euthynnus affinis) dan
cakalang (Katsuwonus Pelamis) dimana produksi perikanan tuna (Thunnus sp),
cakalang (Katsuwonus pelamis) dan tongkol (Eutynnus affinis) mencapai 3787
ton pada tahun 2012. Tingginya hasil produksi di kabupaten Malang didukung
dengan adanya sarana yakni, UPT PPP Pondokdadap (Laporan Tahunan UPT
PPP Pondokdadap, 2013).
Pelabuhan Pondokdadap umumnya seperti pelabuhan lainnya, yang
mempunyai peran penting dalam sektor masyarakat dan perikanan. Peran
pelabuhan perikanan pantai sangat berdampak pada meningkatnya
perkonomian warga di sekitar pelabuhan (Nurhadi dan Sumarsono, 2017).
Penunjang pengembangan dan pembangunan baik industri maupun ekonomi
masyarakat di wilayah sekitar pelabuhan sekaligus dalam perikanan tangkap.
Fasilitas pelabuhan yang memadai menjadikan pelayanan di perikanan tangkap
semakin mendukung, mulai dari tempat berlabuh kapal, proses pendaratan hasil
tangkapan sampai penanganan, pengolahan, distribusi dan pemasaran hasil
tangkapan (Farikin et. al. 2015).
Alat tangkap yang digunakan oleh para nelayan sangat mempengaruhi
hasil tangkapan, salah satunya yaitu purse seine. Menurut Ismy dkk (2013)
purse seine atau pukat cincin merupakan alat tangkap yang efektif untuk
menangkap ikan pelagis yang memiliki tingkah laku hidup berkelompok dalam
ukuran besar, baik di daerah perairan pantai maupun lepas pantai. Purse seine
merupakan alat tangkap pukat lingkar yang terbuat dari jaring dilengkapi dengan
tali ris, cincin, pelampung dan alat bantu lainnya. Pengoperasian purse seine yaitu menggunakan kapal dengan memburu dan membentangkan jaring untuk
melingkari target tangkapan ikan pelagis yang bergerombol (Sartimbul et. al.
2017). Jika target tangkapan sudah terperangkap, tarik jaring bagian bawah
agar membentuk seperti kantong sehingga dapat dipastikan ikan yang sudah
terperangkap dalam jaring tidak akan bisa lolos. Purse seine umumnya
dioperasikan 21-23 hari per bulan sehingga dalam kurun waktu satu tahun
hanya 255 hari (Setyohadi dan Dewa, 2018).
Purse seine termasuk dalam alat tangkap aktif dengan penangkapan
berskala besar. Hasil tangkapan purse seine tidak hanya satu spesies ikan,
tetapi semua jenis ikan pelagis lainnya yang berenang dan ikut bergerombol.
Ikan pelagis yang umumnya sering tertangkap yaitu lemuru, layang, tongkol,
cakalang, kembung dan tembang (Sartimbul et. al. 2017). Berdasarkan informasi
tersebut, maka perlu untuk mengetahui produksi dan komposisi hasil tangkapan
dari purse seine untuk keberlanjutan data Praktik Kerja Lapang (PKL) yang
dilaksanakan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Pondokdadap.
| Item Type | Thesis (Skripsi) |
|---|---|
| Thesis Type | S1 |
| Creators | Creators NIM MUDEH |
| Department | Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Uncontrolled Keywords | TANGKAPAN IKAN; PURSE SEINE; PELABUHAN PERIKANAN PANTAI PONDOKDADAP, KABUPATEN MALANG |
| Divisions | Fakultas Ilmu Kelautan > S1 - Manajemen Sumberdaya Perairan |
| Additional Information | elib mass import |
| Depositing User | Unnamed user with email library@trunojoyo.ac.id |
| Date Deposited | 19 Oct 2026 12:42 |
| Last Modified | 24 Oct 2026 16:49 |
| URI | https://repository.trunojoyo.ac.id/id/eprint/5444 |
